9/02/2018

SINOPSIS Familiar Wife Episode 9 PART 1

SINOPSIS Familiar Wife Episode 9 BAGIAN 1


Penulis Sinopsis: Dahlia
All images credit and content copyright: tvN
Supported by: sinopsis-tamura.blogspot.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Familiar Wife Episode 8 Part 5
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Familiar Wife Episode 9 Part 2

Hye-won melempar kartu memori blackbox mobil kepada Joo-hyuk sambil bertanya: “Apa-apaan itu?”

“Maksudnya apa?” tanya Joo-hyuk kebingungan, maka Hye-won memaparkan semuanya: “Kenapa kau membohongiku? Kamu tidak melayat, tapi tidak pulang karena Woo Jin. Saat kamu di kamar mandi, dia menelepon. Aku mengangkatnya, lalu ada wanita yang memanggilmu "Menantuku". Katanya seharusnya kamu ikut makan dengan mereka. Kamu punya dua istri? Kamu berselingkuh dengannya?”


Joo-hyuk mencoba untuk menjelaskan, namun Hye-won terlanjur terbakar oleh emosinya sendiri, “Sejak awal aku tidak suka dengan wanita itu. Dia mengganggu dan membuatku kesal tanpa alasan. Aku akan menemuinya. Aku akan bertanya kepadanya...”

“Tidak. Jangan. Akan kujelaskan, Hye Won. Ibunya mengidap Alzheimer. Aku kebetulan bertemu dengan Woo Jin dan dia panik karena ibunya menghilang...” tutur Woo-jin, namun Hye-won tetap marah padanya, “Karena itu kamu mencari ibunya bersama Woo Jin? Kenapa? Jong Hoo sedang apa?”

“Jong Hoo pergi ke rumah orang tuanya...” jawab Joo-hyuk, lanjutnya Hye-won bertnaya: “Perlukah kamu mencarinya semalaman? Memang kamu siapa? Keluarganya?”


“Aku tidak bisa mengabaikannya...” jawab Woo-jin, yg membuat Hye-won makin kesal, “Memangnya apa hubungan kalian hingga tidak bisa diabaikan?!”

“Pokoknya, kamu benar-benar salah paham. Ya, aku seharusnya tidak berbohong. Maafkan aku. Ini sepenuhnya salahku...” tutur Joo-hyuk

“Bersikap sebaik ini adalah penyakit dan termasuk ikut campur. Paham? Orang teraneh dalam hal ini justru wanita itu, Seo Woo Jin. Aku paham dia bingung karena ibunya menghilang. Tapi beraninya dia membuat atasannya yang berkeluarga terjaga semalaman demi dia? Bahkan saat kulihat dia di vila, dia selalu tersenyum, berlagak tenang, dan rendah hati. Tapi dia bertingkah begini di belakang semua orang!” tutur Hye-won, maka Joo-hyuk berkata: “Bukan begitu. Aku hanya ingin membantu...”


“Diam! Kamu sungguh membelanya? Aku muak melihatmu!” teriak Hye-won yg kemudian berjalan pergi.

“Kamu mau ke mana?” tanya Joo-hyuk, “Aku tidak akan melabraknya, jangan cemas!” jawab Hye-won


Pergi tanpa tujuan yg jelas.. Hye-won lantas mengambil ponselnya. Sejenak dia ragu.. tapi pada akhirnya, dia memutuskan untuk menghubungi Hyun-soo..


Mereka bertemu di bar, Hyun-soo datang tak lama setelah Hye-won sampai disana, “Noona.. maaf aku membuatmu menunggu”

“Jangan terlihat senang. Aku menelepon karena tidak ada teman yang bisa kuhubungi.”

“Tidak masalah bagiku. Omong-omong, ada apa? Kamu bertengkar dengan suamimu?”

“Tidak, kami tidak bertengkar. Dia selalu menuruti permintaanku dan setia kepadaku. Karena itu dahulu aku menyukainya. Karena itu aku menikah dengannya.”


“Tapi ada yang berubah. Apa ada kaitannya dengan wanita lain?”

“Hei, jangan asal menebak. Untuk apa aku mendiskusikan hal seperti itu denganmu?”

“Baiklah, tidak usah. Omong-omong, aku berterima kasih kepada suamimu. Berkat dia, aku bisa menemuimu. Karena hari ini kita bertemu, bisakah kita jalan-jalan besok? Aku tidak perlu kerja... Maksudku, tidak perlu kuliah besok...”


Saat pulang kerumah, Joo-hyuk tertidur di sofa ruang tengah.. Hye-won yg sudah mabuk berat, lansgung masuk ke kamar, tapi tak sengaja kakinya menginjak kartu memori dari mobil


Lalu.. Hye-won mauk ke ruang kerja.. dalam kondisi yg tak sepenuhnya sadar, dia membuka stus ‘BEHIND’ yitu forum online bersisi banyak bahasan tentang skandal di kantor..


