8/13/2018

SINOPSIS Wok of Love Episode 34 PART 1

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS Greasy Melo Episode 34 BAGIAN 1


Penulis Sinopsis: Dahlia
All images credit and content copyright: SBS
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Wok of Love Episode 33 Part 3
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Wok of Love Episode 34 Part 2

Di hari pembebasannya, Presdir Dan dikerumuni oleh banyak wartawan yg bertanya tentang ini dan itu. Namun dia tak ingin menjelaskan apa pun, dia hanya menyapa mereka.. lalu memeluk keluarganya..


Beritanya muncul di TV nasional.. sementara chil-seong bernafas lega, Yong ajang nampak gelisah, tak tahu harus mengambil langkah apa..


Resmi menjadi Chef utama di Restoran Hotel, Poong menerima kunci ruangan serta seragam bermotif naga, yg menjadi ciri khas nya.


Tak lama kemudian, masuklah Sam-soon yg hendak menyerahkan surat pengunduran diri, “Aku tidak bisa bekerja denganmu...”

“Kamu tidak bisa bekerja di restoran mana pun karena orang-orang tahu kamu mencuri buku resepku!”

“Kini kamu mencemaskanku?”


“Pokoknya, Bekerjalah denganku. Impianmu adalah menjadi Bagian Api di restoran ini. Aku yakin kamu yang paling hebat dalam bidang itu. Kamu Bagian Api yang terbaik. Aku membutuhkanmu...” jelas Poong, namun Sam-soon tak menghiraukannya.


Poong mengunjungi Hungry Wok, lalu duduk di bangku teras depan seperti biasanya. Selang beberapa saat, datanglah Sae-woo yg langsung duduk di sebelahnya.


“Ayahmu dibebaskan dari penjara...”

“Ya. Kami membuang semua stiker merah di rumah. Kami punya mobil. Aku tidak perlu mencemaskan biaya pengobatan Buster. Ibuku senang dan kami tidak perlu mencemaskan biaya sewa. Astaga, kini rasanya aku bisa bernapas”

“Kamu kaya lagi...”

“Kurasa begitu... Hmmm, apa sekarang restoran ini akan ditutup?”

“Iya.. Chil-seong hyung menjual bagunan ini, beserta retorannya”


“Berarti seluruh pegawai Hungry Wok akan bekerja bersamamu di dapur Hotel?”

“Tentu saja..”

“Bahkan.. Seol-ja dan Geok-jeong?”

“Tentu saja..”

“Dim sum juga?”

“Tentu saja...”

“Kalau aku? Aku juga akan bekerja di sana mulai besok. Aku bersungguh-sungguh...”


Mendengar keinginan Sae-woo, membuat Poong agak ragu. Maka Sae-wo bertanya: “Kamu tidak senang? Aku akan mulai dari bawah menjadi asisten Bagian Api. Aku bekerja di Hungry Wok, jadi, aku memenuhi syarat, bukan?”

“Itu terlalu melelahkan... Terlebih lagi, sulit menemukan wanita yang bisa mengendalikan wajan untuk masakan Cina. Mungkin di restoran Cina kecil butuh wanita di dapurnya, tapi umumnya hanya ada pria di dapur masakan Cina. Itu tidak semudah dugaanmu. Anggaplah kamu bekerja di hotel itu. Kamu akan menjadi Bagian Api ke-5. Itu sangat hierarkis. Tidak akan ada yang akan mengajarimu. Aku bahkan tidak bisa menengahi karena kamu akan memiliki senior yang menjadi atasanmu. Kamu harus membuang harga dirimu. Begitu mulai memiliki opini, saat itulah kamu akan ingin mengundurkan diri...” jelas Poong


“Kami memang tidak perlu mencemaskan biaya sewa lagi, ayahku sudah bebas, dan keadaan kembali normal. Tapi aku masih menyukai dapurmu dan wajannya. Jika aku tidak becus bekerja sebagai Bagian Api kelima, kamu boleh memecatku..” tutur Sae-woo

“Kamu yakin bisa menangani semuanya?”

“Ya!”

“Baiklah, kalau begitu. Coba saja. Kamu bisa bekerja mulai besok. Aku tidak akan memanjakanmu..”

“Baiklah. Hanya Maeng Dal yang tahu kita berpacaran, maka rahasiakan. Jangan sampai ada yang tahu. Jika status kita tersebar, para seniorku akan merasa sangat tidak nyaman...”

“Kamu pasti akan muak. Kamu bahkan akan membenciku. Astaga. Ibu dan ayahmu tidak akan menyukainya...”


“Ibuku mengatakan sesuatu kepadamu? Dia merendahkan dan menghinamu?”

“Itu tidak penting. Tapi.. Haruskah kamu bekerja di dapurku?”

“Saat kita di dapurmu, aku akan membiarkanmu bersikap arogan kepadaku...”


Dirumah.. Maeng-dal dan Seol-ja berbicara secara baik-baik dengan orangtua nya Sae-woo. Mereka mengutarakan keinginannya untuk bekerja di dapur hotel..


“Kalian sungguh akan seperti ini? Bagaimana aku makan nanti?” keluh Nyonya Jin, “Seol Ja, kumohon jangan pergi. Geok Jeong, tetaplah di sini. Seol Ja, aku bahkan akan menikahkanmu. Begitu pun kamu, Geok Jeong. Aku akan melakukan apa pun. Kumohon jangan pergi...” pintanya

Maka Presdir Dan berkata: “Kalian harus tetap di sini dan hidup bersama kami. Istriku sangat menyayangi kalian. Kenapa kalian mau pergi?”


Setelah mengunjungi Rumah Sakit, akhirnya Chil-seong mendapati fakta bahwa ibunya mengidap kanker. Ia ingin menjenguknya.. namun kali ini, dia tak sanggup melakukannya. Maka setelah mengetuk pintu kamar, dia hanya diam lalu berjalan pergi.
Advertisement


EmoticonEmoticon