9/09/2018

SINOPSIS Familiar Wife Episode 11 PART 1

SINOPSIS Familiar Wife Episode 11 BAGIAN 1


Penulis Sinopsis: Dahlia
All images credit and content copyright: tvN
Supported by: sinopsis-tamura.blogspot.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Familiar Wife Episode 10 Part 5
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Familiar Wife Episode 11 Part 2

Dengan suaranya yg gemetar, Woo-jin mebegaskan bahwa kodnisinya tidaklah baik-baik saja, “Aku tahu ini salah. Aku juga tahu perasaan ini tidak pantas, tapi perasaanku tidak dapat dikendalikan. Seakan-akan hatiku rusak. Aku tidak bisa berhenti memandangimu dan ingin bertingkah konyol di dekatmu. Kamu tidak terasa asing bagiku. Aku nyaman dan aman di dekatmu... Setiap aku kesulitan, anehnya, kamu ada di sisiku saat aku menoleh. Satu hal yang pasti, aku sangat menyukaimu...” ungkapnya yg kemudian mencium Joo-hyuk


Tapi kemudian Joo-hyuk bangkit.. dan sebelum pergi, dia sempat berkata: “Jangan. Ini tidak pantas. Jangan. Kita tidak bisa bersama...”


EPISODE 11 : “Haruskah Kunyatakan Cinta Lagi..”


Pagi hari.. Jong-hoo telah menggorengkan telur untuk sarapannya dengan Joo-hyuk. 

“Tapi aku sedang tidak ingin sarapan...” ujar Joo-hyuk, maka Jong-hoo berkata: “Makanlah. Aku bangun pagi dan membeli telur untuk membuatkan sarapan. Aku berusaha keras, jadi, makanlah. Telur goreng ini hasil keahlianku selama 10 tahun tinggal sendiri. Kamu tahu telur goreng sulit dibuat, bukan? Bumbunya harus pas...”

Joo-hyuk mencicipinya, “Ini enak...” ucapnya, lalu Jong-hoo berujar: “Apa sebaiknya aku menikahi Woo Jin saja?”


Sementara itu.. Woo-jin sendiri, bangunnya kesiangan. Maka dia bergegas bangkit dan lari ke toilet untuk bersiap-siap..


Sesampainya di kantor, ternyata Joo-hyuk juga hampir kesiangan. Maka secara tak sengaja, mereka bertemu di depan.. mereka saling sapa, tapi konteks nya terasa begitu canggung.


Hingga saat berada di ruangan kerja.. rasa canggung itu masih terus berlangsung. Jong-hoo menghampiri Woo-jin, dia menanyaan kondisinya dengan begitu perhatian..

Tapi kemudian, dengan raut wajah yg sangat serius Woo-jin bertanya: “Bisa luangkan waktu sepulang kerja nanti?”

“Tentu saja bisa. Semua waktuku milikmu...” jawab Jong-hoo, lalu Woo-jin berkata: “Ada yang ingin kubicarakan...”

“Tentang apa? Jika lamaran, kurasa aku belum siap...” sahut Jong-hoo dengan nada bercanda


Tapi ketika berada di hadapan Joo-hyuk, Jong-hoo menunjukkan rasa gelisahnya, “Menurutmu tentang apa? Apa yang ingin dia bicarakan?”

“Entahlah...”

“Kenapa aku gelisah sekali? Entah kenapa, firasatku buruk. Sebenarnya, kami sepakat untuk berpacaran sebulan. Tinggal beberapa hari lagi hingga genap sebulan. Menurutmu dia ingin membahas apa? Kira-kira apa? Dia tidak akan memutuskanku, bukan? Benar? Tidak akan, bukan? Ayolah, katakan tidak akan! Aku gelisah sekali...”

“Tidak akan...”

“Tidak, aku masih gelisah. Katakan tidak akan tiga kali...”

“Tidak akan. Tidak akan. Tidak akan...”

“Astaga.. aku masih sangat gelisah..”


Hwan menerima sebungkus coklat mint dari seorang nasabah, tetapi dia bilang dia tak menyukai rasa mint karena mengingatkannya pada rasa odol.


Nona Joo mengatakan bahwa dia suka rasa mint. Tetapi dengan cueknya, Hwan malah memberikan coklat itu untuk Nona Choi..


“Gelagat Kim Hwan belakangan ini aneh, ya?” ujar Nona Choi, membuat Nona Joo bertanya: “Apa maksudmu?”