EPISODE 9 : “BEHIND”


Pagi hari... Jong-hoo naik sepeda menjemput Woo-jin. Lewat telpon dia bertanya: “Kamu di mana, Woo Jin? Aku sudah sampai...”


“Aku di sini. Kamu tidak melihatku?” teriak Woo-jin, yg ternyata memutuskan untuk membeli sebuah mobil


Jong-hoo nebeng di mobilnya, dia lantas memuji kepuutsan Woo-jin, “Tidak kusangka kamu secepat ini membeli mobil. Keren...”

“Lebih sulit mempertimbangkannya daripada benar-benar membelinya. Aku harus mengantar ibuku dan sebagainya, jadi, aku butuh mobil. Omong-omong, kamu sudah tidak marah?”

“Benar juga, seharusnya aku marah. Aku lupa karena mobil ini...”

“Maafkan aku. Apa pun yang terjadi setelah ini, meski langit terbelah dua karena petir dan gunung meletus, aku pasti akan mengangkat teleponmu.”

“Jangan begitu lagi, ya? Berjanjilah!”

“Baik, aku berjanji. Kalau begitu, kita berangkat sekarang?”

“Tapi... Kamu punya SIM?”

“Tentu saja. Kamu boleh tidur di perjalanan. Tidurlah...”


Namun nyatanya.. cara Woo-jin mengemudi sangatlah menyeramkan, membuat Jong-ho sampai gemetar ketakutan, “Kamu sungguh sudah punya SIM, Woo Jin?”

“Tentu saja. Sudah 10 tahun aku memilikinya. Tentu saja, aku tidak mengemudi selama 10 tahun itu..”

“Ingin aku yang menyetir?”

“Tidak usah. Aku sudah sangat mahir.”


Di kantor, Woo-jin sangat senang karena menerima bonus besar dari Pak Byun. Selain itu, dia juga mendapatkan poin plus, untuk nilai performa kerjanya.


Namun kebahagiaan itu tak berlangsung lama.. karena tiba-tiba, Bu Jang menunjukkan postingan di forum yg secara jelas menyebut Woo-jin sebagai wanita penggoda suami orang dan menuduhnya operasi plastik.


Bangun dari tidurnya.. Hye-won langsung terperanjat kaget, mengingat perbuatannya malam tadi. Dia pun bergegas membuka situs BEHIND dan sekarang postingannya telah dipenuhi komentar ganas...

Dia panik, tapi sekarang semuanya sudah terlanjur. Tak mau ambil pusing, dia lantas berkata: “Terserahlah, lagi pula ini bukan karangan belaka...”


Membaca postingan itu, membuat Joo-hyuk marah, “Laman web itu bermasalah. Tidak ada yang merasa bertanggung jawab karena anonim. Sistemnya harus diubah atau laman webnya ditutup!”


Woo-jin lalu meminta maaf keapda semuanya. Namun merereka membelanya, “Kamu tidak bersalah. Penulisnya yang salah...”

Tapi masalahnya sekarang, sudah terlalu banyak orang yg membacaranya. Bu Jang bertanya, apakah Woo-jin tak marah?

“Tulisannya terlalu konyol hingga aku tidak marah. Aku tidak ada masalah di kantor pusat. Aku tidak menjalani operasi plastik”

“Kami percaya.. tapi masalahnya, Siapa yang menulis ini? Ada orang yang dendam terhadapmu? Mungkin orang yang bertengkar denganmu baru-baru ini...”


Mendengar pertanyaan itu, membuat Joo-hyuk teringat pada Hye-won. Maka dia pergi ke tempat sepi untuk menelponnya...

“Kamu ingat forum online yang pernah kuceritakan?” tanya Joo-hyuk yg seketika membuat Hye-won terperanjat kaget, dan karena tak inign ketahuan maka dia berbohong dengan menajwab: “Entahlah.. Memangnya kenapa?”

“Ada yang menulis cerita buruk tentang Woo Jin. Mungkinkah...”

“Kamu mencurigaiku?”

“Aku hanya... Setelah kejadian semalam, aku hanya berpikir...”


“Bagaimana mungkin aku menulisnya? Aku bahkan tidak tahu caranya. Apa pikirmu aku orang rendahan yang menghina orang lain di internet? Aku lulusan jurusan musik klasik.”

“Baiklah. Maaf. Aku hanya bertanya.”

“Pertanyaanmu menyebalkan. Pikirmu aku siapa?”

“Maaf. Jangan marah. Aku akan pulang cepat...”

“Kamulah yang salah, kini kamu malah menuduhku? Sudahlah!”
Comments


EmoticonEmoticon