8/08/2018

SINOPSIS My ID Is Gangnam Beauty Episode 4 PART 4

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS My ID Is Gangnam Beauty Episode 4 BAGIAN 4


Penulis Sinopsis: Dahlia
All images credit and content copyright: jTBC
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS My ID Is Gangnam Beauty Episode 4 Part 3
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS My ID Is Gangnam Beauty Episode 4 Part 5

Ke arah yg berbeda, Kyung-suk dan Nyonya Na pulang dengan menunjukkan ekspresi yg begitu sedih. Sementara Kyung-suk berkaca-kaca, Nyonya Na tak kuasa menahan tangisannya..


Kyung-suk teringat momen mengerikan, semasa kecil dia dan adiknya tak sengaja melihat sang ibu yg mencoba untuk bunuh diri dengan mengiris pergelangan tangannya..

Entah apa yg terjadi, namun kala itu ibu menangis histeris sambil berteriak mengatakan: “Lepaskan aku! Aku bukan bunga!!!”


Sementara Nyonya Na.. mengingat momen manisnya bersama dengan Kyung-suk. ketika mereka bahagia, sebagai ibu dan  anak...


Berjalan pulang sendirian, Mi-rae teringat ekspresi murung Kyung-suk, semasa SMP yg seringkali diam melihat keluar jendela...

“Orang-orang mungkin terlihat hidup dengan santai, tapi mereka memaksakan diri untuk bersemangat dan tegar...” begitulah kalimat dari Nyonya na, yg masih teringat olehnya saat ini


Lalu Mi-rae menelpon ibunya, “Hai, Ibu. Di mana Ayah? Aku bertanya saja. Aku merindukan kalian berdua...”

Enggan menjawabnya, ibu membahas yg lain: “Jangan buat dirimu kelaparan untuk menurunkan berat badan...”

Menutup telponnya, lagi-lagi.. Mi-rae merasakan ada hal aneh. Dia menduga ada orang yg mengikutinya, tapi anehnya tak terlihat siapa pun disana...


Ibu terkejut, ketika mendapatkan notifikasi berisi info mengenai kiriman uang dari ayah. Bergegas, ibu menelpon sobatnya ayah, bertanya apakah dia bertemu dengan ayah? Tapi jawabnnya tidak...


Mi-rae sampai di tempatnya Hyun-jung dan lansgung curhat mengenai dirinya yg tak sempat memberitahukan yg terjadi di masa lalu pada Nyonya Na. Kemudian dia cerita mengenai firasatnya yg diikuti sesorang...


Namun ketika memeriksa dari jendela, nampak tak ada siapa pun yg mencurigakan di sekitar tempat tinggal mereka...


Soo-ah pulang ke rumahnya.. yg ternyata berada di pelosok dan lokasinya terihat agak kumuh.


Setelah berganti pakaian, dia langsung membuka laptopnya dan mencari kontak alumni SMP Juryong... 


Esok pagi.. dalam perjalan menuju kampus Mi-rae sempat mencaritahu seputar Nyonya Na lewat internet...


Dalam kelas, Won-ho sengaja mengikuti gayanya Kyung-suk. namun hal itu, malah membuatnya jadi bahan ejekan untuk Sung-woo.


Sesampainya di kampus, Mi-rae sengaja duduk agak jauh dari Kyung-suk. Tapi.s etelah mengingat kejaidan malam kemarin, Kyung-suk sengaja pindah duduk di sebelah Mi-rae...


Kyung-suk mengajak Mi-rae untuk berbicara empat mata dengannya. Ji-hyo dan Soo-ah memerhatikan mereka lalu bertanya-tanya.. ada apakah sebenarnya????


Mi-rae membuka pembicaraa dengan bertanya: “Kamu baik-baik saja semalam?”

Namun Kyung-suk malah balik bertanya: “Bagaimana kamu bisa mengenal wanita itu?”

“Aku bertemu dengannya di acara sampel parfum hari itu. Asisten dosen kita juga hadir. Dia memperkenalkanku kepadanya, dan katanya dia alumni kita..”

“Kamu minum-minum dengan seseorang yang baru kamu kenal hari itu?”

“Sebenarnya... Itu terjadi begitu saja seusai acara itu.”

“Itu saja?”

“Ya.. Dia juga langsung pergi saat itu. Kamu baik-baik saja? Aku khawatir...”


Kalimat Mi-rae membuat Kyung-suk tersinggung, “Kenapa khawatir? Itu bukan urusanmu. Jangan bilang siapa-siapa soal ini”

“Tidak akan. Untuk apa menyebarkan soal ini kepada orang lain?”

“Kamu memintaku merahasiakan bahwa kita pernah satu sekolah. tapi kamu sendiri yang membongkarnya”

“Karena itu masalahku. Itu pun tidak membahayakanmu”

“Kamu juga orang yang gemar mengubah kata-kata seperti itu? Aku membenci orang-orang yang tidak bisa menepati janji”

“Aku juga membenci orang-orang yang melampiaskan amarah kepada orang lain. Pokoknya, aku tidak akan peduli. Jangan khawatir...”
Advertisement


EmoticonEmoticon