8/02/2018

SINOPSIS Thirty But Seventeen Episode 7 PART 2

SINOPSIS Still 17 Episode 7 BAGIAN 2


Penulis Sinopsis: Dahlia
All images credit and content copyright: SBS
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Thirty But Seventeen Episode 7 Part 1
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Thirty But Seventeen Episode 7 Part 3

Chan tengah sibuk push-up, hingga tiba-tiba Woo-jin keluar dari kamar dan membuatnya lupa sudah sampai hitungan berapa.


“Kamu menghitung sampai 91” ujar Woo-jin

“Baiklah. Terima kasih..” sahut Chan, yg kemudian kaget melihat koper besar yg dibawa oleh Woo-jin, “Untuk apa itu?” tanyanya

“Aku akan pergi ke studio dan tinggal di sana sekitar sebulan...” ungkap Woo-jin, yg tentunya membuat Chan terkejut, “Apa? Selama sebulan penuh?”


Tak lupa, Woo-jin berbicara dengan Jennifer untuk menitipkan pesan: “Tolong jaga Chan dengan baik hingga aku pulang...”


Chan masih tak bisa menerima keputusan mendadak itu, dia pun menghadang Woo-jin. Tetapi Woo-jin tetapp melangkah menuju pintu keluar, “Paman yakin kamu akan makan dengan teratur. Bekerja keraslah saat latihan. Untuk belajar... Toh, kamu tidak pernah belajar, jadi, pertahankan. Paman akan meneleponmu tiap hari...” paparnya

“Hanya butuh 10 menit untuk ke studio. Kenapa Paman mau tidur dan makan di situ? Apa Paman tidak nyaman karena Bibi di sini? Aneh karena itu persis sebulan...” cecar Chan, tapi Woo-jin enggan memberi jawaban apa pun


Sekali lagi, Chan bertanya apakah ini karena Seo-ri? Bersamaan dengan itu Woo-jin membuka pintu keluar dan ternayta.. Seo-ri telah berdiri disana.


Chan kaget, “Sedang apa Bibi di situ?”. Seo-ri menjawab, “Aku tadi keluar ke taman...”

Takut perkataannya menyakiti hati Seo-ri, maka Chan dengan gaya bicara gelagapan, berusaha untuk meluruskan, “Masalahnya... Kami mengatakan bagaimana Deok Gu menjadi lebih sehat berkat Bibi. Itu yang kami bicarakan...”

“Begitu, ya...” jawab Seo-ri yg kemudian berjalan masuk ke kamarnya


Esok harinya.. Seo-ri menempelkan banyak selebaran di pinggir jalan, yg diatasnya bertuliskan: ‘Paman. Ini aku, Seo Ri! Aku di rumah lama kita! Datanglah’


Sementara Chan masih terus berusaha membujuk Woo-jin untuk mau kembali pulang, “Aku merindukanmu, Mister Gong. Pulanglah... Aku akan mengadukan Paman kepada Ibu. Paman tidak merindukan keponakan kesayangan Paman?”


Lalu di hari-hari berikutnya.. Seo-ri masih terus menulis selebaran-selebaran itu dengan tangannya sendiri..


Chan juga masih sibuk membujuk Woo-jin. Sempat dia berbohong, mengatakan Deok-gu hilang.. Eh tapi tiba-tiba, Deok-gu menggnggong tepat di dekatnya.

Woo-jin bertanya, “Semua baik saja?”, lalu dengan kesal Chan menjawab: “Pamanku kabur dari rumah saat aku masih SMA. Tentu, aku tidak baik-baik saja..”

“Aku akan mampir dua hari lagi. Sampai jumpa...” ujar Woo-jin


Kareana keecerobohannya sendiri, Woo-jin terjatuh.. dia lupa kalau sebelumnya dia sempat menarik kursinya kebelakang, tapi dia malah duduk di tempat semula~~


Di pagi hari, Chan tengah menggosok gigi. Tiba-tiba, terdengar suara pintu depan yg terbuka... dia antusias mengira kalau itu adalah pamannya. Maka spontan, dia tak sengaja menelan air kumur-kumurnya..


Namun ketika turun ke bawah, ternyata yg datang adalah kedua sahabatnya, “Hae Bum, Deok Su. Kukira yg datang Mister Gong...” keluhnya

“Apa yang terjadi pada paman kita? Memang Mister Gong kenapa?” tanya mereka, membuat Chan berkomentar: “Dia pamanku dan Mister Gong-ku!”


Sesaat kemudian, Seo-ri keluar dari kamarnya.. maka dengan gaya bicara yg gelagapan Chan berusaha menjelaskan: “Pekerjaan Mister Gong menjadi sangat sibuk, jadi, dia pindah untuk bekerja. Dia tidak kabur atau semacamnya...”

Seo-ri tak begitu peduli, dia pun pamit pergi. Jennifer memintanya sarapan dulu, tapi Dseo-ri menolak dengan alasan dia tak nafsu makan..


Setelah Seo-ri pergi, Hae-bum bertanya pada Chan: “Ada apa ini? Pamanmu kabur karena dia?”, membuat Chan kaget dan balik bertanya: “Bagaimana kamu tahu?”

“Karena ucapanmu mudah dimengerti...” jawabnya, maka Chan hanya bisa menggarus kepalanya sambil mengeluh: “Asataga.. aku mengacaukannya..”


Seo-ri kembali bepergian untuk mencari pamannya. Kali ini, dia melihat seorang ajusshi mirip sang paman, maka dia mengejarnya hingga berhasil meraih tangannya.. Tapi ketika ajusshi itu berbalik, teranyata dia bukan pamannya..


Momen itu, akhirnya mengingatkan Seo-ri pada insiden tempo hari, ketika dirinya memarahi Woo-jin dengan begitu kasar, “Aku salah. Itu bukan karena dia... Bagaimana aku akan meminta maaf?” keluhnya lirih
Comments


EmoticonEmoticon