8/28/2018

SINOPSIS Your Honor Episode 2 PART 2

SINOPSIS Your Honor Episode 2 BAGIAN 2


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: SBS
Supported by: sinopsis-tamura.blogspot.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Your Honor Episode 2 Part 1
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Your Honor Episode 2 Part 3

Kang Ho berada dalam bus tahanan yang sedang melaju menuju suatu tempat.


Sedangkan, So Eun bersiap untuk melihat hasil penempatan kerja magang berikutnya. Ia senang karena ia mendapat Sang Cheol sebagai Pengacara Pengawasnya.


“Kuharap kita bisa kompak,” kata Sang Cheol saat menyambut kedatangan So Eun. So Eun mengiyakan dengan senyum bahagia.


Ibu menunggu di luar penjara bersama keluarga lain sambil membawa tahu. Ia melihat mereka sangat bahagia, karena kerabat mereka akhirnya dibebaskan. Kang Ho yang keluar paling terakhir ingin mengabaikan ibunya lagi, tapi kali ini ibunya menghadangnya.


“Kenapa Ibu datang? Seharusnya ibu menghabiskan waktu bersama Sang Ho saja,” kata Kang Ho. Ibunya tidak menjawab dan hanya melempaskan tahu padanya, lalu berbalik pergi. Kang Ho menghela napasnya, lalu berjalan di belakang ibunya.


Di dalam bus pun, mereka duduk terpisah. Saat jalanan bergelombang, ibu menengok ke belakang dan melihat Kang Ho tertidur sampai kepalanya miring.


Ibu berpindah duduk dan memperbaiki posisi tidur putranya itu.


Saat turun dari bus, ibu mampir ke bukit dan meminta Kang Ho duduk di sampingnya. “Ada lintah di sini. Kita bisa bicara di rumah,” kata Kang Ho. Ibu mengajaknya bicara di sana sampai malam, karena akan memalukan bagi Kang Ho bila harus bertemu tetangga.


Kang Ho terlihat marah sekaligus sedih. “Kapan ibu tidak merasa dipermalukan karena aku? Kenapa kini tiba-tiba merasa dipermalukan karena aku? Aku tidak peduli soal itu. Ibu bisa pulang saat malam.”


Kang Ho sudah akan melangkah pergi, tapi ia kembali lagi. Ia mengambil ponsel ibunya dan menunjukkan cara menyalakan lampu senter. Ia bilang ia tidak mau direpotkan jika harus menjemput ibunya nanti. Ibu menangis.


Sesampainya di depan rumah, sudah ada Tae Wook yang menunggunya. Ternyata Tae Wook memang bebas dari penjara lebih cepat. Ia menjabat tangan Kang Ho dengan sangat erat dan tidak mau melepaskannya. Ia menanyakan uang 100.000 dollar yang sebelumnya ia minta Kang Ho tukar menjadi koin.


“Aku menukar setengahnya menjadi koin. Setengahnya lagi disimpan di ruang barang bukti Polsek,” kata Kang Ho. Tae Wook kesal dan minta uang 50.000 dollarnya dikembalikan. “Tuntut saja aku,” kata Kang Ho lalu menendang kaki Tae Wook.


Kang Ho juga memukul Tae Wook sampai terjatuh dan berkata, “Aku tidak mau berbisnis denganmu lagi, maka jangan cari aku. Aku akan membunuhmu jika kau mencariku lagi.” Kang Ho menendang Tae Wook lagi, lalu masuk ke dalam rumahnya.


Sementara itu, tampak surat pengunduran diri di meja Sang Ho. Ia sendiri sedang melihat-lihat fotonya bersama Joo Eun, seorang pembawa berita.


Di tempat lain, Joo Eun juga sedang melihat foto-fotonya bersama Sang Ho.


Ia baru tersadar, setelah seorang rekannya memanggilnya untuk bersiap siaran.


Di layar ponsel Joo Eun terlihat notifikasi, ‘Anda ingin menghapus foto ini?’


Sang Ho keluar dari kantor dengan mobilnya. Pria bermasker lagi-lagi memperhatikannya, lalu mengikutinya.


Saat ibu menyajikan makan malam, Kang Ho mengetuk-ngetukkan sendoknya dan mengeluh, “Semua dagingnya hilang kemana? Sekarang Ibu vegetarian?”


Ibu bertanya apakah Kang Ho terluka dan mengingatkan agar Kang Ho mengunjungi makam ayahnya sebagai rasa hormat karena sudah bebas. Ibu juga menyuruhnya menemui Sang Ho yang sekarang adalah kepala keluarga mereka. “Makan saja,” kata Kang Ho menolak semua permintaan ibunya.


Tae Wook lalu masuk ke rumah tanpa permisi dan masih memakai sepatu. Ibu bertanya siapa Tae Wook. “Aku temannya Kang Ho,” kata Tae Wook. Ibu buru-buru mengambil ponselnya. “Astaga, aku sudah menelepon Polisi. Tidak perlu meneleponnya lagi. Aku korbannya,” kata Tae Wook sambil menunjukkan luka memar di wajahnya


Tae Wook lalu menunjukkan tuntutan yang akan ia kenakan pada Kang Ho, termasuk tuntutan biaya rumah sakit dan pengembalian uang 50.000 dollar. Kemudian terdengar sirine mobil Polisi.


“Apa? Kenapa kau melakukan ini? Dia baru saja bebas hari ini!” kata ibu pada Tae Wook. Ibu juga bertanya pada Kang Ho apakah meminjam uang dari Tae Wook. Kang Ho berteriak bahwa dia tidak melakukan itu.


Kang Ho akan melarikan diri, tapi Tae Wook menghalanginya. Akibatnya mereka berdua berkelahi lagi.


Ibu ingin mengejar Kang Ho, tetapi ia tidak bisa lewat karena pintunya terhalang lemari yang jatuh.


Kang Ho dan Tae Wook terus berkelahi. Setelah Kang Ho menjatuhkannya ke atas kendi besar, Tae Wook mengambil batang kayu berapi lalu memukulkannya ke arah Kang Ho. Ibu berhasil keluar dari melihat Kang Ho memecahkan vas bunga di kepala Tae Wook. Ibu berteriak.


Ibu dan putranya saling menatap. “Polisi! Buka sekarang juga!” kata Polisi yang sudah sampai di depan rumah. Kang Ho terkejut dan akan melarikan diri. “Polisi! Buka!”


Ibu bertanya kemana Kang Ho akan pergi. Ibu melarang Kang Ho menemui Sang Ho, karena Kang Ho baru saja membuat masalah. Ia khawatir akan masa depan Sang Ho, padahal Kang Ho sebenarnya tidak pernah berpikir akan menemui Sang Ho. Terdengar suara gedoran pintu lagi, “Polisi! Buka!”


Kang Ho melepaskan tangan ibunya, lalu berkata sambil menangis, “Setelah dipikir lagi, aku harus menemui kakaku yang maha kuasa dan memohon bantuan.” Ibu menangis dan berkata dia saja yang akan bicara dengan Sang Ho. “Ibu bilang kini dia kepala keluarga. Aku harus meminta bantuan kepada kepala keluarga kita.”


Polisi berhasil mendobrak masuk setelah Kang Ho pergi melalui dinding belakang. Ibu kemudian menceritakan apa yang terjadi pada Polisi.


Tae Wook berteriak marah, karena kehilangan Kang Ho.
Comments


EmoticonEmoticon