9/11/2018

SINOPSIS 100 Days My Prince Episode 1 PART 1

SINOPSIS 100 Days My Prince Episode 1 BAGIAN 1


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: tvN
Supported by: sinopsis-tamura.blogspot.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS 100 Days My Prince Episode 1 Preview
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS 100 Days My Prince Episode 1 Part 2

Langit terlihat mendung.


Putra Mahkota Lee Yool menatap hujan yang turun deras. Ia mengangkat tangan kanannya untuk merasakan tetesan hujan tersebut.


Lee Yool berjalan dengan terburu-buru dan seorang kasim mengejarnya untuk memayunginya. Ia sepertinya akan pergi ke suatu tempat.


Dalam perjalanan, rombongan Lee Yool dihadang oleh beberapa orang berkuda.


“Yang Mulia, Anda tidak boleh ikut berperang,” kata seorang penjaga kerajaan. Lee Yool menyuruhnya minggir. “Anda akan mati jika melakukannya.”


“Aku tahu. Aku akan mati,” kata Lee Yool lalu menghentakkan kudanya melewati pasukan kerajaannya sendiri yang tidak bisa berbuat apa-apa. Lee Yool dan kudanya melaju dengan kencang dibawah hujan.
Flashback..


Lee Yool kecil berteriak dengan lantang, bahwa meskipun ia masih muda, tetap saja ia adalah pejuang J pemberani dari Joseon. Ia bilang akan menjatuhkan musuhnya dan menyelamatkan orang-orang.


Seorang anak laki-laki lain memberikannya pedang kayu. Anak-anak lain lal berlari dan Lee Yool mengejarnya.


Lee Yool berhasil memukul punggung seorang anak laki-laki yang langsung menangis. “Seorang bar bar tidak bisa menangis. Lee Man Joo, kau akan mengambil pedangku…” kata Lee Yool yang akan memukul lagi. Tiba-tiba kepala Lee Yool dipukul dari belakang. “Beraninya kau!”


Ia menoleh dan melihat seorang anak perempuan yang memegang tongkat kayu.  Anak perempuan bernama Yoon Yi Seo itu menyebut Lee Yool telah melukai anak-anak tadi. Lee Yool bilang ia bukan perundung dan mereka hanya bermain perang-perangan.


Yi Seo bilang orang yang menyakiti orang lain itu bodoh, bukan prajurit. “Bodoh? Apa kau tahu sedang bicara dengan siapa?” kata Lee Yool. Yi Seo bilang Lee Yool adalah anak bodoh yang memukul budaknya hanya karena ayahnya kaya.


Lee Yool akan memukul, tapi Yi Seo lebih sigap. “Ini peringatan terakhirmu. Jangan pernah menyakiti anak-anak dengan alas an permainan,” ancam Yi Seo.


“Ayo pergi,” katanya pada budak itu.


“Dia menyentuh tangan seorang budak. Siapa sebenarnya dia?” tanya teman Lee Yool yang bernama Dong Joo. Lee Yool bilang sekarang mereka akan memainkan permaianan detektif.


Kim Cha Eon menemui ayah Lee Yool dan berkata kalau dia baru saja menemukan sebuah batu yang tidak biasa. Ayah Lee Yool lalu membuka kotak kayu yang dibawa Cha Eon itu.


 “Ini adalah karakter Cina ‘Yong’ yang artinya ‘tidak berguna’,” kata Cha Eon. Ayah Lee Yool terkejut. “Aku yakin ini berarti sebagai tanda bahwa naga baru harus ditemukan.”


Ayah Lee Yool tampak khawatir, karena Cha Eon membicarakan masalah sensitif di siang bolong seperti itu. Cha Eon mengatakan bahwa suatu tindakan keadilan tidak harus dibahas pada malam hari.


“Aku persembahkan Anda… tahta kerajaan. Namun, istri Anda saat ini, tidak bisa duduk di sisi Anda,” kata Cha Eon. Ayah Lee Yool terkejut dan bertanya apakah Cha Eon ingin agar dia meninggalkan istrinya sendiri dan mengambil tahta saudara laki-lakinya.


