8/17/2018

SINOPSIS Thirty But Seventeen Episode 14 PART 1

SINOPSIS Still 17 Episode 14 BAGIAN 1


Penulis Sinopsis: Dahlia
All images credit and content copyright: SBS
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Thirty But Seventeen Episode 13 Part 3
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Thirty But Seventeen Episode 14 Part 2

Sebelumnya, Hyun mengungkapkan rasa kagumnya pada Woo-jin. Salah satu alasannya, karena Woo-jin tak pernah melakukan hal yg aneh-aneh saat mabuk..

Mendengarnya membuat Hee-su terkekeh, “Dia tidak melakukan hal aneh saat mabuk? Kata siapa? Dia memang selalu aneh, tapi dia menjadi sangat aneh saat mabuk...” ungkapnya

“Ayolah, tidak mungkin. Memang Apa yang dia lakukan?” tanya Hyun, maka Hee-su bercerita bahwa Woo-jin gemar bersembunyi ketika dia mabuk.


Dan hal itu memanglah benar.. saat ini, Woo-jin bersembunyi di balik pohon dan ketika Seo-ri menghampirinya, dia langsung berlari kabur layaknya seorang bocah.


Setelah berhasil mengejarnya, Seo-ri memegang erat ujung lengan kemejanya Woo-jin, 

“Kenapa kamu terus melarikan diri? Sepertinya kamu agak mabuk!” omel Seo-ri, namun Woo-jin menegaskan bahwa dirinya tidak mabuk.

“Bicaramu seakan sudah sadar, tapi terus saja melarikan diri. Aku akan memegangmu sampai kita tiba di rumah!!!!” tegas Seo-ri


Tapi kemudian, Woo-jin melepas kemejanya dan berlari lagi. Seo-ri sangat frustasi.. namun dia tak bisa membiarkannya berkeliaran begitu saja..


Woo-jin masuk ke lapangan sepak bola, seakan dia masuk ke rumahnya. Meski tak ada siapa pun, Woo-jin mengucap salam dan seakan berbicara dengan Jennifer..


Kemudian, Woo-jin berbaring di tengah lapangan.. dengan beranggapan kalau itu adalah kamarnya. Seo-ri berusaha membangunkannya, namun dia tak bisa karena badan Woo-jin terlalu berat. 


Terlalu lelah.. Seo-ri akhirnya berbaring di sebelahnya. Sesaat dia menatap Woo-jin, sambil terus memanggil namanya, tapi Woo-jin tak juga merespon...


Terdengar suara alunan musik klasik, yg seketika membuat Seo-ri teringat momen di masa lalu yg sangat membahagiakan. Spontan, matanya mulai berkaca-kaca, “Aku ingin memundurkan waktu...” keluhnya lirih


Saat berbelanja di supermarket, Jennifer berpapasan dengan pasangan suami-istri yg sangat mesra dimana sang istri tengah hamil besar..


Sontak... dia teringat momen di masa lalu, ketika dirinya tengah mengandung dan berjalan sendirian dibawah derasnya hujan. Dia membawa mainan musik berhiaskan penari balet (yg kita lihat di kamarnya), yg tak sengaja dia jatuhkan hingga hiasannya patah...


Tatapannya begitu kosong.. seakan dia dalam kondisi yg benar-benar terpuruk. Hingga tiba-tiba, datang pamannya Seo-ri.. yg langsung memayunginya dan mengajaknya meneduh di pinggiran.


Ketika ditanya kenapa, Jennifer hanya diam.. maka akhirnya, paman Seo-ri memberikan payungnya sementara ia berlari kembali ke mobilnya dalam kondisi kehujanan.


Kembali ke realita.. Jennifer mendengar pengumuman semangka manis yg diskon setengah harga. Maka bergegas dia mengambilnya, namun yg tersisa tinggal satu biji dan ada ahjumma lain yg menginginkannya.

Tanpa perlu menggerutu.. Jennofer hanya menggunakkan tatapan tajamnya, hingga membuat si ahjumma tak bisa berkutik.


Seo-ri meminjam gerobak milik pemulung.. dia meninggalkan secarik pesan, bertuliskan: ‘Aku akan segera mengembalikannya’

Perjalanan menuju rumah, cukup jauh.. Seo-ri begitu kesusahahan, tapi woo-jin malah tertidur dengan sangat lelap, 

“Tubuhku sakit semua. Dia harus mengetahui ini. Dia harus tahu kesulitanku ini!!!!” gerutunya kesal


Setibanya di depan gerbang, kebetulan Jennnifer baru pulang. Dia melihat Woo-jin yg terbaring dalam gerobak.. maka tanpa butuh bantuan siapa pun, dia langsung mengambil posisi dan bersiap membopongnya kedalam..
Comments


EmoticonEmoticon