9/06/2018

SINOPSIS Familiar Wife Episode 10 PART 5

SINOPSIS Familiar Wife Episode 10 BAGIAN 5


Penulis Sinopsis: Dahlia
All images credit and content copyright: tvN
Supported by: sinopsis-tamura.blogspot.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Familiar Wife Episode 10 Part 4
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Familiar Wife Episode 11 Part 1

Jong-hoo beralri mengimbangi kecepatan Woo-jin, “Katakan jika kamu lelah, Woo Jin. Aku akan menggendongmu...” ujarnya

“Kamu lelah? Aku tidak bisa menggendongmu.” Sahut Woo-jin, setelah mendengar nafas Jong-hoo yg terengah-engah

“Aku tidak lelah. Aku masih kuat!” tegasnya


Seemtnara di belakang. Joo-hyuk nampak begitu lesu. Dari awal kondisinay memang tidak sehat, maka dia memutuskan untuk meneyrah dan duduk di pinggiran saja..


Sambil nyetir, Hye-won mengobrol dengan ibunya via telpon. Ibu mengajaknya bertemu akhir pekan ini, bersaa dengan joo-hyuk juga..

“Kurasa kami tidak bisa akhir pekan ini. Nanti kujelaskan, Ibu...” jawabnya

Lalu Hye-won menelpon Hyun-soo.. yg dengan gombalnya langsung menjawab: “Baru saja aku merindukanmu. Pasti kita punya ikatan batin.”

“Di mana kamu? Mau bertemu?”

“Jadwalku padat hari ini. Semua kelasku mata kuliah wajib jurusan.”

“Sungguh? Baiklah. Hubungi aku setelah selesai.”

“Baiklah. Tapi jika kamu mau, aku akan bolos dan menemuimu.”

“Tidak perlu. Fokus kuliah saja.”


Sobat Hyun-soo memuji kehebatannya merayu Hye-won, “Kamu hampir menjadi pacarnya...”

“Tentu saja. Kamu mengenalku. Sudah kubilang aku bisa meluluhkannya...”

“Kukira akan gagal saat kamu bilang dia pewaris JK... Dia juga sangat ceroboh. Bisa-bisanya dia pikir kamu mahasiswa atau orang kaya? Padahal jelas kamu bodoh dan tidak sungguh-sungguh...”

“Hei, sudah kubilang dia tergila-gila denganku. Aku mengaku tidak dapat uang saku lagi setelah bertengkar dengan ayahku. Lalu dia memberiku cek. Begitulah caraku membayar rumah kontrakan kita...”

“Benar, aku berterima kasih untuk itu. Tapi kamu bisa celaka jika ketahuan. Berhati-hatilah...”


“Jangan cemas. Akan kupermainkan dia sejenak dan kuperas, lalu kuputuskan saat aku bosan. Aku akan berpura-pura ke luar negeri....” ujar Hyun-soo dan sialnya, ternyata Hye-won yg baru saja memarkir mobil menengar seluruh perkataannya.


Maka dengans angat keras, Hye-won menghantam kepalanya dengan tas, sambil meneybutnya: “Bedebah busuk!”


Hye-won begitu kesal, “Jadi, dia merencanakan semua itu? Bedebah!”


Hye-won menghapus kontak Hyun-soo, lalu menelpon pihak mall untuk melaporkan tindakan Hyun-soo yg telah mengemudikan mobil pengunjung tanpa izin..


Jong-hoo masih ingin berlari bersama dengan Woo-jin, tapi Pak Byun mengajaknay berlari lebih cepat supaya bisa finish di urutan pertama..


Ditinggal sendirian, Woo-jin tak sengaja menguping obrolan pelari lainnya: ‘Katanya, ada peserta putra yang pingsan di belakang. Dia terkena serangan jantung. Ambulans datang...’


Seketika itu juga, Woo-jin berbalik arah dan langsung berlari secepat yg dia bisa. Langkahnya terhenti, ketika dia melihat lengan pria yg dibawa masuk ambulans, yg mengenakan jam sama persis dengan punyanya Joo-hyuk..