Ayah Lee Yool menutup kembali kotak kayu itu dan berkata bahwa dia tidak ingin melakukan itu. “Orang yang takut pada harimau tidak akan membiarkan anak harimau itu hidup,” kata Cha Eon. Ayah Lee Yool memikirkan perkataan itu dengan sangat serius.


“Yool!” panggil seorang wanita yang memergoki Lee Yool sedang menyembunyikan pedang kayunya. Lee Yool menoleh. “Bukannya membaca buku, kau malah bermain di luar sepanjang hari!” Lee Yool berjalan mendekat.


Lee Yool bilang ayahnya yang menyuruhnya ‘keluar dan main’, karena ‘menjadi pintar hanya akan membuat kau tidak sejalan dengan raja’. Wanita itu tersenyum dan memegang tangan Yool.


Wanita itu bilang Yool tetap saja harus menyelesaikan pelajaran dasarnya. Lee Yool bilang prioritasnya adalah membantu orang yang menderita. Wanita itu tersenyum lagi, “Kau sangat baik, Jenderal.”


Mereka berdua sama-sama tersenyum. Wanita itu menyuruhnya cepat masuk dan mengganti pakaiannya. “Ya, Ibu,” kata Lee Yool lalu bergegas pergi.


Tanpa sengaja, Lee Yool menabrak Cha Eon dan meminta maaf padanya. “Lain kali kau harus selalu berhati-hati. Kau tidak akan pernah tahu apa yang akan terjadi dalam kehidupan,” kata Cha Eon.


Cha Eon pergi dan ibu Lee Yool tampak agak khawatir.


“Umurnya 12 tahun dan dia putri mantan Komandaan Keamanan Istana,” lapor Dong Joo setelah melakukan aksi detektifnya. “Namanya Yoon Yi Seo. Sekarang Lee Yool sudah tidak heran kenapa kemampun pedang Yi Seo bagus. 


“Aku penasaran. Apa ini cinta pada pandangan pertama?” goda Dong Joo. Lee Yool mengelak keras dan berkata bahwa dia sedang memikirkan cara untuk memberi Yi Seo pelajaran. “Tentu saja. Dia emmukul kepala bangsawan dan harus mendapat balasan atas perbuatannya.”


Lee Yool dan Dong Joo melancarkan aksinya. Ia berbohong bahwa ada seorang pria yang menculik Mak Gae, budak yang ditolongnya kemarin. Yi Seo tadinya tidak percaya, tapi Dong Joo menambahkan cerita bahwa mereka harus cepat karena rumornya penculik itu adalah seorang kanibal.


“Dia memakan semuanya, termasuk kepala mereka,” kata Lee Yool. Yi Seo bergegas pergi. Lee Yool dan Dong Joo tersenyum licik.


Mereka bertiga sampai di sebuah pondok. Yi Seo yang berjalan paling depan melihat bekas darah dan pisau di atas batu. Ia juga melihat tulang di halamannya. “Mak Gae…,” panggil Yi Seo, “Mak Gae, kau ada di sana?”


Lee Yool menginjak sesuatu yang seperti daging berlumuran darah. Ia dan Dong Joo ketakutan.


Tiba-tiba, seorang pria menyeramkan datang sambil membawa kapak.


Ketiga anak itu mundur ketakutan. Pria itu berjalan mendekati Yi Seo yang kemudian terjatuh saking takutnya. Dong Joo menarik Lee Yool pergi. “Tidak,” kata Lee Yool, tapi Dong Joo tetap menariknya. Pria itu mendekat lagi dan Yi Seo berteriak.


Hari sudah malam dan Lee Yool tidak bisa tidur. Ia mendengar hujan turun dan petir mnyembar. Dengan membawa lentera, Lee  Yool berlari menembus hujan untuk menolong Yi Seo.


Dalam perjalanan, kakinya tersandung hingga ia terjatuh dan lengannya terluka. Ia berteriak menahan sakit. Ia mengambil lenteranya lagi dan melanjutkan perjalanan.


Lee Yool mengintip pondok pria tadi dan perlahan membuka pintunya. Tanpa sengaja, ia menginjak potongan tulang hingga bersuara.


Pria itu membuka pintunya dan Lee Yool terjatuh ketakutan!
Comments


EmoticonEmoticon