8/11/2018

SINOPSIS Thirty But Seventeen Episode 11 PART 2

SINOPSIS Still 17 Episode 11 BAGIAN 2


Penulis Sinopsis: Dahlia
All images credit and content copyright: SBS
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Thirty But Seventeen Episode 11 Part 1
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Thirty But Seventeen Episode 11 Part 3

Pulang ke rumah, Seo-ri mendapat kejutan kecil-kecilan dari Chan, untuk memberi selamat atas pekerjaan barunya. 


Chan sangat riang, ketika masuk kamar.. dia berbicara dengan ayam kecil piaraannya, “Kenapa kamu melihatku begitu? Tidak, bukan begitu... Dia orang dewasa usia 30 tahun. Dengar, Chick Junior. Aku membawamu kemari, jadi, aku mengurusmu. Aku mengurus wanita itu karena aku menyuruhnya tinggal di sini. Aku sama-sama menyukai kamu dan dia. Kamu tahu itu, bukan?” ujarnya


Malam hari, Woo-jin tak bisa tertidur dengan lelap. Pikirannya dipenuhi oleh kenangan menyakitkan tentang kecelakaan itu, yg membuatnya erus merasa bersalah...


Hingga dini hari, Seo-ri masih sibuk melipat kaos kaki sambil memkirkan konsep konser musik klasik. Tetiba, dia mendengar suara pintu yg terbuka...


Dia menengok keluar kamar, tapi tak ada siapa pun.. Ternyata itu, adalah suara Woo-jin yg sengaja berangkat kerja di pagi hari.


Saat hendak berangkat kerja, Seo-ri melihat sekotak hadiah untuknya di depan pintu. Ketika dibuka, ternayta itu adalah seppasang sepatu cantik dari Jennifer...


Kemudian, Chan menghampirinya dan menyapanya, “Ahjumma mau ke mana?”

“Ke kantor...”

“Busnya belum ada...”

“Aku tidak sabar untuk ke kantor. Aku tidak bisa duduk dengan tenang. Toh, aku berjalan ke kantor. Sampai jumpa”

“Lumayan jauh jika berjalan. Kebetulan sekali. Aku hendak keluar untuk latihan pagi. Bibi tahu aku biasa bersepeda pagi-pagi begini, bukan?”

“Apa? Aku tidak tahu”

“Tidak apa-apa, Bibi tahu sekarang. Bibi mau sekalian kuantarkan?”


Tentu.. itu hanya alasannya Chan supaya bisa menganar Seo-ri. Dia pun bergegas mencari-ccari sepedanya, yg untungnya masih tersimpan baik di dekat gudang.


Mmelihat sepedanya yg usang, maka Seo-ri bertanya penasaran: “Kamu yakin menaikinya tiap hari?”

“Tentu. Ini sepeda antik. Dahulu ini milik kakekku. Bibi tahu barang antik sedang tren, bukan?”

“Begitu rupanya. Barang antik...”


Tak sengaja, Seo-ri melihat stiker pororo yg mengingatkannya pada sosok seorang remaja pria yg dia kejar, tapi tak menyahut (sepertinya di bandara dan itu Woo-jin???)


Seo-ri bertanya tenang sticker pororo itu, lantas Chan menjelaskan: “Aku penggemar berat Pororo waktu kecil. Dahulu aku menempelkan stiker ini di mana-mana. Kenapa? Bibi suka Pororo juga?”

“Tidak, aku teringat akan sesuatu yang pernah kulihat...” jawabnya


Berangkat.. Seo-ri duduk di boncengan, sementara Chan mengayuh sepedanya dengan riang. Seo-ri hendak berpegangan dengan memeluk Chan, tapi ternyata dia sangat geli-an. Maka akhirnya, Seo-ri berpegangan pada saku celananya Chan...


Mereka melewati turunan, yg otomatis mempercepat laju sepedanya dan secara tak sengaja Seo-ri menarik saku celana Chan, hingga membuat Chan berteriak: “Jangan tarik celanaku! Selangkanganku sakit! Aduh, selangkanganku! Bibi menyakiti selangkanganku!”


Woo-jin tak datang ke kantor, tapi Hee-su mendapat laporan kalau dia telah menyelesaikan rapatnya dengan klien mereka pagi tadi. Sungguh.. itu hal yg sangat aneh, karena sebelumnya Woo-jin tak pernah se rajin itu.

Beralih topik, Ji-hyun meminta Hee-su merayakan bergabungnya Seo-ri. Dia pun setuju utuk mentraktirnya makan-makan malam ini...


Sementara itu, sekarang Woo-jin tengah sibuk mengukur dan memotret benda-benda di sekelilingnya. Dia terus berjalan sendirian.. tanpa ada arah dan tujuan yg pasti.


Dalam acara makan-makannya, Seo-ri ditawari minum soju dan ini adalah kali pertamanya. Awalnya Seo-ri ragu, tapi setelah coba minum segelas.. dia langsung menyukainya dan terus-terusan mengisi gelasnya..


Comments


EmoticonEmoticon