9/09/2018

SINOPSIS Familiar Wife Episode 11 PART 2

SINOPSIS Familiar Wife Episode 11 BAGIAN 2


Penulis Sinopsis: Dahlia
All images credit and content copyright: tvN
Supported by: sinopsis-tamura.blogspot.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Familiar Wife Episode 11 Part 1
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Familiar Wife Episode 11 Part 3

Tak tega melihat kondisi sobatnya yg galau, maka Jong-hoo mengajaknya ke disotik. Niatnya sih untuk mencari wanita lainnya.. tapi ternyata, mereka tak cocok berada di tempat seperti ini.


Sementara itu, saaat ini Woo-jin tengah melampiaska perasaannya dengan cara berlari secepat yg dia bisa.. hingga membuat Joo-eun yg menemaninay jadi kewalahan, “Aku nyaris mati. Astaga, lelah sekali...” keluhnya


Mereka lalu duduk beristirahat. Woo-jin mengungkapkan perasaannya, “Seharusnya aku tidak memulainya. Aku merasa bersalah kepadanya...”

“Jangan begitu.. Bukankah kalian sepakat hanya sebulan?”

“Tapi aku tetap tidak bisa mengendalikan perasaanku. Aku bimbang. Aku diperingatkan bahwa aku telah menyimpang. Walau tahu jalan itu jauh dan berat, hatiku terus menyusuri jalan itu...”

“Woo Jin. Omong-omong, apa ini karena kakakku?”


“Tadinya aku ragu, tapi ternyata benar. Bagaimana kamu tahu?”

“Berdasarkan naluriku. Mengenai pria yang kamu ceritakan tempo hari, apa dia juga kakakku?”

“Aku jahat sekali, bukan? Walau tahu mereka bersahabat... Dahulu aku sering mengumpat saat ada cinta segitiga dalam drama. Aku sangat kesal dengan diriku...”

“Jika kamu bukan temanku, aku akan mencelamu habis-habisan. Tapi tidak akan ada begitu banyak kisah cinta di dunia ini jika manusia bisa mengendalikan perasaan sesuka hati. Aku memilih netral. Aku tidak bisa mendukungmu, tapi setidaknya, aku tidak akan mencelamu...”

“Itu lebih dari cukup. Terima kasih...”


Di pagi hari.. Jong-hoo datang ke kantor dengan membawakan kopi untuk seluruh staff. Dia menunjukkan ekspresi yg sangat ceria, seolah tak terjadi apa pun..

Pak Byun dan Bu Jang menggodanya, “Apa kamu membelikan kami kopi karena sungkan jika hanya mentraktir dia? Pantas aku mencium aroma manis dari kopi. Kamu begitu menyukai Woo Jin? Sepertinya kita akan menghadiri pernikahan mereka nanti...”

Tapi dengan mudahnya, Jong-hoo menuturkan: “Kami putus kemarin... Putus itu wajar. Hubungan kami baik-baik saja. Kami akan tetap akur sebagai kolega. Jangan cemas...”


Mendengarnya membuat semua orang terkejut. Tetapi sikap Woo-jin dan Jong-hoo membuat mereka berkomentar: “Kalian berdua keren sekali. Biasanya, jika berpacaran dengan kolega, akan bermusuhan setelah putus..”


Sekali lagi, Jong-hooo menegaskan: “Kami putus baik-baik. Pokoknya, aku dan Woo Jin resmi lajang. Tolong jangan salah paham...”


Di pantry.. para staff memperbincangkan masalah ini, “Dari suasananya, sepertinya Woo Jin diputuskan, ya?”


“Pak Yoon seperti berusaha menutupinya. Tidak kusangka Pak Yoon setega ini. Ternyata dia kejam...”

“Anggap saja hubungan mereka merenggang setelah putus, kita pasti terbagi dua kelompok saat makan siang serta lebih menjaga mulut dan sikap. Itu bisa membuat stres...”


“Aku tidak pernah melihat hubungan antar kolega yang langgeng. Karena inilah aku tidak pernah memacari kolega...” ujar Pak Byun, lantas Bu Jang berkata: “Bukannya tidak pernah, tapi tidak bisa...”


Sementara Hwan memiliki teorinya sendiri.. setelah meemrhatikan tingkah Jong-hoo, dia langsung bertanya: “Pak Yoon, kamu diputuskan, ya?”

“Apa maksudmu? Itu kesepakatan bersama...”

“Kelihatannya tidak. Ini yang biasanya terjadi setelah diputuskan. Mendadak kamu ingin belajar hal baru dan menyibukkan diri. Yakin kamu tidak diputuskan?”

“Yakin. Aku bersumpah. Aku tidak diputuskan!”

“Kamu diputuskan!”


Ketika Woo-jin menyendiri di rooftop, tiba-tiba Joo-hyuk menghampirinay dan berkata: “Berilah Pak Yoon kesempatan lagi. Dia sangat menyukaimu...”

“Aku tahu itu...”


“Jika kamu menyesali kejadian tempo hari, jangan. Semua orang membuat kesalahan...” ucap Joo-hyuk

“Itu bukan kesalahan. Jadi... Aku tidak bisa berhubungan dengan Pak Yoon lagi. Aku tidak mengharapkan tanggapanmu. Kamu melalui banyak masalah belakangan ini dan aku tahu seakrab apa kamu dan Pak Yoon. Aku hanya tidak ingin kamu memaksaku. Selain itu, jangan canggung di dekatku. Jika canggung, anggap saja ciuman itu tidak ada artinya. Seperti katamu, aku membuat kesalahan saat mabuk. Anggap saja begitu jika itu bisa menenangkanmu...” tutur Woo-jin


Dan sangat tragis.. karena ternyata, Jong-hoo mendengar seluruh obeolan mereka. dia memilih untuk diam saja, dan mendengarnya dari kejauhan...


Saat mengisi bensin, tak sengaja Hye-won melihat Hyun-soo yg tengah dimarahi oleh seorang ahjumma yg menggerutu karena ada goresan di mobilnya.


Hye-won menghampiri mereka, dia melempar selembar cek kepada ahjumma itu  sambil bertanya: “Butuh berapa?”


Tak hanya itu saja, Hye-won lantas menyuruh Hyun-soo untuk menghancurkan mobil dihadapannya itu, “Beginilah cara orang kaya menggunakan uangnya. Mereka mengeluarkan uang untuk melindungi harga diri, bukan malah merusak harga diri demi uang sepertimu!” ujarnya dengan sinis


Hyun-soo sangat takjub padanya.. tetapi Hye-won menatapnya ketus, lalu sebeum pergi dia berkata: “Kamu pun tidak lebih baik. Seharusnya kamu mengerti. Jangan biarkan orang sehina dia merendahkanmu lagi!”
Comments


EmoticonEmoticon