8/13/2018

SINOPSIS My ID Is Gangnam Beauty Episode 5 PART 2

SINOPSIS My ID Is Gangnam Beauty Episode 5 BAGIAN 2


Penulis Sinopsis: Dahlia
All images credit and content copyright: jTBC
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS My ID Is Gangnam Beauty Episode 5 Part 1
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS My ID Is Gangnam Beauty Episode 5 Part 3

Kepada Kyung-su, Mi-rae latas menceritakan kisahnya, “Ini memang tidak bisa dibandingkan dengan yang kamu alami, tapi aku juga lama tidak bisa bertemu ayahku. Ayahku tidak mau aku dioperasi plastik. Tapi aku berbohong bahwa aku belajar bahasa di luar negeri dan dioperasi pada waktu itu. Kami bertemu di hari upacara penerimaan kita. Tapi dia marah dan pergi begitu saja. Alasan keluarga akhirnya saling membenci adalah karena mereka marah....”


Dirumah, Ibu sengaja berdandan cantik. Tetapi ayah masih bersikap dingin padanya, “Aku berdamai dengan Mi Rae, bukan kamu!” tukasnya

“Kamu akan mengizinkan dia dioperasi jika aku beri tahu dahulu? Meski harus pergi ke masa lalu, aku tetap mengizinkan dia dioperasi!” ujar ibu yg kemudian menunjukkan video Mi-rae saat menari di masa orientasinya.


“Lihat betapa bahagianya dia! Dia memberitahuku semua orang menyukainya dan dia sangat bersenang-senang. Itu membuatku terharu!” tutur Ibu dengan suara yg bergetar

Meski bersikap sok cuek, tapi diam-diam ayah memerhatikan video itu dengan saksama. Dia pun berkata: “Semua akhirnya menyukai Mi Rae. Siapa yang tidak suka dengannya?”


Kyung-suk bertanya, apakah sekarang Mi-rae merasa puas dengan operasi plastiknya? Agak canggung, Mi-rae menajwab tidak.. dengan alasan terlalu jelas kelihatan bahwa dirinya oplas.

“Kamu juga mengejekku!” ujar Mi-rae, maka Kyung-suk bertanya: “Iyakah? Kapan?”

“Lupakan saja jika kamu lupa..” ucap Mi-rae, namun Kyung-suk mendesaknya untuk cerita, “Kamu tidak boleh pulang sebelum memberitahuku. Katakan kepadaku. Kapan aku mengejekmu?”


“Saat kita di halte bus. Kamu mentertawaiku. Kamu mungkin tidak mengingatnya, tapi aku sangat...”


“Aku ingat. Aku ingat hari itu dengan jelas, tapi aku tidak pernah mentertawaimu. Aku melihat kakimu, bukan wajahmu. Kakimu membuatku tertawa. Aku tidak pernah melihat orang menari begitu. Karena itu aku menanyaimu di orientasi. Aku bisa tahu itu kamu. Kurasa aku hanya tersenyum sekali selama di SMP. Itu karena kamu...” 


Karena mium terlalu banyak, Mi-rae mabuk hingga tak bisa berjalan dengan lurus. Kyung-suk berkata: “Seharusnya jangan minum jika tidak kuat...”

“Aku harus minum agar tahu sekuat apa aku. Bagaimana aku tahu jika tidak pernah minum?”


Ada mobil yg lewat, Mi-rae hampir tertabrak, maka Kyung-suk menariknya hingga membuat badan mereka sangat berdekatan. Beberapa saat, mereka tertegun pada posisi itu, hingga kemudian Kyung-suk melepas tangannya dan melanjutkan langkahnya..


Mereka duduk berdua, menunggu bus di halte. Kyung-suk tiba-tiba bertanya, apakah Mi-rae bisa menunjukkan tarian kakinya lagi..


“Aku lupa caranya...” jawab Mi-rae maka Kyung-suk mempraktekannya dan bertanya apakah gerakannya benar?


Mengalihkan topik obrolan, Mi-rae menanyakan yg terjadi di masa lalu, “Meski aku percaya kamu tidak pernah mentertawaiku... Kenapa kamu berkomentar tentang parfumku? Saat kita piket bersama. Kamu tanya apakah aku pakai parfum. Kamu mau menggangguku, bukan?..”


“Parfum itu... Aroma yang paling kubenci. Parfum wanita itu. Dia selalu menatap dirinya di cermin dan menyemprot parfum ke sekujur tubuhnya. Seperti orang gila. Suatu hari, dia menelantarkan anak-anaknya dan pergi...” papar Kyung-suk


Tapi kemudian, Mi-rae teringat momen ketika ibunya Kyung-suk menyelamatkannya di jembatan. Ia hendak menceritakan hal itu, namun bis-nya datang..


“Mau kuantar pulang?” tanya Kyung-suk.

“Tidak usah.” Jawab Mi-rae yg kemudian pamit pulang


Nyonya Na sedang bertemu dengan model parfum-nya (cameo: Bora). Mereka berbincang seputar bisnis, hingga kemudian Bora bertanya berapa usia Nyonya Na?


“47 tahun..” jawabnya, yg seketika membuat Bora takjub, “Astaga. Kukira jauh lebih muda. Anda pergi ke klinik perawatan kulit apa?”

“Aku tidak ke klinik mana pun...” jawabnya


Ketika pulang,, Bora langsung menyuruh asistennya untuk mencaritahu klinik kecantikan tepat Nyonya Na melakukan perawatan, “Aku akan ke sana mulai sekarang!!!” ujarnya
Comments


EmoticonEmoticon