9/12/2018

SINOPSIS 100 Days My Prince Episode 2 PART 2

SINOPSIS 100 Days My Prince Episode 2 BAGIAN 2


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: tvN
Supported by: sinopsis-tamura.blogspot.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS 100 Days My Prince Episode 2 Part 1
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS 100 Days My Prince Episode 2 Part 3

Malam harinya, Lee Yool menulis sambil memikirkan masalah tabib wanita yang dibunuh untuk menutupi rencana meracuni dirinya. Cha Eon adalah majikan tabib wanita itu. “Kenapa? Kenapa dia ingin membunuhku?” batinnya. Kasim lalu mengabarkan kedatangan Putri Mahkota.


Putri Mahkota masuk dan Lee Yool menyimpan buku catatannya di dalam laci mejanya. Lee Yool bilang tidak sopan jika berkunjung selarut ini. Putri Mahkota tidak peduli dan meminta Lee Yool menyuruh pelayannya keluar karena ia ingin bicara berdua saja. Walaupun itu membuatnya tidak nyaman, Lee Yool tetap menyuruh mereka keluar.


Lee Yool bilang dia belum selesai membaca karena sibuk di acara pesta tadi, jadi dia meminta Putr Mahkota bicara intinya saja. Putri Mahkota mengetahui kalau baru-baru ini Lee Yool keluar dengan menyamar dan menduga kalau Lee Yool sebelumnya hanya pura-pura sakit untuk menghindari tidur dengannya.


Lee Yool bilang ia tidak akan melakukan sesuatu yang begitu kotor dan murahan, karena dia adalah Putri Mahkota negaranya.


“Ayahku mempertaruhkan nyawanya sendiri untuk membantu Raja mengambil tahta,” kata Putri Mahkota. Putra Mahkota tidak sependapat, karena setahunya, Cha Eon menerima tanah di Hanyang dan Gyeonggi sebagai gantinya.


Putra Mahkota juga mendengar kalau kekayaan keluarga istrinya lebih banyak daripada keluarga kerajaan. “Apa itu sebabnya kau membenciku?” tanya Putri Mahkota yang juga berkata bahwa Raja-lah yang mengatur pernikahan mereka. Putra Mahkota menyebut pernikahan mereka hanya untuk pertunjukan, jadi Putri Mahkota tidak perlu mempermasalahkannya.


Putri Mahkota bilang Lee Yool mempelajari sopan santun setiap malam, karena baru mempelajari pendidikan kerajaan saat datang pada usia 10 tahun. Ia bilang para menteri merasa prihatin dan untuk itu Putra Mahkota selalu belajar setiap malam agar menjadi Putra Mahkota yang sempurna.


Putri: “Tapi, tanpa seorang anak, kau bukanlah pilihan.”
Lee Yool: “Kau menyarankan kita memiliki anak?”
Putri: “Untuk pertama dan terakhir kalinya aku membuat permintaan ini. Tolong biarkan aku berada di pelukanmu mala mini.”


Putri Mahkota kemudian duduk di samping Lee Yool dan mengambil tangan Lee Yool untuk menyentuh pipinya. Wajah Lee Yool terlihat datar-datar saja.


Lee Yool kemudian menyentuh bibir Putri Mahkota. Ia mendekat ke wajah Putri Mahkota.


“Pasti tidak mudah untuk bicara seperti itu. Tapi… hatiku… tidak bisa… meyakinkan tubuhku,” kata Lee Yool lalu menjauhkan lagi tubuhnya. Ia bilang tidak khawatir jika tidak memiliki anak. “Jadi, tolong pergi.”


Putri Mahkota lalu pergi diikuti para pelayannya. Ia bertanya apakah ayahnya sudah kembali dari kantornya.


Cha Eon penasaran kenapa siang tadi Lee Yool melotot padanya seperti itu. Putri Mahkota kemudian datang dan Cha Eon bilang ia tidak sedang menunggu putrinya itu.


“Rencanaku tidak berhasil. Tidak banyak waktu yang tersisa,” kata Putri Mahkota kecewa. Cha Eon bilang ia mengerti apa yang putrinya katakana.


Dalam perjalanan pulang, Hong SIm bertemu Bok Eun yang sedang berlari ketakutan karena melihat hantu. Hong Sim tidak percaya. Mereka kemudian mendengar suara aneh. Bok Eun bilang hantu datang karena Hong Sim masih belum menikah.


Di rumah, ayah sangat senang karena putri angkatnya pulang dengan selamat. Ia membantu membawakan tas Hong Sim dan menyuruhnya duduk. Ia bahkan sudah menyiapkan makan malam dan sengaja menunggu agar bisa makan bersama.


