8/26/2018

SINOPSIS Witch's Love Episode 1 PART 2

SINOPSIS Witch's Love Episode 1 BAGIAN 2


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: DramaX
Supported by: sinopsis-tamura.blogspot.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Witch's Love Episode 1 Part 1
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Witch's Love Episode 1 Part 3

Sung Tae keluar dari lift dan Sekretaris Kim langsung menghampiri Direkturnya itu. Ia bertanya apakah Sekretaris Kim sudah menemukan wanita yang hampir mereka tabrak, karena wanita itu bisa melaporkannya sebagai kasus tabrak lari. Sekretaris Kim bilang ia sudah menghubungi Polisi dan Pihak Asuransi, jadi tidak akan ada masalah. Ia juga mengatakan bahwa ada beberpa hal aneh dari restoran sup nasi yang sedang mereka selidiki.


Di ruang rapat, Sekretaris Kim menempelkan tiga foto restoran itu dan mengatakan bahwa itu adalah tempat yang terkenal di daerah tersebut. Sung Tae memintanya agar menjelaskannya secara detail.


“Tempat ini sudah ada selama 50 tahun tanpa bangkrut. Gelombang krisis keuangan tidak mengganggu mereka. Mereka juga tidak memasang iklan di TV karena tidak ingin menarik lebih banyak pelanggan,” jelas Sekretaris Kim.


“Ada rumor kalau mereka menambahkan narkoba ke dalam sup nasi mereka.”


“Ada rumor juga kalau mereka memasukkan daging aneh ke dalamnya. Orang-orang mengatakan itu bukan daging biasa.”


Cho Hong melihat jam dan membunyikan bel, “Tinggal 10 menit lagi!” Para pelanggan kemudian terburu-buru menghabiskan sup mereka.


“Mereka memberlakukan jam kerja, jadi ketika jam 6 sore, mereka akan mengambil sendokmu. Itu sebabnya nama panggilan mereka adalah ‘Restoran Jam 6’,” lanjut Sekretaris Kim.


Nenek Ye Soon tampak mengambil sendok dari pelanggan yang belum menyelesaikannya makannya dan langsung merapikan mangkoknya. Aeng Doo bahkan membopong pelanggan itu keluar.


Sekretaris Kim mengatakan bahwa ada 3 orang yang tinggal di restoran itu, tapi foto yang ia tunjukkan semuanya blur. Ia mengatakan siapapun tidak dibiarkan mengambil foto di sana, karena sangat berhati-hati dengan lingkungannya.


Sung Tae: “Mereka berhati-hati tentang lingkungan mereka?”
Sek. Kim: “Ya. Sangat. Mereka tidak berinteraksi dengan tetangga mereka. Mereka bahkan tidak bergabung dengan pertemuan komunitas toko. Tidak ada informasi tentang mereka.”
Sung Tae: “Usia… berapa usia mereka?”


Sekretaris Kim bilang usia mereka 90-an, 80-an, dan yang termuda lahir tahun 1994. “Cukup. Itu bukan tempatnya. Jika sudah 25 tahun, maka saat itu dia berusia kurang dari satu tahun. Apa yang bisa dilakukan oleh dua nenek dan bayi?” kata Sung Tae.


Di depan lift, lagi-lagi Sekretaris Kim mengumpat di belakang Sung Tae. “Berdiri di sampingku,’ kata Sung Tae dan Sekretaris Kim langsung pindah. “Tapi, apa yang keluarga itu lakukan setelah mereka tutup jam 6?”


Di lantai atas restoran, tampak beberapa makanan di atas meja makan. Nenek Ye Soon dan Aeng Doo tampak bermain kartu, sedangkan Cho Hong sedang mengetik pesan di ponselnya.


Cho Hong kesal karena Min Soo mengabarkan bahwa dia sedang lembur hari ini dan mereka juga tidak bisa bertemu akhir pekan nanti karena Min Soo ada acara dengan nasabah bank dan atasannya. Ia menghela napas dan menggerutu, “Kenapa manusia terus bekerja? Selalu lembur atau tugas khusus. Kenapa mereka tidak punya waktu untuk beristirahat?”


Aeng Doo bilang itu karena manusia tidak memiliki keterampilan dan harus mendapatkan uang menggunakan tubuh mereka. Aeng Doo akan bermain curang, tapi ternyata Nenek Ye Soon mengetahuinya. Nenek Ye Soon bertanya sejak kapan Cho Hong tertarik dan peduli pada manusia. Cho Hong bilang ia hanya merasa kasihan.


