9/12/2018

SINOPSIS Familiar Wife Episode 12 PART 2

SINOPSIS Familiar Wife Episode 12 BAGIAN 2


Penulis Sinopsis: Dahlia
All images credit and content copyright: tvN
Supported by: sinopsis-tamura.blogspot.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Familiar Wife Episode 12 Part 1
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Familiar Wife Episode 12 Part 3

Joo-hyuk berlutut di hadapan Woo-jin.. sambil menangis, dia lantas berkata: “Ini sudah terlambat, tapi maafkan aku, Woo Jin. Maafkan aku... Maafkan aku.... Maafkan aku... Maafkan aku...”


“Baik. Pasti bukan hanya salahmu karena tidak ada hubungan yang sepihak. Tapi, Aku bukan Seo Woo Jin yang kamu campakkan. Aku tidak selemah itu. Saat menghadapi kesulitan, aku akan bertahan. Aku terus bertahan...” tuutr Woo-jin yg kemudin berjalan pergi dengan penuh emosi


Namun selang beberapa detik, Woo-jin kembali.. hanya untuk berkata: “Kuberi kamu satu kesempatan lagi, jadi, kamu harus menebusnya. Kembalikan semuanya seperti semula. Kamu menyesal? Jangan hanya minta maaf. Tebuslah seumur hidupmu bersamaku...”


Hingga kembali ke kantor.. Joo-hyuk masih berlum bisa menghentikan tangisan penyesalannya dan tak sengaja Jong-hoo melihatnya,

“Jangan memperumit ini. Bersiaplah menerima kritik dan hidup sesukamu. Lakukan sesuka hatimu, Sialan. Jangan memedulikan orang lain karena itu menyebalkan!” tuturnya kesal meski dalam hatinya jelas dia sangat peduli


Mendengarnya membuat Joo-hyuk makin terisak, maka Jong-hoo lanjut berkata: “Aku tidak bisa mendukungmu, jadi, jangan berharap datang kata maaf dariku!”


Di kedai.. Sang-sik bicara pada Joo-eun: “Tentang kakakmu, bukankah dia dia berutang banyak? Sebaiknya kamu tagih dia sepenuhnya...”

“Bukankah kamu bilang aku terlalu memaksa kakakku membayar? Kenapa, kamu ingin tahu kabarnya?” ujar Joo-eun, maka Sang-sik berkata: “Yang benar saja. Untuk apa aku ingin tahu kabar dia? Dia dan aku hanya keluarga secara hukum, tidak lebih dari itu. Aku tidak ingin bicara dengan pengkhianat seperti dia. Jangan ungkit namanya di depanku...”


“Kamu yang lebih dahulu membahas soal dia. Tapi dia sepertinya mencemaskanmu. Kami bertelepon tadi. Dia mengomel agar aku mencegahmu minum berlebihan. Sebaiknya dia menasehati dirinya dahulu. Pasti dia tidak makan...” ungkap Joo-eun, yg seketika berhasil membuat Sang-sik menangis terisak

“Kamu menangis?” tanya Joo-eun

“Untuk apa aku menangis? Teri ini membuat pedih. Kita pasti salah beli...” kilahnya


Joo-hyuk melamun, mengingat perkataan Woo-jin: ‘Jangan hanya minta maaf. Tebuslah seumur hidupmu...’

Tapi sekarang, Jooo-hyuk sadar diri.. kalau apa yg telah dilakukannya terlalu serakah. Meski demikian, dia bertanya-tanya pada diirnya sendiri: “Sekali saja... Hanya sekali saja.. bolehkah aku serakah?”


Dengan tergesa-gesa.. Joo-hyuk berlari sekuat tenaga menuju rumahnya Woo-jin..


Sesampainya disana, dia bebicara dengan nafas yg masih teregah, “Aku ingin mengatakan kepadamu secara langsung. Akhir pekan ini kamu ada acara, Woo Jin?” tanyanya


Si ajusshi misterius, tak sengaja membaca berita mengenai blackhole di salah satu surat kabar. Maka dia, mulai meracau sama persis saat kita meliahtnya dalam kereta untuk yg pertama kainya waktu itu..


Di akhir pekan.. Woo-jin sibuk memilih baju serta berdandan cantik. Dan ibu.. nampak ikut antusias membantunya~


Sementara itu, Joo-hyuk sempat terjebak macet.. karena ada sebuah kecelakaan. Alhasil, dia tiba di depan rumah Woo-jin agak terlambat..


Mesi demikian, Woo-jin tetap menyambutnya dengan senyuman ceria, “Kamu menunggu lama? Kamu terlihat cantik..”

“Jika aku sangat cantik, kenapa kamu mencampakkanku?”

“Entahlah... Ibumu bagaimana? Perawatnya ada di sini?”

“Jangan cemas. Ayo kita berangkat. Pak—Eh, Dahulu aku memanggilmu apa?”

“Pak Guru... Tapi Setelah kita menikah, kamu memanggilku, ‘Hei’!”

“Hmmm... Hei. Ke mana kita pergi hari ini?”

“Sudah kupikirkan. Bagaimana jika kita pergi ke tempat kita kencan pertama kali?”


Joo-hyuk membawanya ke pesisir laut.. Woo-jin penasaran, maka dia bertanya: “Omong-omong, jika kita kemari saat kencan pertama, apa kegiatan kita di sini?”

“Hanya memandangi lautan dan makan enak...”

“Aneh sekali. Bagimu itu kenangan indah, tapi aku tidak ingat sedikit pun...”

“Tidak apa-apa. Kita bisa membuat kenangan indah lagi...”

“Mau melakukan apa? Kamu punya ide? Kuharap kita tidak berkejaran atau semacamnya.”


Joo-hyuk lantas tersenyum, mengatakan bahwa dulu.. malah Woo-jin yg mengajaknya berkejaran. Dan sekarang dia mempraktekannya ulang...


Meski awalnya menolak.. tapi pada akhirnya Woo-jin berlari mengejar Joo-hyuk, hingga membuat mereka terlihat seperi pasangan remaja yg baru jadian... tertawa lepas, seakan tak ada beban apa pun dalam pikirannya.


Tapi mendadak.. ponselnya Joo-hyuk berdering. Ada telpon masuk yg setelah diangkat, seketika langsung meenyapkan senyuman di wajahnya..
Comments


EmoticonEmoticon