8/08/2018

SINOPSIS My ID Is Gangnam Beauty Episode 4 PART 1

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS My ID Is Gangnam Beauty Episode 4 BAGIAN 1


Penulis Sinopsis: Dahlia
All images credit and content copyright: jTBC
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS My ID Is Gangnam Beauty Episode 3 Part 5
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS My ID Is Gangnam Beauty Episode 4 Part 2

Secara eksplisit, terlihat jika Soo-ah merasa kesal dengan sikap perhatian  Woo-young sunbae serta Kyung-suk pada Mi-rae, padahal di momen tersebut harusnya dia yg mendapat perhatian itu.


Ji-hyo membantu Soo-ah, membasuh lukanya di toilet. Mi-rae juga ada disana dan terus meminta maaf, karena merasa bersalah..

“Tidak apa-apa. Pasti ada serpihan kecil yang masuk ke kulitku...” ujar Soo-ah, membuat Ji-hyo berkata: “Bagaimana jika serpihan ini menusuk wajahmu?!”

Tak lama kemudian, Won-ho datang untuk memberikan plester. Ji-hyo mengambilnya, tapi dia sedikit mengomelinya, “Sekotak plester tanpa salep? Apa-apaan dia itu?”


Meski demikian, Soo-ah konsisten menunjukkan sikap ramah, dia pun berterimakasih pada Won-ho. Lalu, Mi-rae menwarkan diri untuk membelikan salep, namun Soo-ah menolaknya, “Tidak usah. Lukanya tidak dalam...” jelasnya


Masuk ke dalam bilik toilet, So-ah mengangkat celananya.. dan ternayta, dia tak terluka sedikit pun (FAKE..)


Sesaat kemduian, Soo-ah sengaja menghampiri Kyung-suk yg tengah megambil minuman dari mesin, lalu berterimakasih padanya karena telah membersihkan pecahan beling.


“Aku melakukannya bukan demi kamu...” ujar Kyung-suk, membuat Soo-ah berkata: “Kamu selalu tidak ramah padaku. Lumayan keren...”

“Keren? Aku tidak ada apa-apanya dibandingkanmu...” tukas Kyung-suk yg langsung berjalan pergi.


Ji-hyo menghampirinya.. dari jauh dia melihat interaksi mereka barusan, tapi tak mendengar apa yg diobrolkan, maka dia pun berkomentar: “Pasti senang. Bersenang-senang dengan pria yang juga menyukaimu...”


Tiba-tiba segerombol sunbae pria datang menghampiri Soo-ah. Merea mendengar insiden di lab, dan mereka semua berlomba menawarkan bantuannya.

“Kudengar kamu terluka. Mau kugendong?”

“Ini hanya luka kecil...”

“Apa maksudmu? Bagiku ini luka besar...”

“Jangan, aku tidak apa-apa...”


Di kantin, Mi-rae tak sengaja berpasan dengan Kyung-su yg langung bertanya padanya: “Bagaimana tanganmu? Masih sakit?”

Mi-rae menajwab tangannya baik-baik saja, dan dia minta maaf karena telah membuat masalah. Tapi kemudian, Kyung-suk bertanya: “Benar kamu yang memecahkannya?”

Agak ragu, Mi-rae menjawab: “Ya, memang aku yg memecahkannya...”


Makan siang bersama.. Mi-rae terus melamun, padahal Jung-boon sedang curhat tentang kekesalannya setelah ditolak bekerja paruh waktu oleh Woo-jin, hanya karena dialeknya.


Yo-eun lantas bertanya, mengapa Jung-boon sempat jatuh cinta pada si Woo-jin? Sambil tersipu, Jung-boon menceritakan: “Senyumnya sangat indah. Saat dia tersenyum Aku merasakan tersebarnya dopamin di dalam tubuhku.”


Pertanyaan dari Kyung-suk membuat Mi-rae mengingat-ingat momen ketika di lab.. dan seingatnya, pada saat terjatuh tabung reaksi itu telah berada di genggamannya Soo-ah..


Meininggalkan topik mengenai insiden di lab, Yoo-eun menceritakan pertemuannya dengan Woo-young sunbae, “Omong-omong, Chan Woo tidak berbuat apa pun setelah insiden itu, ya? Aku tidak ingin memberitahumu karena ini pembicaraan pribadi. Tapi sebenarnya Woo Young memanggilku ke kantornya hari itu. Chan Woo mengumpulkan semua anak baru dari angkatan kita. Dia sudah mendengar kejadiannya. Jadi, aku ceritakan semua padanya...”


Yoo-eun juga tak sengaja menguping ketika Woo-young sunbae menegur Chan-woo sunbae. Hal itu membuat Yoo-eun merasa lega, “Aku muak menjadi ketua angkatan kita dan datang ke sekolah karena Chan Woo. Tapi Woo Young membuatku merasa jauh lebih nyaman...”


Setelah memimpin rapat di kantornya, Nyonya Na mengunjungi Universitar Hanguk. Disana, dia bertemu dengan sobatnya yg sekarang telah menjadi Profesor di Jurrusn Kimia.


Karena tak sengaja berpapasan, Profesor mengenalkannya pada sosok Woo-young sunbae, yg telah menulis tesis yg kebetulan penah dibaca dan sepertinay sangat diseukai oleh Nyonya Na.


Mi-rae duduk sendirian di halaman kampus.. dia melamun mengingat cerita Yoo-eun. Maka pada saat persaannya gelisah seperti sekarang, Mi-rae pasti menelpon ibunya..

“Ibu sudah makan siang?”

“Jadwal ibu padat... Punya banyak pekerjaan itu bagus....”

“Aku akan mencari kerja paruh waktu dan membantu biaya rumah sakit. Jadi, jangan bekerja terlalu berat”

“Mendengar ucapan itu saja sudah cukup. Fokus belajar saja dan nikmatilah waktumu”

“Bagaimana dengan Ayah? Dia tidak mau menjawab teleponku...”

“Jangan khawatir. Ayahmu akan segera menghubungimu. Beri dia waktu saja dulu...”


Tak lama setelah panggilan teponnya usai, Hyun-jung datang menghampirinya. Lantas Mi-rae minta bantuannya untuk mengambil beberapa fotonya..


Dalam perjalanan, ayah membuka pesan suara dari Ibu: ‘Mi Rae bilang dia akan mengembalikan biaya rumah sakit. Mendengarnya berkata begitu hampir membuatku menangis. Seperti inikah caramu menyayangi putrimu? Aku mengerti jika kamu kecewa. Tapi mau bagaimana lagi? Lupakan yang sudah terjadi. Kesabaranku ada batasnya. Kamu bahkan tidak mengirimiku uang untuk biaya hidup. Apa kamu akan menelantarkan keluargamu?’

Mendengarnya, ayah tak berkomentar apa pun.. hanya menghela nafas panjang, lalu mengemudikan taksinya menuju kedai khusus untuk para sopir taksi.


Dan ternyata.. Ibu sengaja makan siang disana supaya bisa bertemu dengannya. Tapi sayang sekali, karea setelah melihat ibu disana, ayah lanngsung meljukan mobilnya ke tempat yg lain bahkan tanpa sempat turun untuk menyapanya sekali pun.


“Setidaknya makan dulu!!!!” teriak ibu, yg tak berhasil mengejarnya..


Sesampainay di kedai makan yg lain.. ayah menerima pesan masuk dari Mi-rae, g ketika dibuka.. ternyata berisis beberapa fotonya yg menunjukkan simbol ‘heart’, tanpa meunjukkan wajahnya...
Advertisement

1 comments:


EmoticonEmoticon