Bergegas dia menghampirinya, tapi ternayta,,, itu bukan lah Joo-hyuk. Karena Joo-hyuk masih duduk di pinggiran. Dia pun berdiri menyapa Woo-jin, “Kamu mengenalnya? Ada apa?”

Woo-jin tak bisa berkata-kata, namun matanya lansgung berkaca-kaca..


Malam harinya.. staff bank makan malam bersama, “Kerja bagus. Syukurlah ada pegawai yang juara tiga dari cabang kita. Bagus sekali, Min Soo (satpam kantor)...” ujar Pak Cha


Semua orang memuji Min-soo, tapi Pak Cha terus mengeluh karena mereka gagal mendapatkan hadiah liburan. Hal itu membuat makan mereka tertunda sukup lama, hingga akhirnya Pak Cha mempersilahkan mereka untuk makan..


Woo-jin nampak begitu lesu, membuat Jonghoo berkata: “Gelagatmu aneh... Ada hal yang membuatmu ingin alkohol?”

“Ya. Aku ingin minum alkohol hari ini...” ajwab Woo-jin yg kemudian menghabiskan beberapa gelas alkohol dalam sekali tegukan


Sesaat kemudian, Joo-hyuk keluar untuk menelpon ibunya dan menayakan kondisinya sekarang..


Ketika hendak kembali masuk.. dia melihat Woo-jin yg duduk sendirian di luar, “Kamu tidak apa-apa? Kamu mabuk...”


Akhirnya Joo-hyuk memabwa Woo-jin ke taman bermain anak terdekat dan memberinya minum, hingga Woo-jin merasa baikan, “Kenapa kamu minum sebanyak itu? Jangan yakin pada batasan minummu...” ujarnya

Namun Woo-jin malah bercerita: “Saat masih kecil, setiap aku bermain jungkat-jungkit dan jatuh seperti ini, jantungku seperti akan lepas secara bersamaan. Rasanya aneh sekali...”


Lalau Woo-jin meminta Joo-hyuk duudk di sebrangnya, tapi ketika jungkat-jungkit nya bergerak, Woo-jin malah menjadi mual,.


“Kamu baik-baik saja? Sebaiknya kita kembali. Yang lain pasti mencari kita.”

“Aku baik-baik saja. Aku sudah membaik.”

“Tapi kelihatannya tidak. Kamu sempoyongan.”

“Aku bisa jalan. Sungguh...”


Tak sengaja, mereka melihat sepeda anak-anak. Maka Joo-hyuk mendorong Woo-jin menaiki sepeda mini tersebut.. awalnya menyenangkan, tapi karena terlalu cepat, akhirnya malah membuat Woo-jin terjatuh..


“Kamu baik-baik saja?” tanya Joo-hyuk, yg kemudian mebantu Woo-jin untuk berdiri

Namun Woo-jin mulai menangis, “Aku tidak baik-baik saja. Sama sekali tidak baik-baik saja...” ucapnya


Sejenak diam, lalu dengan suara gemetar Woo-jin menjelaskan: “Aku tahu ini salah. Aku juga tahu perasaan ini tidak pantas, tapi perasaanku tidak dapat dikendalikan. Seakan-akan hatiku rusak. Aku tidak bisa berhenti memandangimu dan ingin bertingkah konyol di dekatmu. Kamu tidak terasa asing bagiku. Aku nyaman dan aman di dekatmu. Aku tidak mengerti apa pun lagi. Hati nurani? Rasa bersalah? Aku tidak peduli. Satu hal yang pasti, aku sangat menyukaimu.”

Joo-hyuk melepas tangannya, “Tidak. Jangan. Ini tidak boleh...” ucapnya yg kemudian hendak berjalan pergi

Namun Woo-jin meraih tangannya dan lansgung menciumnya...


Comments


EmoticonEmoticon