8/24/2018

SINOPSIS My ID Is Gangnam Beauty Episode 8 PART 1

SINOPSIS My ID Is Gangnam Beauty Episode 8 BAGIAN 1


Penulis Sinopsis: Dahlia
All images credit and content copyright: jTBC
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS My ID Is Gangnam Beauty Episode 7 Part 5
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS My ID Is Gangnam Beauty Episode 8 Part 2

Sebelum berangkat menuju kediaman Woo-young sunbae, Kyung-suk sempat beriskusi dengan Woo-jin. Karena kartu nya telah di blokir, maka Kyung-suk tak memiliki uang sepeser pun..

Woo-jin lantas berkata: “Sejujurnya, aku bisa membayarmu atas semua bantuan yang kamu berikan kepadaku. Tapi aku tidak bisa mempekerjakanmu. Aku sungguh tidak sanggup...”


Kyung-suk bingung, “Bisakah aku datang ke pesta rumah baru tanpa membawa apa pun?” ujarnya, yg kemudian menunjuk tumpukan perabotan milik Woo-jin sambil bertanya: “Bisakah kamu memberiku itu saja ketimbang membayarku?”

Woo-jin lantas bertanya balik: “Pesta rumah baru siapa yang hendak kamu hadiri?”

“Senior di jurusanku...” jawab Kyung-suk


Begitulah proses hingga akhirnya Kyung-suk menghadiahkan TV itu untuk Woo-young sunbae. Memang sangat mengejutkan dan tak biasa, Woo-young bahkan bertanya padanya: “Apa? Kamu meminjamkannya kepadaku?”

“Ini hadiah..” jawabnya dengan ekspresi datar


Sesaat kemudian, mereka duduk bersama untuk menikmati daging yg dibakar oleh Woo-young sunbae. Para wanita berterimakasih, serta memuji keahliannya memanggang..


Lantas Kyung-suk menawarkan diri untuk gantian membakar. Dia mendengar Hyun-jung memuji Woo-young yg memotong daging-nya kecil-kecil. Maka ia berusaha melakukan hal yg sama.. tapi Kyung-suk memotongnya terlalu kecil.


“Kamu membuat japchae?” sindir Hyun-jung, maka Woo-young sunbae kembali mengambil alih tugas memanggang, sambil membahas hadiahnya: “Aku akan menerima TV-nya sekarang. Ambillah kapan pun kamu butuh. Itu terlalu berlebihan sebagai hadiah...”


Mi-rae bertanya: “Memang kakak tidak pernah menonton TV?”, lalu Woo-young menjawab: “Aku bisa menonton di ponselku. Aku tidak mau membayar lisensi...”

“Aku juga. Tapi Hyun Jung terus menyuruh kami membeli TV...” sahut Mi-rae dengan begitu antusias, karena ternyata mereka memiliki banyak kemiripan sifat. Selain soal TV, mereka pun sangat pemilih dalam hal berbelanja, karena hanya memanfaatkan diskon online. 


Kemudian, Woo-young merekomendasikan waktu nonton yg paling murah, “Jika kamu mau ke bioskop, datanglah di hari Rabu akhir bulan. Kamu akan dapat diskon 50 persen..”

“Kakak sungguh luar biasa..” pujinya, namun Woo-young malah tersenyum dan bilang: “Apanya yang luar biasa? Aku miskin. Harus hemat...”


Kyung-suk ingin ikut nimbrung dalam obrolan mereka, maka dia bilang: “Aku sering beli satu gratis satu di toserba. Saat beli satu, kita bisa mendapatkan gratis satu...”

Namun sedihnya (kocaknya?) tak ada seorang pun yg menanggapinya. Hyun-jung bahkan, malah menyebutnya perusak suasana..


Para perempuan melihat gitar yg tersimpan di depan pintu. Maka Woo-young mengungkapkan bahwa ia bisa bermain gitar, tapi tak begitu pandai..

Kompakan Hyun-jung dan Mi-rae berterpuk tangan meminta Woo-young untuk menunjukkan kebolehannya. Woo-young tersenyum, “Lain kali saja..” ucapnya


Tapi karena terus di desak, akhirnya ia memainkan sebuah lagu dihadapan mereka, yg membuat mata para wanita bergitu terpesona padanya~~


EPISODE 8: “Naluri Dasar..”


Usai makan, secara sukarela mereka membantu Woo-young sunbae untuk beres-beres.


Kyung-suk menawarkan diri untuk membantu Mi-rae mencuci piring, sementara Woo-young sunbae dan Hyun-jung pergi keluar untuk membuang sampah.


