8/22/2018

SINOPSIS My ID Is Gangnam Beauty Episode 7 PART 2

SINOPSIS My ID Is Gangnam Beauty Episode 7 BAGIAN 2


Penulis Sinopsis: Dahlia
All images credit and content copyright: jTBC
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS My ID Is Gangnam Beauty Episode 7 Part 1
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS My ID Is Gangnam Beauty Episode 7 Part 3

Setibanya di rumah, Kyung-suk heran melihat komputer adiknya dibawa keluar, maka dia bertanya: “Ini ada apa?”

“Kyung Hee peringkat ke-23 dari 26 pelajar. Ternyata tiga lainnya tidak mengikuti tes. Mereka bahkan tidak pernah masuk sekolah...” jelas Pak Kim


Saat ditemui, Kyung-hee tengah menagis terisak dalam kamarnya, “Aku memang telah melakukan kesalahan, tapi ini terlalu berlebihan...” keluhnya

“Kamu sama sekali tidak melakukan kesalahan. Mendapatkan nilai buruk bukanlah hal yang buruk...” ujar Kyung-suk, yg seketika teringat pada satu momen di masa kecilnya.


Kala itu, dia menangis.. maka sang ayah membentaknya: “Pria tidak boleh menangisi hal yang begitu sepele!”


Namun sang ibu membelanya, dengan balik memarahi ayah, “Kamu ini kenapa? Setidaknya kamu seharusnya menghibur dia”

“Laki-laki harus dibesarkan dengan pola pikir yang kuat. Kamu bukan perempuan. Kenapa mudah menangis?!” ujar ayah, maka Ibu membantahnya, “Apa hubungannya gender dengan menangis? Dia boleh menangis jika merasa kecewa...”

“Aku telah memberinya segalanya, tapi kini dia lemah!” tukas ayah, yg bahkan sampai melarang Kyung-suk untuk masuk ke rumah jika ia terus menangis.


Ibu menenangkannya, “Ayah memang jahat.. Kenapa kamu menangis? Ada yang membuatmu kecewa?” tanyanya penuh perhatian.


Lanjutnya ibu berkata: “Tidak apa-apa. Laki-laki boleh menangis jika mereka mau. Bukan berarti itu membuatmu lemah... Orang kuat yang sebenarnya adalah orang yang selalu ingat untuk tidak menyakiti orang-orang yang lebih lemah daripada mereka...”


Kembali ke realita.. Kini Kyung-hee telah terlelap, sementara Kyung-suk masih melamun di sebelahnya..


Berita mengenai latar belakang keluarga Kyung-suk telah menyebar di seisi kampus. Hampir semua mahasiswa jurusan Kimi, membicarakan hal itu pagi ini..


Semetnara itu, Mi-rae yg baru sampai sedang asyik berjalan sendiria sambil membacara sms dari ayahnya: ‘Jangan lupa makan...’

‘Aku akan mengunjungi Ayah di hari Sabtu...’ balasnya sambil tersenyum senang


Mi-rae sampai di depan kelas.. langkahnya sempat terhenti, karena dia melihat orang-orang yg sepertinya sibuk membicarakan sesauatu. Dia pun berpikiran negatif, dengan mengira mereka semua membicarakannya..


Tapi ketika masuk.. ternyata topik bahasan mereka adalah soal keluarganya Kyung-suk. dan bisa ditebak dengan mudah, kalau sumber utamanya adalah Ji-hyoo..


Ketika Kyung-suk datang, suasana lansgung senyap seketika. Justru hal itu lah yg membuat Kyung-suk makin kesal..


Soo-ah mengampiri Kyung-suk untuk mengembalikan ponselnya. Namun Kyung-suk mengira Soo-ah yg menyebarkan berita tentangnya, maka dengan ketus dia berkata: “Kamu memang yang terburuk...”


Soo-ah tak sempat membela diri karena masuk Bu Dosen. Kelas hari ini tak berlangsung lama, mereka hanya diberi tugas untuk menonton film lalu menuliskan laporan yg dikumpul di akhir bulan..


Mi-rae menghampiri Kyung-suk, untuk bertatanya apakah dia akan datang ke pesta penutupan? Namun Kyung-suk malah bertanya balik: “Kalau kamu?“

“Kurasa aku akan ke sana...” jawab Mi-rae, maka Kyung-suk bilang dia akan mempertimbangkannya.


Mendadak ekspresi Kyung-suk berubah ‘agak’ tengil, ketika dia bertanya: “Kamu keliru naik bus kemarin, bukan?”

