8/26/2018

SINOPSIS Familiar Wife Episode 7 PART 5

SINOPSIS Familiar Wife Episode 7 BAGIAN 5


Penulis Sinopsis: Dahlia
All images credit and content copyright: tvN
Supported by: sinopsis-tamura.blogspot.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Familiar Wife Episode 7 Part 4
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Familiar Wife Episode 8 Part 1

Woo-jin terus batuk-batuk dan itu membuat Jong-hoo sangat cemas, “Kenapa kamu batuk-batuk sejak tadi? Mana mungkin terkena flu di cuaca sepanas ini...”

“Ini karena asap...” jawab Woo-jin, maka Jong-hoo lansgung memarahi Joo-hyuk yg tugasnya membakar, “Sialan. Jangan mengarahkan asap kepadanya.”


Mereka lanjut minum-minum.. Sang-sik begitu bersemangat menuangkan soju ke gelas Woo-jin yg memang tingkat toleransi alkohol nya cukup tinggi, hingga semua orang memujinya.


Hye-won yg sedaritadi hanya minum soda, mendadak mengangkat gelasnya dan minta dituangkan soju juga.


“Kamu kenapa? Kamu hanya bisa minum anggur...” komen Joo-hyuk, maka Hye-won berkata: “Apa maksudmu? Hanya tidak biasa saja. Tuangkan aku soju...”


Maka untuk pertama kalinya Hye-won meminum soju.. nampak jelas, dia kurang menikmatinya.. tapi dia mampu minum hingga dua gelas, demi mengimbangi Woo-jin.


Beberapa saat kemudian, Hye-won telah terkapar di atas kasur, tidur sangat lelap hingga terdengar suara dengkurannya.

“Aku tidak menyangka. Siapa yang tadi bilang tidak bisa tidur dengan orang asing?” komenn Joo-eun

“Dia tidak kuat minum. Memang ada yang bisa mabuk berat karena minum setengah botol soju?” ujar Woo-jin


“Dia pasti meminumnya karena marah. Kurasa dia menganggapmu saingannya...” ungkap Joo-eun, lantas Woo-jin berkata: “Aku? Karena apa? Penampilanku?”

“Ada orang yang ingin menjadi pusat perhatian di mana saja...” ujar Joo-eun, namun Woo-jin menyebut Hye-won tingkahnya sangat manis.


Mereka melanjutkan obrolannya sambi duduk bersandar di tembok. Joo-eun bertanya: “Bagaimana kabar Jong Hoo? Kamu berbunga-bunga?”

“Aku senang, tapi tidak berbunga-bunga.”

“Kamu sangat yakin dengan perasaanmu.”

“Benar, justru itulah masalahku.”


“Pernikahan itu kehidupan. Suami-istri cekcok dan saling melihat keburukan karena hal sepele. Jangan menikahi orang yang amat kamu cintai jika tidak mau terluka.”

“Begitulah kata orang. Tapi aku masih ingin menikahi orang yang kusukai walau artinya aku akan terluka.”

“Kamu baru akan sadar setelah sakit hati.”

“Kuharap aku sakit hati lebih dahulu.”


Karena malam sudah larut.. maka mereka memutuskan untuk tidur. Namun ditengah malam.. Woo-jin nampak begitu gelisah dalam tidurnya.


Joo-hyuk terbangun untuk mengambil air minum. Ketika hendak kembali ke kamar.. dia melihat Woo-jin dalam kondisi yg sanat lesu.


Belum sempat bicara apa-apa.. mendadak Woo-jin jatuh pingsan, tepat di pangkuannya. Panik.. Joo-hyuk langsung berteriak memanggil Joo-eun.


Woo-jin demam sangat tinggi.. Meski telah dikompres dan diberi obat, suhunya belum turun juga..


Joo-hyuk teringat, bahwa ketika demam hanya ada satu merk obat yg cocok untuknya. Maka bergegas, Joo-hyuk pergi keluar secara diam-diam..


Karena kondisinya masih sangat pagi, maka kebanyakan apotek belum buka. Meski demikian, Joo-hyuk tak menyerah dan terus berkeliling..


Dia sampai menggedor-gedor toko yg masih tutup, hingga mengganggu tetangga yg tinggal di sekitar sana. Seorang ajusshi menghampirinya dan bertanya: “Kenapa ribut-ribut?”

