8/30/2018

SINOPSIS Witch's Love Episode 2 PART 4

SINOPSIS Witch's Love Episode 2 BAGIAN 4


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: DramaX
Supported by: sinopsis-tamura.blogspot.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Witch's Love Episode 2 Part 3
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Witch's Love Episode 2 Part 5

Di dapur, Cho Hong mengiris lobak dengan kesal, karena bekerja tanpa sihir.


Supir taksi sampai menggunakan masker saat Jae Wook naik ke mobilnya. Jae Wook lalu mengambil ponselnya, lalu menghubungi ‘Restoran Sup Nasi’.


“Halo?” jawab Cho Hong dengan suara sangat imut. “Benarkah? Kau sungguh mencintaiku?” Nenek dan Aeng Doo berbisik menduga itu dari Min Soo. “Apa kau pikir aku akan mengganti nomor ponselku hanya karena kau mencintaiku?!” kata Cho Hong berubah galak dan menutup ponselnya.


“Apa maksudnya?” gumam Jae Wook bingung.


Cho Hong kembali mengiris lobak dengan marah. Nenek dan Aeng Doo pura-pura tidak melihatnya. Ponsel Cho Hong berdering lagi. “Halo?” jawabnya dengan suara yang manis.


“Bibi, ini aku. Kenapa Bibi tidak mengangkat teleponku?” tanya Jae Wook. Cho Hong bertanya siapa dia. “Apa maksud Bibi? Ini Jae Wook.” Cho Hong bertanya Jae Wook siapa. “Kau membuatku kesal! Kamar atap di Gedung 63-1.”


“Gedung 63-1…. Ah…” kata Cho Hong malas-malasan.


Nenek + Aeng Doo: “Siapa?”
Cho Hong: “Gguk Ssum.”
Nenek + Aeng Doo: “Gguk Ssum… Ck..ck..ck..”


Jae Wook bilang ia akan sampai satu jam lagi dan minta dikirimkan sup nasi. Ia bilang sandinya masih sama, jadi Cho Hong bisa langsung masuk. Dia memesan dua porsi yang tidak tampak seperti dua porsi, tapi satu porsi yang tampak seperti dua porsi. Supir taksi meliriknya heran.


Cho Hong bilang masalahnya bertambah. Aeng Doo bertanya, “Kenapa? Apa dia meminta kita memberikan dua porsi yang tidak tampak seperti dua porsi, tapi satu porsi yang tampak seperti dua porsi lagi?”


Cho Hong: “Bisakah kita menolak pengantaran makanan hanya untuk satu porsi?”
Nenek: “Hah? Apa ini saatnya kau membedakan pelanggan? Kau tinggal mampir ke tempatnya! Entah itu satau atau dua porsi, kenapa itu penting?! Kau tidak lihat situasi kita? Cepatlah!”


Cho Hong mulai mengantarkan pesanan dan kali ini memakai high heels putih.


Cho Hong sudah mengirim beberapa pesanan, lalu berhenti di depan bank. Ia melihat kursi kerja Min Soo kosong. Ia kecewa.


“Min Soo Oppa?” gumam Cho Hong saat melihat Min Soo yang sedang berjalan sambil membawa bunga. Karena penasaran, Cho Hong mengikutinya dari jauh.


Cho Hong melihat Min Soo masuk ke restoran kaki babi milik Nona Song.


Cho Hong mengikutinya dan melihat tulisan bahwa restoran itu baru buka jam 4 sore sampai jam 2 dini hari. Ia mendekat dan melongok ke pintu kacanya. Ia tidak melihat apapun di dalam, jadi dia akan pergi. Tapi kemudian dia mendengar suara desahan.


Ia melihat Min Soo sedang berciuman dengan Nona Song. Ia sangat sedih. Ia mengambil ponselnya dan menghubungi Min Soo.


Min Soo mengecek ponselnya yang berdering. “Kenapa? Dari kantor?” tanya Nona Song. Min Soo menjawab bukan, mematikan ponselnya, lalu mencium Nona Song dengan heboh.


Nona Song melepaskan ciumannya secara tiba-tiba, “Kau tidak mendengar sesuatu?” Min Soo tidak mendengar apa-apa. “Aku mendengarnya. Kau tidak mendengar apa-apa?” Nona Song lalu menarik dasi Min Soo dan mereka berciuman lagi.


Ternyata suara yang didengar Nona Song adalah nampan sup nasi yang terjatuh. Cho Hong yang sedih, lalu merasa kepalanya sakit dan berteriak kencang.


Seluruh isi restoran bergetar. Min Soo dan Nona Song berteriak ketakutan.


Cho Hong berhenti berteriak. Sambil menghapus air matanya, ia melangkah gontai menjauh dari restoran Nona Song. 


Cho Hong berhenti di pinggir jalan dan mulai menangis tersedu-sedu, tidak peduli dengan lalu lalang orang di sekitarnya. Hatinya hancur.  


1 komentar

  1. Awalny ngakak sking lucu nya..tp lngsng sedih kasihan cho hong😢😢

    BalasHapus


EmoticonEmoticon