“Itulah kenapa kau harus mengendalikan kekuatanmu dengan baik. JIka jatuh, kau tidak akan bisa tidur, seperti manusia. Maka kau akan sangat menderita 24 jam. Berhenti menggunakan kekuatanmu tanpa alasan!” pesan Nenek Ye Soon.


Cho Hong: “Tidak. Aku tidak melakukan itu.”
Nenek: “Kereta bayi? Informasi tentangmu ada dimana-mana. Identitasmu terbongkar dan kekuatanmu hilang. Entah itu bayi atau orang tua, berhenti mempedulikan manusia. Jangan menyukai! Jangan bersikap baik! Jangan ada cinta! Jangan melakukan apa-apa.”


Cho Hong lalu merasakan sesuatu dan melihat keluar jendela, tapi ia tidak menemukan apapun. Ia lalu menutup tirainya dan mengajak mereka tidur.


Setelah lampu ruangan dimatikan, terlihat seseorang memakai topi berdiri di luar dan memperhatikan restoran.


Pria pengantar makanan ternyata adalah pemilik restoran ayam bakar utuh. Ia menghitung keuangan restorannya, lalu meremas rambutnya karena kesal. Ia kemudian mengangkat telepon dengan ceria, karena mengira itu dari pelanggan.


Senyum pria itu hilang karena telepon itu dari atasannya, Wakil Kim, yang menyuruhnya melakukan cara lain agar restoran tidak bangkrut. Ia meminta kantor pusat memberikan bantuan keuangan, karena ia kesulitan dengan biaya sewa, upah karyawan, biaya iklan dan promosi. Ia kesal karena Wakil Kim menyuruhnya bekerja bersama keluarga, bukan dengan paruh waktu.


“Aku bercerai karena mendirikan restoran ayam bakar utuh ini!” kata pria itu marah lalu menutup teleponnya. Ia lalu duduk lagi dan menghela napas. Ia bertekad untuk terus membuka restorannya.


Keesokan harinya, pria itu datang lagi ke restoran sup nasi dan memanggil Aeng Doo. Ia bertanya apakah Aeng Doo tidak ingin membuka cabang, tapi Aeng Doo mengira itu hanya trik untuk mendekatinya. Nenek Ye Soon datang dan menegur Aeng Doo yang malah duduk, bukannya merapikan bekas makanan pelanggannya. 


Pria yang merupakan Ketua Komunitas Toko juga berusaha membujuk Nenek Ye Soon untuk mmebuka cabang, tetapi tidak berhasil. Nenek Ye Soon bilang Ketua harusnya menyejahterakan restorannya sendiri, bukan mengganggu restoran lain, apalagi ada restoran ayam utuh baru yang buka di depan restoran Ketua.


Nenek lalu mengusir pergi Ketua dan mengingatkan agar tidak lagi mengatakan akan membuat restoran sup nasi menjadi terkenal. Jika tidak, maka Ketua tidak bisa lagi menjadi pelanggan restorannya. Nenek Ye Soon kemudian masuk sambil menarik Aeng Doo yang sepertinya menyukai Ketua.


Di dalam restoran, Aeng Doo mengatakan bahwa Ketua tidak benar-benar ingin membuka cabang, tetapi ingin menjalin hubungan dengannya. Nenek Ye Soon tidak percaya.


Di ruang kerjanya, Sung Tae kembali melihat dokumen tentang restoran sup nasi. Karena sangat penasaran, ia memutuskan untuk mendatangi tempat itu sendirian.


Sung Tae mampir ke sebuah mini market untuk menanyakan lokasi restoran itu, tetapi kasir tidak mengetahuinya. Ia kemudian menghubungi Sekretaris Kim untuk menanyakan lokasi tepatnya dan nama restorannya.


Cho Hong kemudian masuk ke mini market dan menanyakan letak kosmetik. Ia kemudian berjalan ke arah rak yang ditunjuk dan Sung Tae sedang berdiri tepat di depan rak itu. Tanpa sengaja nampan Cho Hong mengenai pinggang belakang Sung Tae. Secara reflek, Sung Tae akan membanting Cho Hong dengan teknik judo.


Namun kemudian, malah Cho Hong yang berhasil membanting Sung Tae dengan mudah dan membuat orang-orang yang ada di mini market terkejut dan khawatir. Sung Tae berusaha berdiri dengan menahan sakit. Ia bilang ia merasa ada benda tajam yang menusuknya.


Ia kemudian memperhatikan nampan dan high heels Cho Hong dan menyadari bahwa wanita itulah yang hampir tertabrak oleh Sekretaris Kim.


Comments


EmoticonEmoticon