“Maaf. Aku mencari pemilik apoteknya. Istriku demam... Istriku sedang demam tinggi. Hanya obat tertentu yang ampuh.”

“Dasar. Kamu pasti begitu mencintai istrimu. Dasar anak muda zaman sekarang. Pemilik apoteknya tinggal di rumah bandar abu-abu itu. Tanyakan saja ke sana.”


Joo-hyuk berlari menuju tempat tersebut, hingga akhirnya bertemu dengan pemilik apotek dan mendapatkan obat yg tepat..


Tapi ketika kembali.. ternyata Woo-jin hendak di bawa ke Rumah Sakit, maka bat yg telah susah payah ia dapatkan, tak sempat dia berikan..


Joo-eun bertanya pada Joo-hyuk, “Kakak, ke mana Kakak pergi pagi-pagi begini?”

“Hanya berjalan-jalan...” jawabnya gugup


Setelah diperiksa dokter, Woo-jin diberi obat dan diminta beristirahat hingga infusannya habis. Setelah itu dia pun diberbolehkan untuk pulang..


Woo-jin merasa bersalah, karena telah merusak suasana. Namun Jong-hoo berkata: “Jangan bilang begitu. Aku merasa bersalah. Aku tidak peka kamu sakit dan terus menawarkan minum...”

“Aku tidak mengaku sakit karena tidak mau kamu melarangku minum...” tutur Woo-jin sembari tersenyum.


Tapi kemudian, Woo-jiin melihat bekas luka di sikut Jong-hoo, “Olesi dengan salep. Pasti lukanya perih.”

“Tenang saja. Pikirkan dirimu saja... Kamu lemah sekali...”

“Lalu? Kini kamu tidak menyukaiku? Mau putus?” candanya

“Lihat saja nanti. Akan kupikirkan dahulu...” sahut Jong-hoo


Joo-hyuk sangat mengkhwatirkan Woo-jin. Setelah beberapa saat, Jong-hoo belum juga menelpon untuk memberi kabar..

“Tenanglah. Bagaimana jika mereka meninggalkan kita dan pergi?”

“Mustahil. Mereka tahu kita mencemaskannya di sini.”

“Belum tentu. Hubungan antara pria dan wanita tidak tertebak...”


Woo-jin tertidur lelap,, ketika merka tiba di depan vila. Jong-hoo tak mau membangunkannya, maka dia melepaskan sabuk pengaman dengan perlahan..


Joo-hyuk melihat mobil mereka.. dia pun antusias menghampirinya. Tapi dari kejauhan, mereka seakan tengah berciuman.. dan Joo-hyuk tak bisa berbuat apa pun, selain meliahtnya dengan penuh rasa keccewa.


Pulang dari villa, Joo-hyuk menurunkan Hye-won di tempat pijat. Sebelum turun, Hye-won bertanya: “Ada apa? Kamu diam saja sepanjang perjalanan...”

“Hanya... Aku hanya lelah...”

“Kamu kurang tidur. Wanita itu sangat merepotkan...”


Setelah Hye-won pergi, Joo-hyuk nampak begitu gusar. Beberapa saat dia menyandarkan kepalanya di kemudi, lalu kemudian dia panik mengeluarkan seluruh koin di mobilnya.. namun tak menemukan koin yg dikeluarkan tahun 2006.


Kemudian Joo-hyuk mendatangi bank... di perjalanan dia menelpon seseorang, guna meminta bantuan. Dan dia mendapatkan dua kantong berisi banyak sekali koin pecadan 500 sen.. dia memeriksa satu demi satu, namun sangat sulit untuk menemukannya..


Disaat ia hampir menyerah.. akhirnya dia berhasil menemukan sebuah koin, yg secara jelas tertera tulisan tahun 2006 disana~~~

3 komentar

  1. Lanjutttt ep 8 nyaaa :), wahh ada sinopsis drama baru nihhh sinopsis drama yg lama jangan di lupaQn donk plissssss :) Update setiap hari donkkk plisssss :| makasih ;) #JanganLama2 di tunggu sinopsis2 selanjut & lain nyaaaa

    BalasHapus
  2. Semangat ya kakak, lanjut sinopsisnya...
    Suka...

    BalasHapus
  3. semangat ya,, ditunggu post selanjutny,,.

    BalasHapus


EmoticonEmoticon