Dengan gugup, Mi-rae menjawab: “Tidak. Aku harus ke suatu tempat kemarin...”


Ponsel Mi-rae berdering.. ada telpon dari Woo-young sunbae yg seketika membuat Kyung-suk menunjukkan raut wajah ‘cemburu?’


Mi-rae masuk ke ruangan asdos, dimana Woo-young sunbae sedang sibuk berlatih mengikuti tarian Mi-rae saat di acara orientasi..

“Sunbae..” panggilnya, maka baru lah Woo-young menaydari kehadirannya dan langsung mengajaknya duduk berbincang.


Mi-rae bertanya: “Kenapa mau menemuiku?”

“Aku harus ke kantor Kelun untuk urusan kemitraan dengan mereka. Direktur utamanya ingin kamu datang jika kamu senggang. Dia mau tahu bagaimana caramu membuat lilin. Sepertinya lilin buatanmu bagus...” jelasnya, yg kemudian bertnaya: “Bagaimana kalau hari ini? Apa rencanamu seusai berkuliah?”

“Kami mengadakan pesta penutupan festival hari ini. Kurasa aku bisa ke sana seusai dari kantor bersama Kakak..” jawab Mi-rae

“Baiklah, sampai nanti...” ujar Woo-young, yg kemudian bertanya tentang salah satu koreo dalam tarian Mi-rae, “Bagaimana caramu melakukannya? Aku bisa mengikuti koreografinya, kecuali bagian ini. Kamu bisa mengajariku nanti?”


Jung-boon mengunjungi bar milik Woo-jin. Setelah insiden kemarin, mereka menjadi teman yg lebih akrab.. Jung-boon membantu Woo-jin, karena hari ini, dia libur bekerja paruh waktu.

“Omong-omong, kenapa kamu tidak mempekerjakan pekerja paruh waktu? Tidak ada yang cantik?” tanya Jung-boon

“Aku tidak punya uang. Kurasa bisnisku akan bangkrut. Mungkin aku harus mengambil deposito rumahku untuk bayar sewa...” jawab Woo-jin


Maka Jung-boon membantunya memeriksa buku keuangan.. tapi ternayta, catatannya sangat berantakan, “Bahkan anak SD akan lebih becus daripada ini. Kamu harus mengelola hal semacam ini dengan Excel...”

Mendengar hal itu, membuat Woo-jin takjub pada Jung-boon, hingga menyebutnya cerdas. Tapi kemudian Jung-boon hanya bis ageleng kepala sambil mengatakan bahwa itu hanyalah hal mendasar, “Jika kurang pengalaman, kamu harus panggil pekerja yang berpengalaman. Bisnis bukanlah main-main!” tegasnya

Maka Woo-jin memintanya bekerja disini saja. Awalnya Jung-boon bersorak antusias, tapi kemudian dia menggebrak meja sambil bilang: “Kamu pikir aku akan bersemangat? Ini bukan saatnya bermain-main...”


Sambil jalan.. Woo-young sunbae berguru koreografi tarian dari Mi-rae. Dia sangat takjub pada orang-orang yg pandai menari, maka dia terus-terusan memuji Mi-rae..

Seseorang lewat, dan Mi-rae mencoba menebak aroma parfum nya, tapi ia ragu.. maka Woo-young membenarkan tebakannya itu. Ternyata, mereka berdua sama-sama memiliki kesukaan berlebih di bidang parfum.


Lanjutnya, Woo-young bertanya kapan waktu yg cocok untuknya mengadakan pesta rumah baru?

“Aku ingin menemui orang tuaku hari Sabtu ini...” ujar Mi-rae

“Kalau begitu, bagaimana jika Minggu?” tanya  Woo-young

“Aku bisa, tapi entah dengan Hyun Jung...” jawab Mi-rae

Maka Woo-young mengusulkan untuk membuat grup-chat, bersama dengan Hyun-jung dan juga Kyung-suk. Mendengar namanya saja, lansgung membuat Mi-rae terperanjat kaget, “Apa? Kenapa dia?”

“Bukan apa-apa. Kami hanya berteman. Berteman...” jawab Woo-young


Kyung-suk melihat notifikasi undangan grup, namun tak sempat membukanya karena Ji-hyo menghampirinya..


Ji-hyo meminta maaf, “Aku tidak bermaksud melihat isi ponselmu. Tapi pesan singkat itu muncul di layar. Aku hanya menceritakannya ke beberapa temanku, tapi ternyata tersebar ke seluruh jurusan...” jelasnya
Comments


EmoticonEmoticon