9/18/2018

SINOPSIS 100 Days My Prince Episode 3 PART 1

SINOPSIS 100 Days My Prince Episode 3 BAGIAN 1


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: tvN
Supported by: sinopsis-tamura.blogspot.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS 100 Days My Prince Episode 2 Part 5
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS 100 Days My Prince Episode 3 Part 2

Putra Mahkota Lee Yool yang kehilangan ingatannya berjalan dengan gagah menuju kantor pemerintahan tempat Hong Sim dihukum. Ayah angkat Hong Sim mengubahnya menjadi Won Deuk, pria dalam cerita Hong Sim.


“Won Deuk?” gumam Hong Sim heran.


Boo Young bertanya apakah pria yang baru datang itu adalah Won Deuk. Ayah memberi kode padanya agar mengangguk. Semua orang menunggu respon Won Deuk, karena Won Deuk tidak juga menjawab. Boo Young mengulangi pertanyaannya.


“Lepaskan dia,” kata Won Deuk. Ayah senang mendengarnya, tapi Boo Young kesal karena Won Deuk bicara tidak formal padanya. Boo Young mengambil pedangnya.


Ayah mengatakan bahwa Won Deuk mengalami luka serius di kepalanya. Boo Young tidak peduli dan akan membawa pedangnya menuju Won Deuk. Hong Sim mengingatkan bahwa semua pria dan wanita lajang harus menikah bulan ini dan dia adalah yang terakhir di desanya. Ia bilang karena Won Deuk udah kembali, maka ia akan menikah.


Masyarakat setuju bahwa Hong Sim harus dibebaskan. “Lepaskan dia,” kaa Boo Young sambil menyarungkan pedangnya kembali. Ayah langsung bersujud dan berterima kasih, lalu melepaskan ikatan Hong Sim.


Sementara Hong Sim menahan rasa sakitnya, Won Deuk masih terus menatapnya tajam. Kemudian, Won Deuk juga menatapnya penuh tanda tanya.


Hong Sim berjalan dengan tertatih-tatih. Sesampainya di rumah, ayah menyuruh Gu Dol untuk segera memanggil tabib.


“Apa yang akan ayah lakukan sekarang?” tanya Hong Sim khawatir. Ia kemudian melihat Won Deuk ikut masuk ke halaman rumahnya. “Apa yang sebenarnya terjadi? Sudah kubilang tidak mungkin Won Deuk kembali,” bisik Hong Sim. Ayah bilang mereka sedang beruntung, tapi Hong Sim tidak sependapat.


Para wanita mengagumi ketampanan Won Deuk, bahkan Kkeut Nyeo sampai melongo dibuatnya. Sedangkan Hong Sim takut ditangkap, karena kebohongannya pasti akan segera terbongkar. Ia memberitahu ayah bahwa semalam ia ditangkap oleh Sun Do dan dipaksa menjadi selir kelima. Ia bilang ia harus lepas dari masalah itu dulu, jadi ia akan menikah dengan Won Deuk.


“Benar. Ide yang bagus. Lihatlah dia. Dia terlihat sehat. Wajahnya lembut dan halus,” kata ayah.


Kkeut Nyeo yang terpesona tanpa sadar berjalan menuju Won Deuk dan menyentuh pipinya. Won Deuk menampik tangan Kkeut Nyeo dan berkata, “Beraninya kau mencoba menyentuh wajahku dengan tangan kotormu?”


Hong Sim bilang Won Deuk bukan orang yang baik. Seorang wanita memukul Kkeut Nyeo dan mengingatkan bahwa Won Deuk sudah bertunangan. Kkeut Nyeo sadar dan bilang bahwa mereka semua tidak boleh menganggu Hong Sim dan Won Deuk, karena sudah lama tidak bertemu.


Wanita yang memukul Kkeut Nyeo bertanya bagaimana perasaan Won Deuk setelah lama tidak melihat Hong Sim. Dengan angkuhnya, Won Deuk berkata bahwa dia tidak nyaman dengan Hong Sim dan juga rumahnya yang kotor.


Won Deuk akan pergi, tapi ia malah terpelet kotoran ternak, dan jatuh tepat di atasnya. Semua terkejut sampai menutup mulutnya yang menganga. “Hwa….!” teriak Won Deuk saat menyadari apa yang menempel di tubuhnya.


