8/08/2018

SINOPSIS Thirty But Seventeen Episode 10 PART 3

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS Still 17 Episode 10 BAGIAN 3


Penulis Sinopsis: Dahlia
All images credit and content copyright: SBS
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Thirty But Seventeen Episode 10 Part 2
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Thirty But Seventeen Episode 11 Part 1

Woo-jin tengah berada di kantornya.. dia melihat berita mengenai kecelakaan kala itu, dan jelas tertera nama ‘Noh Su-mi’ sebagai salah satu korban meninggal..


Dia teringat momen yg sangat menyedihkan dan menyakitkan.. kala itu, Woo-jin sempat mendatangi rumah duka tempat Su-mi di semayamkan, dimana semua orang menangis di depan matanya.

Ayah Su-mi menghampirinay dan berterimakasih atas kedatangannya, mengira Woo-jin adalah teman mendinga putrinya. Tapi Woo-jin tak kuasa menahan rasa bersalahnya.. dia malah berlari pergi begitu saja..


Esok paginya.. Seo-ri mencari Woo-jin. Namun dia kecewa, ketika Jennifer menjelaskan, bahwa Woo-jin pulang pukul 3 pagi dan langsung berangkat lagi di pagi hari tadi.


Ternyata.. Woo-jin pergi menemui psiskiatertnya, yg dulu juga menanganinya semasa remaja.


Kala itu.. Woo-jin tak mau terbuka, menceirtakan kisahnya. Maka dokter berusaha keras mengalihkan perhatiannya, pada kegemarannya yakni menggambar...


Dan kini, setelah belasan tahun berlalu... Woo-jin kembali merasakan efek traumatis dari masa lalunya, “Kukira aku telah melupakan insiden itu. Aku hampir berhasil melakukannya, tapi itu kembali ke pikiranku setelah dia muncul...”

“Aku yakin situasi serupa atau suasana  yang menjadi penghubungnya. Itu bertindak sebagai pemicu dan penyebab rangkaian kilas balik. Tapi saat ini, kita tidak bisa menyimpulkan bahwa dia bertindak sebagai pemicunya...” jelas Dokter


“Memori soal kecelakaan itu muncul kembali setelah 13 tahun. Serta, memori wanita yang meninggal itu telah kembali...” tutur Woo-jin

“Meski kamu tidak bersamanya, suara mengejutkan yang tertanam pada memorimu atau situasi serupa yang dapat menyebabkan kilas balik. Seakan yang terjadi saat itu sedang terjadi saat ini. Meski orang yang kamu lihat di jembatan penyeberangan orang adalah orang yang benar-benar berbeda, karena kamu melihat situasi yang mirip dengan masa lalumu, memorimu mungkin mengalami timpang tindih...” papar dokter, yg kemudian bertanya: “Haruskah kamu bertemu dengan wanita itu untuk waktu yang lama?”


“Tidak lama..” jawab Woo-jin, maka dokter menjelaskan, “Ini akan sulit. Daripada menghindari dia, lebih baik menyadari bahwa mereka berdua berbeda. Misalnya, carilah perbedaan antara wanita itu dan gadis di masa lalumu. Kamu bisa mencari tahu makanan kesukaannya, kebiasaannya, hobinya, dan karakteristik lainnya. Dan menerima dia apa adanya...”

“Menerima apa adanya? Bagaimana jika kilas baliknya kembali?” tanya Woo-jin, maka Dokter menjawab: “Bayangkan tempat yang membuatmu merasa tenang dan tarik napas yang dalam. Membayangkan pengalaman yang baik dan menyenangkan mungkin membantu...”


Di kantor, Ji-hyun mengangkat telpon dari Rin-kim yg bertenya seputar video pentas yg dikirmnya.. tapi karena Ji-hyum tak begitu memahaminya, maka Rin-kim meminta untuk disambungkan dengan wanita yg dulu berbincang dengannya..


Hal tersebut membuatnya bingung, karena satu-satunya wanita yg bekerja disini adalah Hee-su.. tapi wanita yg dimaksud Rin-kim, bukanlah dia...


Dalam latihannya kali ini, Woo-jin sangat bersemangat dan tak lelah, meski telah berlari satu putaran keliling lapangan dia lanjut pemanasan dengan mangangkat dayungnya.

“Dunia ini sangat indah... Lihatlah awan-awan itu... Burung-burung berkicau dengan indah...” ujarnya dengan senyuman yg berunga-bunga, membuat sobatnya komentar ketus, “Awan-awannya abu-abu. Suara gagak menggaok tidak mungkin terdengar indah. Dia benar-benar sudah gila...”


Tiba-tiba ponselnya berdering, Chan mengangkat telpon masuk dari Hee-su, yg ingin menanyakan sesuatu padanya.


Woo-jin sempat mengehntikan mobilnya di pinggir jalan.. pikiran tentang Seo-ri membuatnya sangat gusar, “Satu bulan.. hanya satu bulan..” ujarnya lirih


Saat mendayung perahunya.. lagi-lagi, Chan melepas dayungnya, karena alasan dadanya yg gatal. Tapi kali ini.. Chan menngungkapkan, bahwa dia telah mengetahui penyebabnya...


Sesampainya di kantor, Woo-jin kaget melihat Seo-ri yg ternyata diangkat menjaid staff tambahan untuk acara festival musik jazz. Seo-ri menyapanya dengan riang, tapi Woo-ji hanya tertegun diam...


Dalam sesi konseling sebelumnya, Woo-jin menangis mengungkapkan perasaannya: “Aku takut. Makin dekat dengannya... Aku takut memori itu akan kembali. Aku takut akan terjebak dalam kehidupan orang lain lagi...” ungkapnya


Advertisement

3 comments

Terima kasih. Semakin penasaran. Ditunggu lanjutannya

Ihhh suka, makin seru aja ceritanya...

Nonton tayang nya di chnel pa si ??? Saya suka bgt ceritanya


EmoticonEmoticon