“Tidak. Ini makan malamku yang kedua,” kata ayah. Hong Sim berterima kasih dan mengaduk makanannya. “Aku tidak ingin kau pergi ke Hanyang mulai bulan depan. Kakakmu tidak datang, makanya kau kembali! Berjanjilah padaku kau tidak akan pergi ke sana.”


Hong Sim tidak mau menurut. Ayah meminta Hong Sim tidak hanya mengkhawatirkan kakaknya saja. Ia bercerita bahwa tadi ada beberapa orang datang dan mengomelinya tentang pernikahan Hong Sim. Ia khawatir akan terjadi sesuatu yang buruk pada Hong Sim. “Apa yang ayah khawatirkan. Aku sudah memberitahu mereka tentang Won Deuk,” kata Hong Sim.


Ayah tidak bisa berkata apa-apa lagi.


Keesokan harinya, Dong Joo khawatir karena Lee Yool tidak tidur semalaman memikirkan pelaku melalui busur panah. Lee Yool bilang ia harus mencari tahu. Lee Yool lalu mengangkat busur panahnya.


Anak panahnya berhasil membelah anak panah lain yang sudah tertancap di papan target. “Ada sesuatu yang harus kau temukan secepatnya,” kata Lee Yool.


Tabib memberikan lemua laporan obat kepada Dong Joo. “Hanya ini?” tanya Dong Joo. Tabib bilang seseorang datang dua hari yang lalu dan mengambil semuanya.


Dong Joo melaporkan apa bahwa seseorang sudah mengambil laporan obat dari rumah sakit kerajaan. “Siapa?” tanya Lee Yool.


Lee Yool berjalan dengan terburu-buru, lalu perhatiannya tertuju pada seseorang yang sedang mengerjakan kuis darinya. Ia naik untuk melihat jawabannya.


“Kau benar,” kata Lee Yool dan Je Yoon menoleh dengan terkejut melihat siapa yang ada di hadapannya. “Dan salah,” kata Lee Yool lalu berbalik pergi. Dong Joo memperkenalkan bahwa Je Yoon adalah petugas kelas 7. “Kenapa kau mengambil laporan obat?”


Je Yoon bilang ia diperintahkan untuk menyelidiki pembunuhan seorang tabib wanita. Lee Yool menatapnya.


Di perpustakaan, Lee Yool bertanya apa yang sudah Je Yoon temukan dalam penyelidikannya. Je Yoon bilang itu bukan kejahatan dendam karena tidak impulsif dan keterlaluan. Ia bilang penyebab kematiannya adalah potongan pisau atau dicekik.


Je Yoon bilang kejahatan itu juga bukan disebabkan oleh kebencian, karena tabib wanita itu tidak punya teman dekat atau keluarga, dan tidak ada kontak dengan tetangga. “Oleh karena itu, asumsiku adalah… Itu adalah pembunuhan berencana yang disebabkan oleh masalah internal di dalam kerajaan. Jadi, aku melihat jurnal farmasi,” lanjutnya.


“Tabib Song Sun adalah seorang pemula yang masih dalam pelatihan. Dia dikeluarkan dari tugas malam.”


“Tapi suatu hari, tabib yang berjaga berhalangan. Dan Song Sun menggantikannya.”


Tabib pria merasa mengantuk, jadi dia pergi tidur. Song Sun yang sedang meracik obat, kemudian mendengar suara, “Aku ingin kau cepat.”


“14 Februari. Jurnal tidak mengatakan secara detail apa yang terjadi hari itu, jadi aku tidak yakin. Tapi keesokan harinya, Song Sun ditugaskan di Gyoyeondang. Kamar Putri Mahkota. Ini adalah promosi cepat. Ini sangat tidak biasa,” lanjut Je Yoon. Je Yoon melanjutkan ceritanya bahwa malam tabib wanita itu dibunuh, seseorang melihat dua pria di rumahnya.


“Jangan menyelidiki lebih jauh,” kata Lee Yool. Je Yoon terkejut. “Tinggalkan kasus ini. Itu perintah.” 


Lee Yool berpikir jika benar Cha Eon yang mencoba meracuninya, maka Putri Mahkota pasti terlibat. Ia bertanya-tanya apa yang Cha Eon coba rahasiakan dan alasan dia mencoba membunuhnya.


Lee Yool menduga bahwa Putri Mahkota meminta Song Sun untuk mencuri daftar makanan yang tidak boleh dimakan Lee Yool.


“Putri Mahkota membatalkan pemeriksaan fisik yang dijadwalkan untuk hari berikutnya. Dan dia menunjuk Song Sun sebagai tabib pribadinya. Apa itu karena….”


“Berlabih,” batin Lee Yool lalu melihat kuis yang sudah berisi jawaban. Ia tersenyum sinis.


Comments


EmoticonEmoticon