8/30/2018

SINOPSIS Witch's Love Episode 2 PART 3

SINOPSIS Witch's Love Episode 2 BAGIAN 3


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: DramaX
Supported by: sinopsis-tamura.blogspot.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Witch's Love Episode 2 Part 2
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Witch's Love Episode 2 Part 4

Cho Hong yang sedang tertawa terbahak-bahak terkejut karena ada yang memukul kepalanya. Saat ia menoleh dengan marah, ternyata itu adalah neneknya. Nenek menjewer telinga Cho Hong sampai di rumah. Ia marah karena bukannya menemui konsultan keuangan, Cho Hong malah membuat pertunjukkan nyamuk di tengah jalan.


“Aku memang bertemu dengan konsultan keuangan! Itu berhasil,” kata Cho Hong. Nenek dan Aeng Doo tidak percaya. “Dia bilang jangan khawatir. Dia bilang 100 juta akan dipinjamkan kepada kita dalam 2 minggu.” Nenek bertanya siapa yang memberi mereka pinjaman. “Itu…”


“Apa?! Pacar?” kata nenek dan Aeng Doo bersamaan. Cho Hong mengiyakan dan berkata bahwa Oppa Min Soo adalah orang yang baik, tidak seperti pendapat neneknya tentang manusia. “Apa? Oppa?” Cho Hong yang salah paham menganggap Min Soo merasakan kesedihan yang sama dan bahwa ia merasa Min Soo benar-benar mencintainya. “Apa? CInta?”


Nenek: “Apa yang dia sukai darimu?”
Cho Hong: “Apa?”
Nenek: “Asal kau tahu. Kau tidak punya uang atau latar belakang. Selain itu, kau tidak terlalu cantik. Bahkan restoran sup nasi ini akan diserahkan pada orang lain. Tapi, dia masih mencintaimu?”


Cho Hong berkata bahwa cinta bertemu antara dua jiwa kesepian yang berkeliaran di ruang dingin dan gelap, lalu saling bertemu, kemudian melahirkan alam semesta baru, tapi tidak ada yang bisa menjelaskan bagaimana itu terjadi.


Aeng Doo mengedip-ngedipkan matanya dan bertanya pada nenek apa yang sedang Cho Hong bicarakn. “Entahlah. Aku juga tidak tahu. Tapi aku yakin mereka menyebutnya ‘omong kosong’,” kata nenek.


Nenek lalu menarik Cho Hong ke depan cermin dan memperlihatkan tanda penyihir Cho Hong yang berkedip. Ia bilang tanda itu tidak akan menjadi berkedip, jika pria itu benar-benar mencintainya. “Manusia adlaah sekelompok manusia yang tidak bisa mencintai satu sama lain tanpa alasan atau ketentuan,” kata nenek.


Cho Hong merasa nenek ada benarnya. Nenek tidak percaya bahwa pria itu akan memberikan pinjaman. “Jika kau ingin mewarisi ilmu sihir, bekerja keas dalam memasak dan menyajikan sup nasi. Itu cara penyembuhan paling cepat dan efisien untuk mengumpulkan sihir,” kata nenek lalu pergi dan Aeng Doo mengejarnya.


Sementara itu, Min Soo tampak membantu Nona Song di restorannya. Ia mengatakan pada pelanggan bahwa ini hari pertamanya bekerja paruh waktu. Ia berterima kasih saat pelanggan mengatakan kalau ia tampan.


Nona Song tersenyum sendiri saat memperhatikan Min Soo.


Nona Song berterima kasih atas bantuan Min Soo dan memperbolehkannya pulang. Min Soo melihat Nona Song sedang menghitung banyak uang, jadi ia malah duduk dan bukannya pergi. “Nasabah, tangan Anda terluka. Aku akan membersihkan jendela sebelum pergi,” katanya. Nona Song tidak keberatan dan bertanya bagaimana Min Soo bisa melakukan pekerjaan semacam itu dengan baik. “Aku sudah melakukan hampir semua jenis pekerjaan paruh waktu sejak SMA.”


Nona Song kemudian meminta agar besok Min Soo membawakan formulir pendaftaran asuransi atau produk lain, karena ia akan mendaftar. Min Soo bilang ia datang bukan untuk maksud seperti ini. “Aku tahu. Itu karena aku membutuhkannya. Aku tidak punya suami dan tidak punya anak, jadi uanglah yang bisa aku percayai. Bawalah formulirnya besok,” kata Nona Song.


Min Soo berterima kasih. Ponselnya bergetar dan ada 6 pesan dari ‘Cucu Restoran Pemilik Sup Nasi’. Nona Song bertanya apakah itu dari pacar Min Soo. “Ah…” kata Min Soo sambil menggeleng dan menjauhkan ponselnya. Ia kemudian menelan ludahnya.


Aeng Doo mengkhawatirkan keadaan Cho Hong. “Jika dia tidak bisa menegakkan kepalanya, dia akan berakhir seperti ibunya,” kata nenek. Aeng Doo merasa kata-kata nenek sangat kejam dan khawatir Cho Hong mendengarnya.


Di kamarnya, Cho Hong gelisah karena Min Soo belum juga membalas pesannya. Ia ingin bertanya apakah Min Soo mencintainya, tapi ia menghapusnya lagi.


Keesokan harinya di kantor, Sung Tae bertanya apakah Sekretaris Kim sudah memeriksa kasus orang hilang di dekat restoran sup nasi saat hujan. Sekretaris Kim bilang ia sudah mencaritahu ke Kantor Polisi dan rumah sakit di daerah itu, tapi tidak menemukan apa-apa, kecuali satu hal.


Sek. Kim: “Sepertinya pemilik toko ayam di dekat sana mencuri sejumlah dana dan kabur ke Cina saat hujan di hari itu.”
Sung Tae: “Cina?”
Sek. Kim: “Mobilnya ditemukan di Bandara Incheon, kurasa dia pergi ke Tiongkok.”
Sung Tae: “Jadi hanya mobil yang ditemukan dan bukan orangnya?”


Sung Tae lalu memeriksa materi iklan produk mereka dan menegur Sekretaris Kim karena belum mengganti ceritanya. “Penulisnya sedang tidak di Korea. Kudengar dia pergi berlibur ke Myanmar untuk mendapatkan inspirasi” kata Sekretaris Kim. Sung Tae menatapnya. “Aku akan menemukannya dan minta dia menulis cerita baru.”


Hwang Jae Wook (Hong Bin), sang penulis, sampai di bandara dengan penampilan lusuh dan tubuh yang bau. Semua orang yang di dekatnya menutup hidung. “Apa aku bau?” katanya sambil tertawa sendiri dan mengendus tubuhnya. “Uhuk.. uhuk.. aku bahkan tidak mencium…”


Comments


EmoticonEmoticon