8/13/2018

SINOPSIS Thirty But Seventeen Episode 12 PART 1

Advertisement
SINOPSIS Still 17 Episode 12 BAGIAN 1


Penulis Sinopsis: Dahlia
All images credit and content copyright: SBS
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Thirty But Seventeen Episode 11 Part 3
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Thirty But Seventeen Episode 12 Part 2

Pagi hari datang.. mentari pagi, menyinari ruangan membuat Seo-ri terbangun dari tidurnya, perlahan dia membuka mata.. dan melihat sosok Woo-jin yg tertidur di sebelahnya...


“Aku memimpikan dia? Karena aku minum-minum tadi malam? Mimpiku aneh. Dia tampak begitu nyata...” gumam Seo-ri, sembari mencubit pipi Woo-jin hingga akhirnya membuat Woo-jin terbangun.

Seo-ri kaget, namun dia masih menganggap ini sebatas mimpi: “Astaga, dia membuka matanya. Kenapa dia tampak begitu nyata?”

Dengan ekspresi yg sangat datar, Woo-jin mengatakan bahwa ini bukanlah mimpi. Namun Seo-ri tak percaya, dan tetap menyatakan bahwa ini hanyalah mimpi, “Jika bukan mimpi, ngapain kamu disini?”


“Karena ini kamarku..” jawab Woo-jin, maka Seo-ri menegaskan: “Ini kamarku!”

“Iya.. ini memang kamarmu, tapi itu dulu... 13 tahun yg lalu..” tukas Woo-jin, yg seketika membuat Seo-ri terperanjat kaget, “Apa? Astaga. Soju enak sekali. Aku minum satu seloki, lalu dua, lalu tiga... Aku sungguh meminta maaf...” jelasnya panik


Kepanikannya bertambah, ketika mendengar suara Chan yg berjalan masuk kamar Woo-jin. Maka bergegas, Seo-ri bersembunyi di dalam lemari... sementara Woo-jin, tampak acuh tak mempedulikannya.


Chan hendak meminjam parfum, juga kemeja abu-abu. Dia berjalan menuju lemari untuk mengambilnya.. hal itu membuat Seo-ri resah, takut ketahuan.. tapi Woo-jin bersikap cuek. Hingga akhirnya dia ingat, kalau kemeja itu masih di laundry. Maka dia mengatakannya pada Chan, hingga Chan tak sempat membuka lemari tersebut...


Setelah Chan pergi, Woo-jin membuka lemari dan bertanya pada Seo-ri: “Kenapa kamu bersembunyi?”

“Aku tidak mau membuatmu berada dalam masalah...” jawab Seo-ri, tapi dengan cuek, Woo-jin berkata: “Aku tidak akan berada dalam masalah. Kamu boleh saja memberi tahu dia...”


Tak sengaja, Seo-ri menemukan alat penyedot hadiahnya yg tersimpan didalam lemari tersebut, maka dia pun bertanya kenapa disimpan disana???

Woo-jin malah baik bertanya: “Memangnya kenapa jika kutaruh di dalam situ?”

“Karena... Bukankah lebih baik digantung di luar untuk membuka jendela...” jawab Seo-ri

Tak ingin membahasnya, Woo-jin lanjut mengatakan bahwa dia harus bersiap-siap kerja. Maka Seo-ri harus keluar dari sana.. dan sebelum pergi, dia tak lupa untuk meminta maaf atas tingkahnya tadi...


Woo-jin menutup pintunya, dia tetap menaruh alat penyedot di dalam sana.. bersama dengan benda lain miliknya dan salah satunya,, adalah tempat lukisan bertempelkan sticker pororo miliknya semasa remaja dulu...

“Dia terus mengingatkan memori yang tidak ingin kuingat. Jadi, aku mencoba yang terbaik untuk menjauhinya. Tapi rasanya hanya dia yang tidak bisa kujauhi...” gumamnya


Turun ke bawah.. Seo-ri berjalan dengan lesu. Dia penasaran dan bertanya-tanya, mengapa Woo-jin menaruh hadiah darinya di dalam lemari, seperti barang usang yg tak terpakain lagi...


Tiba-tiba, Chan menghampirinya.. dengan ceria, dia menawarkan diri untuk mengantarkan Seo-ri ke tempat kerja. Tapi Seo-ri menolak, “Katanya aku datang terlalu pagi. Mereka memintaku datang lebih siangan...” jelasnya yg kemudiana berjalan menuju toilet untuk cuci muka


Pulang dari pasar... Jennifer sempat menghentikan langkahnya, karena merasa ada seseroang yg mengikutinya. Dia melirik sekitar, tapi tak siapa pun yg terlihat olehnya...


Namun ternyata.. agi-lagi, kita melihat si perempuan misterius yg memerhatikannya dari ballik semak-semak.,,


Di kantor, Seo-ri hendak menonton video yg dikirim oleh Rin Kim. Tai karena audio laptop kurang bagus, maka dia membutuhkan headset. Hyun mengambil headset milik Woo-jin, yg kebetulan.. tergeletak di meja.

Namun ketika digunakkan, Seo-ri menyadari kalau headset ini tak berfungsi. Ahasil, Hyun pergi keluar untuk mengambil headset miliknya di mobil.


Sambil menunggu, Seo-ri merenung.. mengingat selama ini, Woo-jin terus mengenakan headset itu kemana pun dia pergi.


Tak lama kemudian, Woo-jin datang untuk mengambil barang serta headset-nya itu. Maka Seo-ri memberitahutan soal headset-nya yg rusak..

“Aku tahu...” ucap Woo-jin dengan datarnya, membuat Seo-ri jadi penasaran: “Kenapa kamu menggunakannya jika itu rusak?”

“Kurasa aku tidak perlu menjelaskannya karena kita tidak cukup akrab. Toh, kita tidak akan saling bertemu selamanya dan kita tidak perlu saling lebih mengenal...” tutur Woo-jin yg kemudian berjalan pergi bersamaan dengan datangnya Hee-su


Seo-ri duduk sendirian di rooftop. Dia melamun, mengingat sikap Woo-jin yg belakangan sangag baik padanya.. tapi beberapa hari ini, mendadak dingin, seakan menjauh tapi tak ada alasan yg jelas...
Advertisement


EmoticonEmoticon