Saat diluar, Hyun-jung mengobrol dengan Woo-young: “Kyung Seok sangat berbeda dengan yang kukira. Dia pandai berbaur...”

“Kenapa? Dia sulit bergaul di SMA?” tanya Woo-young, maka Hyun-jung menjelaskan: “Bukan sulit bergaul. Apa sebutannya, ya? Mungkin bisa dibilang tidak bisa didekati? Tidak kusangka pria semacam itu mengingat Mi Rae. Aku sangat terkejut...”


Mi-rae memerhatikan Kyung-suk, dalam benarknya dia mendumel: “Aku tahu dia membenci ibunya, tapi ibunya sedang diopname. Dia harus menjenguknya setidaknya sekali. Tapi kenapa dia malah datang kemari?”


Sedaritadi, Kyung-suk belum mulai mencuci piringnya, dia malah berkutat dengan cairan pembersih, karena tak tahu cara membukanya. Karena gereget.. akhirnya Mi-rae kembali mengambil alih tugas itu dari Kyung-suk. 


Kembali kedalam, Woo-young sunbae mengajak mereka untuk rutin nonton ke Bioskop tiap Hari Rabu di akhir bulan.

“SETUJU!!!” jawab Mi-rae dan Hyun-jung


Tapi kemudian, Kyung-suk mengajak Mi-rae untuk nonton berduaan saja dengan alasan tugas Kajian Budaya Pop.

Dalam benaknya, Mi-rae berkata: “Ini hanya tugas, maka akan aneh jika menolaknya...”, maka ia pun mengiyakan ajakan dari Kyung-suk itu.


Woo-young yg lebih senior lantas memberitahukan bahwa untuk dapat nilai besar, mereka hanya perlu menuliskan laporan yg panjang.

Mi-rae berterimakasih atas infomanya, namun seakan tak ingin tersaingi, Kyung-suk dengan ketus malah bilang: “Aku tahu itu. Aku pernah mendengarnya...”


Sebelum berpisah, Kyung-suk bertanya pada Mi-rae: “Mau bertemu setelah kuliah besok? Kelasku selesai pukul 16.00..”

Tapi ternyata, kelas terakhir Mi-rae pukul 17.00. meski demikian, Kyun-gsuk bilang dia bersedia menunggunya. Sejujurnya, Mi-rae sangat gugup, karena mengetahui besok mereka hanya nonton berduaan saja.


Terakhir, Kyung-suk bertanya: “Kalian tinggal di mana?”

“Kami tinggal di atas sana..” jawabnya, yg seketika membuat Kyung-suk bergumam: “Mereka tinggal berdekatan...”


Hyun-jung menggoda Mi-rae, “Kini saatnya kamu ke bioskop bersama seorang pria. Terlebih lagi, ke bioskop bersama pria yang sangat tampan...”

“Kami hanya mengerjakan tugas...” sanggah Mi-rae

“Apa menurutmu Kyung Seok menyukaimu?” tanya Hyun-jung, yg seketika membuat Mi-rae tertegun tapi kemudian dia menanggapinay dengan candaan.


Ketika Hyun-jung pergi ke toilet, Mi-rae menerima sms dari kyung-suk: ‘Kita bertemu di Sinchon Cinetown pukul 18.00...’

Setelah membacanya, MI-rae langsung berkata: “Ini sungguh terasa seperti kencan...”


Kyung-suk mengobrol dengan woo-jin yg mengeluh: “Kurasa bisnisku akan bangkrut. Bagaimana jika kamu bolos besok dan ke pantai bersamaku...”

“Aku ada rencana ke bioskop...” ajwab Kyung-suk, maka Woo-jin penasaran, “Bioskop? Bersama siapa?”

“Aku harus mengerjakan tugas untuk Kajian Budaya Pop...” jawab Kyung-suk dengan ekspresi datarnya, membuat Woo-jin berkomentar: “Kamu pasti punya uang untuk membeli tiket bioskop...”

Tapi kemudian, Kyung-suk bilang dia tak punya uang, “Pinjamkan aku...” pintanya, membuat Woo-jin menyindirinya: “Astaga, kenapa kamu menjadi miskin?”


Woo-jin memberikan selembar uang yg cukup untuk membeli tiket, tapi kemudian Kyung-suk mengembalikannya dan malah minta 50 dollar.

“Apa maksudmu?” ujar Woo-jin, maka Kyung-suk berkata: “Aku juga butuh uang untuk popcorn dan makan malam...”

“Popcorn apanya?! Jujurlah kepadaku. Kamu akan berkencan, bukan?” tanya Woo-jin, tapi Kyung-suk kekeh mengatakan bahwa ini hanya lah tugas..

1 komentar


EmoticonEmoticon