9/12/2018

SINOPSIS Familiar Wife Episode 12 PART 3

SINOPSIS Familiar Wife Episode 12 BAGIAN 3


Penulis Sinopsis: Dahlia
All images credit and content copyright: tvN
Supported by: sinopsis-tamura.blogspot.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Familiar Wife Episode 12 Part 2
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Familiar Wife Episode 12 Part 4

Sesaat kemudian, Joo-hyuk tiba di kantor.. dimana Pak Byun dan Pak Cha nampak sengat gelisah, karena mendapati fakta bahwa Perusahaan Wooseong telah bangkrut, padahal belum sepekan dana pinjamannya dicairkan. Maka mereka lansgung meminta bantuan Joo-hyuk untuk menelpon (mantan) mertuanya...


Setelah ditelpon, presdir Lee juga menuturkan bahwa diirnya rugi banyak, “Aku juga dikhianati. Aku bertemu dengannya kemarin, tapi tidak menyadari ada hal aneh. Aku tidak menyangka dia akan mengkhianatiku...” jelasnya


Insiden ini menimbulkan masalah yg sangat besar untuk pihak Bank. Pak Cha selaku manajer cabang, telah dipanggil ke kantor pusat.. dan nasik Joo-hyuk telah berada di ujung tanduk.  


Dalam ruangan tertutup, Pak Cha bicara dengan Joo-hyuk. Perlu di akui, memang mereka telah bertindak gegabah dengan melewatkan pemeriksaan data calom peminjam, sehingga mereka dicurigai ikut andil dalam penggelapan dana.

Pak Cha menyangkal tuduhan tersebut, tetapi Pihak Pusat tak bisa memercayainya begitu saja. lantas kini, Pak Cha hanya bisa mengeluh: “Sepertinya aku akan dipecat. Aku akan menemui calon besanku dua pekan lagi. Putriku masih kuliah. Bagaimana nasib keluargaku jika aku dipecat? Istriku tidak bisa mencari nafkah. Hanya bisa berbelanja. Maafkan aku, Pak Cha. Aku bingung harus berkata apa...”


Ponselnya berdering.. Pak Cha mengangkat telpon dari istrinya yg menanyakan perkembangan kasusnya. Namun dengan intonasi lembut, Pak Cha berusaha bohong.. dengan menjelaskan kalau ini hanya masalah kecil


Joo-hyuk terus menyalahkan dirinya sendiri atas insiden yg terjadi saat ini. Namun Woo-jin berusaha menenangkannya, “Jangan menyalahkan diri sendiri. Salahkan orang yang menipumu...”


Lebih dari itu.. Woo-jin mulai mengumpat melampiaskan kekesalanna pada si penipu: “Astaga, menyebalkan. Dia patut disambar petir. Semoga dia tersedak, lalu mati!”

Lanjutnya, Woo-jin menuturkan: “Jangan merasa bersalah. Itu sudah mereka rencanakan. Kita tidak berdaya. Kamu dan manajer cabang hanya mengalami kesialan. Ini biasa terjadi. Sekeras apa pun usaha kita menghindari kemalangan, rasanya semesta tetap mendorong kita ke arahnya. Pada saat seperti itu, kita hanya perlu menerimanya. Saat ayahku meninggal dan aku menyadari gelagat aneh ibuku untuk kali pertama, aku juga terpaksa menerimanya...”


Saat kembali ke ruang kerja.. Jong-hoo lansgung menunjukkan suatu kejanggalan pada berkas dokumen Perusahan Wooseong, “Joo Hyuk, lihat ini. Ada yang aneh. Aku memeriksa laporan keuangan dan sertifikat cap mereka. Cap di sertifikatnya tidak sesuai dengan cap di notula rapat direksi mereka...” jelasnya, yg memperkuat dokumen bahwa sedari awal dokumennya memang dipalsukan.


Pada salah satu lembar.. tertulis nama ‘Jason Lee’ yg sepertinya sangat familiar di telingat Joo-hyuk..


Tentu saja begitu.. karena ternyata, Jason Lee adalah nama lain dari (mantan) ayah mertuanya Joo-hyuk. Kebetulan pada saat ini, beliau sedang telponan dengan si penipu.. mereka membicara soal uang dan lokasi persembunyian di Hongkong. Joo-hyu telah tiba disana dan dia mendengar semuanya..


Mereka pun duduk dan berbincang empat mata.. Tanpa rasa bersalah sedikit pun, Presdir Lee dengan mudahnya menjelaskan: “Mulanya bukan begini rencanaku. Aku butuh dana lebih untuk mendirikan korporasi. Aku berniat mengembalikan dana itu setelah memenangkan kontrak. Tapi kontraknya dibatalkan. Bagaimana? Bisakah kamu mengabaikan ini?”


“Tidak bisa. Manajer cabangku akan disalahkan atas semuanya.”


“Lantas? Apa kamu akan membongkar bahwa Wooseong adalah perusahaan cangkang JK Group? Pikirmu kamu akan selamat setelah itu? Kamulah yang mengenalkan Pak Han kepada manajer cabangmu. Kamu pasti tahu benar mengenai hubungan kami. Mereka pasti akan mempertanyakanmu. Mereka akan mengira kamu terlibat sejak awal. Kamu tidak keberatan dengan itu? Kamu juga akan rugi sepertiku. Kehilangan segalanya...”


Joo-hyuk pulang dengan langkah yg begitu lesu.. pikirannya kalut, hingga dia lupa passcode apartemen Jong-hoo,

“Kamu sedang apa? Lupa kata sandinya? Ada apa? Apa yang terjadi di sana? Benarkah JK Group terlibat?”

“Jong Hoo. Aku akan menceritakan semuanya nanti...”

“Baiklah. Nanti saja...”


Sepanjang malam.. Joo-hyuk nampak begitu gelisah. Dia terus terbangun dan tak sempat berbaring sedetik pun..


Esok paginya.. ketika Jong-hoo bangun, dia tekejut karena tak menemukan Joo-hyuk di sekelilingnya dan tak ada pesan apa pun darinya..


Karena ternyata... sekarang ini, Joo-hyuk memutuskan untuk mendatangi kantor pusat seroang diri~~
Comments


EmoticonEmoticon