8/29/2018

SINOPSIS Your Honor Episode 2 PART 3

SINOPSIS Your Honor Episode 2 BAGIAN 3


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: SBS
Supported by: sinopsis-tamura.blogspot.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Your Honor Episode 2 Part 2
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Your Honor Episode 3 Part 1

Soo Ho keluar untuk membuang sampah. Tapi tiba-tiba pria bermasker datang dan membiusnya. Setelah Soo Ho pingsan, pria itu membawanya pergi.


Sesaat sebelum siaran, Joo Eun memutuskan untuk menghubungi Soo Ho.


Ponsel Soo Ho tertinggal di apartemen.


“Hei, Han Soo Ho!” panggil Kang Ho sambil menendang pintu apartemen. “Hei! Pak kepala keluarga!” Tapi tidak ada jawaban. Ia kemudian mengambil ponselnya.


Joo Eun tampak khawatir, karena Soo Ho tidak menjawab ponselnya.


“Sandinya… Astaga, kapan tanggal lahirnya?” gumam Kang Ho bingung. “Ah, benar juga. Kami benar. Tanggal lahirku.” Kang Ho memasukkan tanggal lahirnya dan pintu terbuka.


Kang Ho masuk dan melihat sekeliling. “Pemandangan Sungai Han? Astaga, pemandangan yang indah.”


“Dia punya pacar?” gumam Kang Ho saat melihat foto Soo Ho bernsama Joo Eun. “DIa pamer bahwa dia hakim. Dia seksi,” katanya saat melihat foto Joo Eun.


So Eun berlari masuk ke gedung pengadilan, karena ia sudah terlambat.


Kang Ho baru selesai mandi dan meninggalkan jaketnya di lantai begitu saja. Ia membuka lemari pakaian Soo Ho dan melihat jas-jas mahal, “Hei, kalian setelan desainer,” sapa Kang Ho pada jas-jas itu. Ia lalu mengambil jaket kulit dan memakainya.


Kang Ho lalu melihat ponsel Soo Ho dan ada 22 panggilan tidak terjawab. Dia kemudian mengambil uang dari dompet Soo Ho. Namun terkejut, karena ada telepon dari ibunya ke ponsel Soo Ho. Karena masih marah pada ibunya, ia mengabaikannya. 


Kang Ho lalu keluar dari apartemen, tapi ia langsung berbalik arah lagi karena melihat ada Polisi yang ia kenal.


“Han Kang Ho?” panggil Polisi itu. Kang Ho kembali masuk ke apartemen, tapi Polisi berhasil ikut masuk.


“Polisi. Kita perlu bicara. Kami mendapat info bahwa Han Kang Ho kemari. Kau Han Kang Ho, bukan?” kata Polisi itu yang kemudian memasangkan borgol di tangan Kang Ho.


“Hakim Han!” panggil Jo Bok Soo dari Pengadilan yang tiba-tiba datang. Polisi menyuruhnya berhenti dan menanyakan identitasnya. “Aku dari pengadilan. Kita ada sidang pagi. Kenapa Anda masih di sini? Anda juga tidak datang ke persidangan. Aku mengundur persidangannya selama satu jam…”


Bok Soo lalu melihat borgol di tangan Kang Ho. “Apa-apaan ini? Apa yang terjadi? Hakim Han, apa yang terjadi?” tanyanya bingung. “Apa yang kalian lakukan?”


“Kau.. Hakim?” tanya Polisi dengan gugup. Bok Soo menegur para Polisi itu lagi.


Hal itu dimanfaatkan Kang Ho untuk mengambil tanda pengenal Soo Ho dan mengalungkannya di leher sambil menghela menarik napas. “Kalian dari Polsek mana? Lepaskan borgolnya sekarang!” pinta Bok Soo.


Kang Ho lalu kembali dan bertanya apa yang terjadi sebenarnya. Polisi melihat tanda pengenal yang dipakai Kang Ho, lalu langsung melepaskan borgolnya. Ia bilang ia datang karena mendapat info kalau Kang Ho datang kesana. Ia juga meminta maaf. “Aku belum mendengar kabarnya selama lebih dari 10 tahun. Dia tidak mungkin datang kemari,” kata Kang Ho yang memulai perannya sebagai Soo Ho.


Bok Soo menyuruh para Polisi keluar dan mengingatkan Kang Ho kalau mereka sudah terlambat. Ia bilang akan banyak reporter karena ini adalah sidang Park Hae Na. Ia menyuruh para Polisi melepaskan sepatunya dan segera pergi. Kang Ho juga buru-buru pergi.


Bok Soo: “Hakim Han? Anda tidak berganti pakaian?”
Kang Ho: “Ah, benar juga.”
Polisi: “Hakim Han! Tampaknya Anda terlambat gara-gara kami. Kami akan mengawal Anda dengan cepat ke Pengadilan.”


Kang Ho menundukkan kepalanya saat melihat Tae Wook berdiri di luar gedung apartemen. “Kenapa dia…? Ah..” keluhnya.


Bok Soo membukakan pintu untuk Soo Ho, dan di sana sudah ada So Eun yang menunggunya. So Eun menyapanya dengan bahasa formal.


Kang Ho terkejut karena melihat wanita yang pernah menginterogasinya sekitar enam bulan lalu. So Eun memperkenalkan diri sebagai pemagang dan berjanji akan melakukan yang terbaik.


Kang Ho akan melarikan diri, tapi Bok Soo menghadangnya sambil menyerahkan dokumen materi sidang. Pegawai lainnya juga buru-buru mengambilkan jubah hakim milik Soo Ho. Bok Soo menyuruh So Eun ikut bersama mereka.


Saat berjalan menuju ruang sidang, Kang Ho berjalan membungkuk dan sekali-kali menoleh kepada So Eun yang berjalan di belakangnya, karena takut ketahuan.


So Eun merasa ada yang aneh dengan tingkah laku Kang Ho, tapi ia tidak terlalu memikirkannya. Tapi, ia bertambah bingung saat Kang Ho hampir melewati ruang sidang begitu saja.


Semua peserta sidang berdiri saat Kang Ho masuk ke ruangan. Masih dengan kepala agak menunduk, Kang Ho berjalan menuju kursinya.


Sang Cheol juga ada disana dan tersenyum melihat So Eun yang sudah bersiap dengan buku catatannya.


Kang Ho masih terdiam dan Bok Soo menatapnya dengan heran. Kang Ho terpaksa membuka dokumen yang ada di atas meja.


“Baiklah. SIdang ini...,” ucap Kang Ho dengan gugup.


So Eun sudah tidak sabar menyaksikan jalannya sidang.


“Akan dimulai,” kata Kang Ho pada akhirnya.
Comments


EmoticonEmoticon