8/31/2018

SINOPSIS My ID Is Gangnam Beauty Episode 10 PART 2

SINOPSIS My ID Is Gangnam Beauty Episode 10 BAGIAN 2


Penulis Sinopsis: Dahlia
All images credit and content copyright: jTBC
Supported by: sinopsis-tamura.blogspot.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS My ID Is Gangnam Beauty Episode 10 Part 1
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS My ID Is Gangnam Beauty Episode 10 Part 3

Meski agak dimarahi, namun pada akhirnya Mi-rea diperbolehkan membawa Kyung-suk untuk datang bersamanya saat wawancara kerja paruh waktu.


Seperti biasa, pewawancara menanyakan hal yg mendasaar seperti pengalaman dan waktu kerja. Mereka pun langsung diterima, setelah Mi-rae meyakinkan pewawancara bahwa mereka akan bekerja dengan keras, terlepas dari pengalaman yg tak begitu banyak.


Dari kejauhan, dua orang pegawai memerhatikan mereka lalu berkata: “Dia terlalu tampan untuk ukuran manusia. Begitu juga dengan wajah gadis itu...”


Tae-hee dan Tae-young berduaan di ruang klub.. Tae-hee ingin menyuapinya, namun Tae-young menolak.. dan itu agak membuatnya kesal, “Tidak akan ada yang datang di jam ini. Mereka sudah pulang...”

Maka  dengan canggung, Tae-young menyuapinya dan begitu pun sebaliknya. Namun bersama dengan itu, datanglah Chan-woo sunbae...


“Lihatlah sejoli ini. Sejak kapan kalian berpacaran? Sudah lama?” tanyanya, yg membuat Tae-hee dan Tae-young menjadi sangat gugup.

Mereka menyangkalnya, maka Chan-woo bertanya: “Jadi, aku bisa ikut makan dengan kalian?”

Dengan terpaksa.. Tae-hee lantas menyuapinya juga dihadapan Tae-young sunbae.


Kyung-suk sibuk mempelajari panduan untuk pekerja paruh waktu, sementara Woo-young izin tiidur duluan dan tak lupa dia mengingatkan Kyung-suk untuk menyikat giginya sebelum tidur..


Kyung-hee sedang melakukan siarang mukbang makan sashimi.. namun para penonton malah sibuk memperboncangkan tas mahal yg tersimpan di atas rah..

‘Tas di belakangmu edisi terbatas?’

‘Keren! Bagaimana kamu bisa mendapatkan tas itu?’

‘Kenapa wajahmu sedih setelah menerima tas semahal itu?’

‘Kamu yakin kamu siswi SMA?’


Sejenak Kyung-hee meninggalkan siarannya, karena ada telpon masuk dari Kyung-suk yg langsung bertanya: “Kamu sudah makan malam?”

“Siapa kamu? Apa kita saling kenal?!” tukas Kyung-hee dengan nada ketus

“Sepertinya kamu baik-baik saja. Kakak lega.”

“Siapa bilang Kakak boleh lega? Kenapa Kakak pergi dari rumah? Aku ingin bertemu dan bicara dengan Kakak besok.”

“Jangan besok. Kakak harus bekerja paruh waktu.”

“Kakak bekerja paruh waktu? Di mana? Di toko desain interior? Di mana itu?”

“Kakak akan menghubungimu lagi. Jangan lupa makan, ya. Sikat gigimu sebelum tidur, kalau tidak, gigimu bolong.”

“Bicara apa dia?”


Hyun-jung mendiskusikan rencana liburannya dengan Mi-rae. Akan tetapi, Mi-rae tak ingin pergi kemana pun, karena masih harus mencari uang untuk mencicil biaya operasinya. Lantas Hyun-jung menunjukkan daftar paket wisata murah. Tapi Mi-rae mengatakan, bahwa ia baru bisa bepergian mungkin di waktu liburan berikutnya...

Beralih topik, Hyun-jung iseng bertanya: “Kamu maskeran hanya karena pergi kerja paruh waktu besok? Atau kamu mau kencan buta?”

Mendengar pertanyaan itu, seketika membuat Mi-rae jadi salah tingkah...


Pagi hari.. Kyung-suk telah berdandan dengan rapi. Woo-young sunbae lantas  bertanya: “Kamu mau kencan buta?”

“Tidak, aku mau kerja.”

“Kamu sudah tanda tangan kontrak?”

“Aku sudah menandatanganinya. Mi Rae pintar soal itu.”

“Kamu bekerja paruh waktu dengan Mi Rae?”

“Ya, kenapa?”


