8/18/2018

SINOPSIS Thirty But Seventeen Episode 15 PART 3

SINOPSIS Still 17 Episode 15 BAGIAN 3


Penulis Sinopsis: Dahlia
All images credit and content copyright: SBS
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Thirty But Seventeen Episode 15 Part 2
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Thirty But Seventeen Episode 16 Part 1

Setelah turun dari kereta, salah seorang pelajar menghampiri Woo-jin dan memberikan hadiah untuknya berupa fotonya dengan Seo-ri dan dibawahnya bertuliskan kalimat: ‘Semoga cinta kalian abadi’


Wo-jin tersenyum senang..  tapi ketika Seo-ri menghampirinya dan bertanya itu apa, Woo-jin segera menaruhnya ke saku dan mengatakan bahwa itu bukan apa-apa....


Sesampainya di hotel, Woo-jin menyuruh Seo-ri masuk ke kamar Hee-su sementara dirinya akan check-in lebih dulu.


Tak sengaja, Seo-ri melihat Rin Kim. Maka dia lansgung menyapanya dan mengajaknya bersalaman.. tapi kali ini, Rin seperti menjaga jarak dengannya..


Rin bergegas meninggalkan Seo-ri, dengan alasan harus bertemu dengan atasannya...


Ketika rapat bersama dengan seluruh tim, Rin memberikan presentasi seputar lagu yg akan dibawakannya. Di salah satu slide, tertulis beberpa judul lagu beserta pengarangnya..

Spontan Seo-ri mengacungkan tangan.. maka presdir bertanya ada apa? Awalnya Seo-ri ragu untuk berbicara, tapi kemudian dia memeparkan seikit kesalahan mengenai pengarang salah satu lagu.


“Banyak orang selama ini mengira "Toy Symphony" dikarang oleh Haydn. Tapi sebenarnya ditulis oleh ayahnya Mozart dan digubah oleh adiknya Haydn. Jadi, kurasa benar jika memperbaiki komposernya menjadi Leopold Mozart...” jelasnya, yg membuat dia menerima pujian langsung dari presdir, “Terima kasih. Aku pun mengira ini karangan Haydn. Kita tidak akan tahu soal itu jika bukan karena wanita pintar ini...”


Rin Kim tersenyum.. tapi tangannya tak bisa berhenti memotek-motek kukunya sendiri, menunjukkan bahwa perasaannya begitu resah bercambur kesal..


Tae-shik mampir ke rumah lama Seo-ri, bersamaan dengan momen ketika Chan pulang bersama kedua sobatnya yg masih ingat pada sosok Tae-shik. Mereka pun menjelaskannya pada Chan, “Dia Pak Dokter yg waktu itu..”

Chan juga ingat, kalau Seo-ri pernah memintanya untuk tak cerita apa pun, jika ada orang dari Rumah Sakit yg satang mencarinya..


Bergegas, Chan menghampirinya dan menjelaskan bahwa ini adalah rumahnya. Tae-shik lalu menjelaskan, “Aku meninggalkan kartu nama waktu datang kemari. Aku ingin tahu apakah wanita yang pernah tinggal di sini kembali.”

Chan bertingkah seolah dia tak tahu banyak hal, “Siapa yang kamu bicarakan? Wanita itu? Dia tidak pernah kembali setelah itu...”


“Tolong telepon aku jika dia kembali lagi...” inta Tae-shik, namun Chan memaparkan: “Kami akan menjual rumah ini. Mereka akan membangun gedung di sini. Kami akan segera pindah, jadi, tidak usah datang kemari lagi. Kamu tidak akan menemukan siapa pun...”


Di lobby, Seo-ri tak sengaja melihat violis yg memainkan salah satu lagu favoritnya. Maka Seo-ri menghampirinya dan langsung memujinya, “Hebat. Itu lagu favoritku di antara semua lagu Kreisler...”

“Tidak banyak orang memperhatikan bahkan selama jam kerjaku. Terima kasih sudah mendengarkan aku berlatih...”


“Violinmu bagus. Resonansinya indah dan senar Evah Pirazzi sangat cocok dengan instrumenmu...”

“Kamu juga bermain violin?”

“Pernah..” jawab Seo-ri yg kemudian pamit pergi, tapi violis itu bertanya apakah Seo-ri ingin coba memainkan violinnya???


Rin Kim kedatangan tamu spesial, yakni guru violinnya semasa remaja. Beliau memuji kesuksesakn Rin, tapi langsung tertegun ketika mendengar alunan suara violin..


Dulu.. dia menjadi juri dalam lomba violin yg diikuti oleh Seo-ri. Dan alunan musik yg sekarang di dengarnya, sama persis dengan musik yg dimainkan Seo-ri kala itu..


Saat ini, Seo-ri memang tengah memainkan violinnya dengan sangat serius. Kebetulan Woo-jin lewat.. maka dia sempat menontonnya dari kejauhan.


Hingga tiba-tiba, pemainannya kacau.. maka Seo-ri berhenti dan mengembalikan violin itu sambil tak lupa berterimakasih. Dia melangkah pergi, dengan raut wajah yg nampak begitu sedih..


Sesaat kemudian, Pak Kim mendatangi tempat itu dan bertanya siapa yg barusan memainkan musik tersebut. Namun sayangnya, si violis belum sempat berkenalan dengan Seo-ri.. 


Rin melihat Seo-ri berjalan keluar.. lalu Pak Kim menghampirinya dan bertanya: “Kamu ingat tahun 2005 saat audisi akompanimen muda? Kamu tahu apa yang terjadi pada anak yang seharusnya bermain denganku? Namanya Woo Seo Ri?”


Rin terdiam, mengingat momen ketika dulu orang selalu membanding-bandingkannya dengan Seo-ri. Bahkan menyebutnya kurang berbakat dan hanya memanfaatkan koneksi keluarganya..


Maka sekarang.. Rin berbohong pada Pak Kim, dengan menagtakan bahwa dia tak mengetahui apa pun tentang Seo-ri.


Seo-ri melamun di halaman, ketika tiba-tiba Woo-jin lewat dengan mengendarai mobilnya. Woo-jin lantas berteriak padanya: “Permisi, jika Nona Kang akhirnya mencariku, bisa katakan kepadanya aku pergi ke pantai dekat sini untuk mencari udara segar?”

“Baiklah. Sampai jumpa...” jawab Seo-ri dengan lesu

Lantas Woo-jin lanjut berteriak: “Hei, jika Hyun mencariku, katakan kepadanya aku pergi ke pantai dekat sini yang jika melihat pantai saja akan membuatku merasa segar...”

“Tentu. Sampai nanti...” sahut Seo-ri, membuat Woo-jin jadi frustasi, Astaga, dia tetap tidak mau ikut. .“

Tepat ketika Woo-jin mengajaknya, Seo-ri akhirnya bertanya apa dia boleh ikut?


Mereka pun berangkat bersama menuju pantai terdekat~~~
Comments


EmoticonEmoticon