“Perlakuan dia kepada kita sangat berbeda. Seolah-olah dia menebar feromon kepadaku. Sepertinya dia menyukaiku. Astaga. Jika dia begitu gamblang, aku akan kewalahan. Aku tidak suka pria yang lebih muda. Ini gawat...” tutur Nona Choi, yg seketika membuat Nona Joo mengernyit heran (atau cemburu niih?)


Sesuai janji.. setelah jam kerja usai, Jong-hoo pergi bersama dengan Woo-jin. Sedari awal, Woo-jin menunjukkan ekspresi serius, dan mengajaknya berbicara di tempat yg tenang.. 

Tetapi Jong-hoo seakan terus mengulur waktu.. pertama dia mengajaknya ke tempat makan yg ramai, lalu membawanya pergi ke tempat hiburan dan mirisnya, hanya dirinya sendiri yg tertawa sementara Woo-jin tetap mempertahankan raut serius-nya.


Hingga malah hari tiba.. Jong-hoo mengajaknya makan di sebuah kedai. Disalalah akhirnya Jong-hoo menyatakan: “Baiklah. Aku siap (mendengar apa yg ingin kamu katakan)..”


Tanpa benari menatap mata Jong-hoo, Woo-jin menuturkan: “Tinggal beberapa hari lagi sampai genap satu bulan. Tapi kurasa aku harus jujur secepatnya. Kurasa aku tidak bisa berhubungan lagi denganmu. Kamu orang yang luar biasa. Aku paham itu, tapi hatiku terus fokus ke tempat lain. Aku tidak bisa meneruskannya. Mungkin seharusnya aku menolak hubungan ini sejak awal. Aku jahat sekali, ya?”


Meski sangat menyakitkan, tapi Jong-hoo masih bisa tersenyum, “Itu Agak jahat...” ucapnya, yg kemudian berkata: “Lagi pula, akulah yang bilang kita akan memutuskan setelah sebulan. Jangan begitu. Kamu terlihat sedih. Ini bukanlah kejahatan. Jika sepasang kekasih tidak cocok, wajar jika berpisah. Aku pernah punya pacar. Terkadang kita memutuskan, terkadang diputuskan. Begitulah hidup... Ayo kembali menjadi kolega biasa agar hubungan kita tidak canggung. Jangan kolot dengan merasa canggung atau saling mendiamkan. Selebritas Hollywood tetap berteman dengan mantan suami dan istri...”

Jong-hoo menceritakan masalah ini pada kedua sobatnya.. jika tadi, dia masih bisa tersenyum, sekarang dia nampak begitu emosional.

“Hubungan kalian berjalan lancar! Ini sangat mendadak! Menyebalkan sekali! Jelaskanlah!” teriak Sang-sik


“Akulah yang diputuskan, bukan kamu. Kenapa kamu meneriakiku?” tukas Jong-hoo, maka Sang-sik berkata: “Aku sudah cukup sedih. Aku tidak paham. Rasanya baru kemarin kita bergembira di vila. Lantas kenapa? Dia terkesan menyukaimu. Jadi, apa alasannya?”

“Kurasa dia menyukai orang lain...” ungkap Jong-hoo, maka Sang-sik bertanya: “Siapa bedebah itu? Dasar laki-laki sialan!”

“Aku tidak tahu. Tapi siapa pun dia, dia musuhku!” tegas Jong-hoo, lantas Sang-sik bertanya: “Berarti selama ini Woo-jin selingkuh?”

“Entahlah.. Kurasa bukan begitu. Kurasa perasaan dia bertepuk sebelah tangan..” jawab Jong-hoo

“Ya ampun. Kamu diputuskan meski cintanya bertepuk sebelah tangan? Bisa-bisanya Yoon Jong Hoo yang hebat... Ini pasti balasan karena dia memainkan banyak gadis...” komen Sang-sik


“Aku cukup resah selama berhubungan. Rasanya dia tidak menyukaiku sebagaimana aku menyukainya. Kupikir dia akan memberiku 100 persen jika aku memberinya 200 persen. Jadi, aku lebih terbuka dengan perasaanku. Mungkin dia tidak nyaman..” tuturnya, yg kemudian bertanya pada Joo-hyuk: “Apa aku terlalu berlebihan?”

“Tidak. Kamu sudah berusaha...” jawabnya, maka dengan lirih Jong-hoo berkata: “Hatiku terasa hampa sekali. Seluruh dunia tampak suram...”
Comments


EmoticonEmoticon