8/31/2018

SINOPSIS My ID Is Gangnam Beauty Episode 10 PART 3

SINOPSIS My ID Is Gangnam Beauty Episode 10 BAGIAN 3


Penulis Sinopsis: Dahlia
All images credit and content copyright: jTBC
Supported by: sinopsis-tamura.blogspot.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS My ID Is Gangnam Beauty Episode 10 Part 2
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS My ID Is Gangnam Beauty Episode 10 Part 4

Dengan langkah yg amat gemetar.. Bu Na berjalan menghampiri Kyung-hee yg sedang duduk menunggu bus di halte dan ketika melihatnya, Kyung-hee langsung menunjukkan ekspresi terkejut bercampur kesal.


Saat menyelesaikan pekerjaannya, Mi-rae sempat berbincang dengena Kyung-suk. dia memujinya sebagai ‘oppa’ (kakak) yg penyayang..


“Kalau begitu, kamu juga boleh memanggilku oppa..” ucap Kyung-suk, yg sektika membuat MI-rae tertegun


Bu Na dan Kyung-hee mendatangi salah satu kafe terdekat. Bu Na membuka obrolan dengan meminta maaf, “Apa kabarmu baik-baik saja? Kamu kaget, ya. Saat ibu melihatmu, yang ibu pikirkan hanya mengajakmu bicara.”

“Kenapa Anda kembali? Apa yang ingin Anda katakan setelah bertahun-tahun hilang?”

“Ibu ingin meminta maaf. Maafkan ibu atas semuanya. Seharusnya ibu membawa kalian dengan segenap tenaga. Semua yang ibu katakan memang seperti alasan. Tapi...”

“tidak akan mengubah keadaan bahwa Anda mengabaikan kami. Hanya karena seorang pria. Anda menelantarkan anak-anak dan suami demi pria lain. Kenyataan itu tidak akan berubah.”

“Demi pria lain? Apa maksudmu?”

“Sepertinya wajah itu tidak bisa lagi menggoda laki-laki. Kenapa Anda bersikap seolah Andalah korbannya? Akulah yang harus dikasihani. Aku dan Kak Kyung Seok!!!! Hidup kami sangat sengsara. Menangis tidak akan menyelesaikan apa pun!”


Mendengar perkataan Kyung-hee membuat Bu Na tak bisa mengatakan apa pun dan hanya ada tangis yg mengurur dengan deras. Sementara Kyung-hee bergegas pergi meninggalkannya.. dan di depan kafe, dia sempat terdiam sejanak: “Kakak...” ucapnya pilu


Ssetelah jam kerja usai.. Mi-rae berjalan pulang, tapi salah satu rekan kerja pria sempat mengajaknay berbincang.

“Mi Rae, kamu mau pulang?”

“Ya.”

“Bagaimana pekerjaan di sini?”

“Lumayan.”

“Kamu ada waktu?”

“Maaf. Temanku sudah menunggu.”


Kyung-suk yg memerhatikan mereka langsung bertnaya pada Mi-rae, “Dia bilang apa?”

“Pak Park? Dia tanya apa pekerjaannya lancar dan ingin mentraktirku makan.”


Baru juga sampai di halte, Mi-rae dan Kyung-suk telah menerima gaji hariannya dengan nominal yg lumayan besar. Mi-rae penasaran dan bertanya pada Kyung-suk: “Kamu harus membayar sewa, ya? Berapa yang harus kamu bayar?”

“70 Dollar..”

“Murah sekali. Woo Young seperti memberimu tumpangan gratis.”

“Aku mengerjakan semua pekerjaan rumahnya.”

“Sepertinya dia menyuruhmu mengerjakannya agar kamu tidak perlu membayar mahal. Tawaran yang sangat baik. Dia memang senior yang baik..”


Kyung-suk mengangkat telpon dari Woo-young, yg menyuruhnya segera pulang untuk menyelesaikan tugas beberes rumah. tapi dihadapan Mi-rae, Kyung-suk sengaja bertingkah.. seolah Woo-young menyuruhnya membelli bahan untuk samgyeopsal.


Woo-young agak heran.. karena nyatanya, merka punya banyak daging pemberian dari Bu Na yg disimpan dalam kulkas.


Mi-rae membantu Kyung-suk berbelanja di supermarket dan jelas sekali, Mi-rae ini pandai memilih bahan makanan.

“Dari mana kamu belajar soal itu?” tanya Kyung-suk

“Itu pengetahuan dasar saja. Aku suka berbelanja dengan ibuku sejak masih kecil.” Jawab Mi-rae


Berikutnya, Kyung-suk hendak membeli soju.. maka dia teringat kejadian tempo hari. Dan ternyata.. Woo-young mirip seperti Mi-rae, yakni tak kuat minum alkohol terlalu banyak...


Dengan cara yg terkesan cuek, Kyung-suk mengajak Mi-rea untuk ikut makan di rumahnya,

“Hyun Jung akan menungguku di rumah.”

“Ajaklah dia juga.” 


Bu Na merangsak masuk ke kantornya Kongres Do, “Bisa bicara?”

“Kamu sudah tidak sesopan dulu.”

“Kamulah yang kurang ajar karena membohongi anak-anak kita bahwa ibu mereka meninggalkan rumah karena berselingkuh!”


Hyun-jung memuji kemampuan Kyung-suk memotong daging, “Hebat.. apa jangan-jangan kamu belajar dulu?”

“Dia cepat paham setelah mempelajarinya. Dia hanya kurang tahu banyak hal...” sahut Woo-young


Ditinggal berduaan saja, Bu Na mengungkapkan rasa kesalnya: “Kamu berbohong tentang aku agar semua ini menguntungkanmu.”

“Aku menahannya karena aku kasihan pada anak-anak, bukan kamu.”

“Tapi ini sudah keterlaluan. Aku tidak peduli pendapat orang lain tentangku, tapi aku tidak terima jika anak-anakku salah paham.”


“Salah paham? Apanya yang salah? Kamu benar-benar tidak tahu? Apa untungnya menjelaskan yang sebenarnya? Apa semua akan berubah? Kenyataan ini tidak akan berubah. Apa pun alasannya, ibu mereka tetap meninggalkan mereka. Ayah mereka yang melindungi mereka sampai sekarang. Itulah kenyataannya.”

“Kamu terlalu kurang ajar. Kamu mau masyarakat tahu semua perbuatanmu padaku dengan kubongkar semuanya?”

“Kamu mengancamku?”

“Kamu merasa terancam karena ada yang kamu sembunyikan. Aku bisa hancurkan kariermu jika aku mau. Aku memberimu kesempatan. Katakan kepada anak-anak kita yang sebenarnya.”

1 komentar


EmoticonEmoticon