Sementara itu, Ratu tertawa bahagia saat mendengar kabar dari Menteri Jung. “Pelankan suaramu,” kata Menteri Jung. Ratu kemudian memintanya untuk memanggilkan Pangeran Seowon, putra kandungnya.


“Tidak. Ini saatnya untuk menahan diri. Anda sedang dicurigai atas serangan terhadap Putra Mahkota,” kata Menteri Jung. Ratu bilang ia belum melakukan apapun dan hanya membuat beberapa jimat untuk mengutuknya.


“Jika bukan aku, siapa yang melakukannya?” tanya Ratu penasaran, tapi Menteri Jung juga tidak tahu siapa pelakunya. “Tidak, itu tidak penting. Siapapun itu, mereka menyingkirkan Putra Mahkota, jadi aku sangat senang sekarang.”


Menteri Jung mengingatkan agar sementara waktu ini Ratu tetap rendah hati, tidak tersenyum, tidak banyak makan, dan tidak berdandan berlebihan. “Ah, ya ampuuun,” teriak Ratu sampai Menteri Jung terkejut. “Baiklah, aku mengerti.”


Ratu datang ke ruangan Raja dan kasim mengabarkan kedatangannya. Ratu menggunakan pita bajunya untuk menghapus pewarna bibirnya.


Ratu langsung bersimpuh dan berpura-pura menangia. Tapi ia malah terkejut sendiri, karena melihat Putri Mahkota sudah ada di sana. Ratu menyindir Putri Mahkota terlihat baik-baik saja, padhaal hal mengerikan terjadi pada suaminya.


“Aku tidak akan menangis. Aku yakin dia akan baik-baik saja. Aku percaya dia akan kembali dengan selamat. Aku akan seperti diriku yang biasanya,” kata Putri Mahkota. Raja hanya memperhatikan mereka berdua.


Ayah membantu membersihkan pakaian Won Deuk, sementara yang lain menutup hidungnya. “Bawakan aku air bersih,” perintah Won Deuk.  Ayah menyuruh Won Deuk membersihkan tangannya dulu dengan jerami kering. “Menyebalkan sekali!” Hong Sim terlihat kesal karena Won Deuk bicara kasar pada ayahnya.


“Aku bilang padamu untuk membawakanku air bersih!” kata Won Deuk, tapi ayah tidak mengerti maksudnya. Hong Sim bilang mungkin hanya ada satu tempat untuk mendapatkannya.


Ayah lalu membawa Won Deuk ke sungai dan memberitahu kalau semua tempat mengalami kekeringan, kecuali air di sungai itu yang mengalir dari Gunung Chunwoo.


Won Deuk protes karena harus membersihkan tubuhnya dengan air sungai. Ayah bilang Won Deuk tidak bisa menikah dengan penampilan seperti itu. Won Deuk bertanya kenapa dia harus menikah. “Apa kau tidak ingat?” tanya ayah.


“Namamu Won Deuk. Kau terluka selama dinas militermu dan baru saja kembali. Kau berjanji pada putriku, Hong SIm, bahwa kau akan menikahinya. Ingat, namamu Won Deuk. Kau bertunangan dengan putriku, Hong Sim,” kata ayah ketika Won Deuk sadar dari pingsannya.


“Tidak mungkin. Tidak mungkin aku melamar seorang wanita dengan wajah seperti itu,” tolak Won Deuk. Ayah bertanya apa Won Deuk mengingat sesuatu. “Tidak. Itu hatiku yang bilang. Rasanya sangat tidak nyaman.”


Ayah bilang dia sudah menyelamatkan Won Deuk dari kematian, jadi Won Deuk tidak boleh kehilangan sopan santunnya. “Tapi…” protes Won Deuk.


Ayah mengancam akan mengambil nyawa Won Deuk yang sudah ia selamatkan sebelumnya. Ia mendorong Won Deuk untuk mandi. “Aku tidak mau! Aku tidak tahu betapa dingin dan dalamnya itu!” kata Won Deuk.


Ayah bilang sampai tahun lalu, sungai itu sangat dalam sampai bisa membunuh orang. Tapi sekarang airnya dangkal karena kekeringan. Won Deuk diam saja. Ayah akhirnya melepaskan bajunya dan akan masuk duluan ke dalam air.


Ayah masuk ke dalam air dan bilang airnya sangat sejuk. Tapi saat ia berbalik, Won Deuk sudah pergi. “Won Deuk….!” teriak ayah.

1 komentar


EmoticonEmoticon