“Hmmm... Sebaiknya kamu pulang lebih cepat. Kamu harus membersihkan rumah, toilet, dan lantai atap. Kamu juga harus mencuci pakaian...”

“Kamu bilang aku mencuci pakaian dua hari sekali.”

“Itu... Maksudku, selimutnya. Kamu harus mencuci selimut.”

“Sepertinya tidak ada di kontrak.”

“Tentu saja ada di dalam kontrak.”

“Sepertinya ini jahat. Semakin hari cara bicaramu semakin kejam.”


Bel rumah bunyi, ketika dibuka ternyata Bu Na datang dengan membawakan banyak makanan, “Aku merasa bersalah karena sudah bersenang-senang tanpa memberi kalian oleh-oleh waktu itu.”

“Aku tidak bisa menghabiskannya sendirian.” Ujar Kyung-suk, membuat Bu Na bertanya: “Kenapa harus sendirian? Makanlah bersama Woo Young.”


“Kami membayar makanan kami masing-masing. Itu tertulis di kontrak...” ujar Kyung-suk, membuat Woo-young kesal, namun Bu Na lantas berkata: “Entah dengan pasal lainnya, tapi berbagilah soal makanan. Kalian bisa menghabiskan semua ini dalam beberapa hari.”

“Aku masih harus mencuci selimut, bukan?” tanya kyung-suk, maka demi makanan itu.. Woo-young menajwab: “Itu bisa nanti saja.”


Mi-rae agak bingung memilih parfum yg akan dipakainya, “Mana yang harus kupakai? Keduanya aroma buah...”, tapi setelah mengingat perkaan Kyung-suk, dia pun memilih salah satu dan menyemprotkannya dengan begitu riang.


Karena kebetulan sedang berada di sekitar sini.. maka Bu Na mengantar mereka menuju tempat kerja.


Dalam perjalanan, Mi-rae minta maaf atas insiden tempo hari, “Aku minum berlebihan...”

“Tidak usah dipikirkan. Aku bahkan pingsan dan muntah saat mabuk berat. Semua orang di kantor menyukai lilin yang kamu berikan. Sudah lama aku ingin memberitahumu, tapi lupa.”

“Benarkah?”

“Semua orang di lab kami bilang rasio aromanya mengagumkan. Akan bagus bagimu untuk konsultasi langsung dengan mereka.”

“Aku akan senang sekali.”

“Pukul berapa jam makan siang kalian? Mau makan siang bersama?”

“Aku belum tahu kapan jam makan siang kami.”

“Kalian ingin makan siang apa?”

“Kami harus langsung bekerja.”

“Ibu tahu... Duh.. Seharusnya ibu tidak mengganggu di saat kalian bekerja. Ibu akan menurunkan kalian dan langsung pergi.”


Sebelum jam kerja dimulai, seluruh pekerja dikumpulkan untuk di briefing terlebih dahulu.

“Meski pelanggan menanyakan sesuatu yang tidak kalian tahu, tetap tenang dan senyum dengan ramah. Bertanyalah kepadaku atau rekan tim yang lain.” Jelas pak manajer


Di sela-sela jam kerja.. Kyung-suk sempat melirik Mi-rae dan begitu pun sebaliknya. Hingga kemudian, datanglah Kyung-hee yg ingin berbincara dengan Kyung-suk.


Di sebuah kafe, Bu Na sedang rapat dengan Pak Jang. Ia melihat seroang pekerja paruh waktu ,yg seketika mengingatkannya pada Kyung-suk..

“Rapat kita bisa selesai pukul 16.00, bukan?” tanyanya

“Ya, itu lebih dari cukup. Kamu punya janji setelah rapat?”

“Aku harus pergi ke suatu tempat...”


Mi-rae ikut makan siang bersama dengan Kyung-suk dan Kyung-hee. Mereka berkenalan, Mi-rae senang bisa bertemu Kyung-hee begitu pun sebaliknya, tapi Kyung-hee mengeluh: “ungkin kita tidak akan bertemu lagi. Setelah pemilu ayah kami, aku akan belajar di luar negeri untuk menghindari sistem belajar di sini karena nilaiku buruk.”

“Jangan pergi jika tidak mau. Kakak akan bicara lagi dengan Ayah...” ujar Kyung-suk yg kemudian menyuruh mereka memesan makanan.


Sikap Kyung-suk sangat perhatian pada Kyung-hee, dan tanpa disadari.. Mi-rae tersenyum karena senang melihatnya.


Niatnya.. Bu Na datang untuk menemui Kyung-suk dan Mi-rae. Namun disana, ia tak sengaja melihat Kyung-hee..
Comments


EmoticonEmoticon