9/02/2018

SINOPSIS Familiar Wife Episode 9 PART 2

SINOPSIS Familiar Wife Episode 9 BAGIAN 2


Penulis Sinopsis: Dahlia
All images credit and content copyright: tvN
Supported by: sinopsis-tamura.blogspot.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Familiar Wife Episode 9 Part 1
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Familiar Wife Episode 9 Part 3

Para staff berkumpul di pantry.. minum kopi, sambil memperbincangkan skandal yg menimpa Woo-jin.

“Wajahnya lah yg menjadi masalah.. Dari wajahnya, dia ditakdirkan dikelilingi oleh pria. Pupil matanya besar dan matanya agak sayu...” tutur Nona Joo

“Aku juga sama. Wanita berwajah seperti kami juga sering difitnah” ujar Bu Jang, yg seketika membuat Pak Cha dan Hwan mengernyitkan dahinya


“Omong-omong, kurasa cerita itu pasti ada pemicunya. Maksudku, tidak ada asap tanpa api... Hubungan antara pria dan wanita tidak bisa ditebak.”

“Benar. Setelah kami bekerja sama selama beberapa waktu, rasanya dia bukan wanita semacam itu. Dia tenang dan gamblang. Dia jelas bukan penggoda.”


“Tapi karena dia dimutasi dari kantor pusat, ada sisi misterius darinya. Biasanya, pegawai tidak dimutasi dari kantor pusat ke kantor cabang.”

“Jadi, bagaimana pendapatmu? Kenapa kamu labil dan membingungkan?”

“Tidak ada yang tahu kebenarannya. Kecuali dirinya sendiri.”


Dalam waktu sekejap.. postingan tentangnya, telah dibaca dan dikomentari oleh begitu banyak orang.. 

Meski semuanya berisikan caci maki dan sindiran, Woo-jin malah tertawa: “Semua komentarnya kreatif. Kurasa banyak orang kompeten di negara kita.”

“Ini bukan saatnya bercanda. Situasi ini serius. Jumlah komentar dan pembacanya meningkat pesat...” ujar Jong-hoo yg gellisah

“Lalu aku harus bagaimana? Menangis? Tidak kusangka kamu tidak terpengaruh...”


“Ini membuatku marah. Aku tidak punya solusi dan tidak tahu siapa penulisnya. Tapi bagian positifnya, kecantikanku telah diakui. Penulisnya mengira wajahku dioperasi. Artinya aku cantik.”

“Pemikiranmu positif sekali.”

“Itu bukan pujian, bukan? Kamu menyindir?”

“Terserah... Mungkin kami tidak salah paham karena kami mengenalmu. Tapi orang lain bisa berprasangka buruk.”

“Tidak apa-apa selama tuduhannya tidak benar. Lagi pula aku tidak bisa menjelaskannya kepada semua orang. Kegaduhan ini juga akan mereda nantinya. Orang tidak berlarut-larut tertarik dengan urusan orang lain.”


Tapi bukannya mereda.. ternyata postingan itu malah semakin viral dan menambah banyaknya komentar liar yg menjatuhkan Woo-jin.


Karena ini berkaitan dengan citra Bank, maka Pak Byun memanggil Woo-jin ke ruangannya, “Konon, sehabis suka, ada duka, tapi kenapa ada skandal ini setelah kamu menerima insentif pagi ini? Kantor pusat juga mempermasalahkan ini. Apa yang terjadi?”

“Maaf telah membuat keributan. Tapi itu sungguh rumor. Percayalah.”

“Tentu saja. Tapi kantor pusat tidak percaya. Itu masalahnya. Mereka tidak peduli ini benar atau tidak. Citra banklah yang penting bagi mereka.”

“Maaf...”

“Ini tidak dapat selesai dengan permintaan maaf semata. Jika masalah membesar, kantor pusat tidak akan diam saja. Kita harus minta unggahan ini segera dihapus.”


Salah satu netizen, mengungggah foto staff bank, ketika Woo-jin belum bergabung.. dan mereka menduga Nona Joo sebagai Woo-jin..

“Kenapa mereka bilang wajahku sensual?” keluhnya

“Setidaknya, mereka bilang kamu cantik..” sahut Bu Jang


Mengetahui kalau foto rekan-rekannya di upload di internet, membaut Woo-jin sangat geram, “Astaga, aku tidak tahan lagi. Kenapa mereka selancang ini?!” teriaknya yg kemudian pamit pergi keluar sendirian.


Hyun-soo menemani Hye-won berbelanja pakaian olahraga.. namun saat di kasir, dia berasalan dompetnya ketinggalan, maka tanpa rasa curiga sedikit pun, Hye-won bersedia membayarkan seluruh belanjaannya.


Jong-hoo menelpon Woo-jin, yg ternyata kini sedang membuat laporan ke divisi cyberbullying kepolisian setempat.


Semetnara itu, seusai belanja.. Hye-won dan Hyun-soo duduk untuk berbincang santai, “Semuanya indah sekali...” ujarnya

“Kamu sangat bersemangat. Kenapa kamu tidak lelah?”

“Belanja tidak melelahkan. Berbelanja itu paling mengasyikkan.”

“Memang asyik, tapi kini aku lapar. Tapi.. Kartuku tertinggal.”

“Akan kutraktir semuanya hari ini...”


Hye-won lantas menelpon Joo-hyuk, “Aku sedang di luar. Makanlah dahulu sebelum pulang. Kamu di mana?”

“Di kantor polisi.”

“Untuk apa?”

“Masalah yang kuceritakan tempo hari makin besar. Woo Jin melaporkannya ke Satuan Kejahatan Siber. Pak Byun menyuruhku dan Jong Hoo ke kantor polisi.”


Mendengarnya soontak membuat Hye-won panik.. dia berusah amenghapus postingannya sekarang juga, namunweb-nya error terus...


Woo-jin serta Joo-hyuk dan Jong-hoo, memohon agar pak polisi mempercepat proses penyelidikannya.

“Jam kerja kami sampai pukul 18.00. Sebenarnya, ada makan malam tim nanti...”

“Tolong bantu kami, Pak....”


Demi membantu polisi.. mereka sampai memabwakan makanan dan minuman, membagikannya dengan begitu ramah pada semua orang yg bertugas disana...


Hyun-soo mengajak Hye-won ke warnet.. setelah beberapa saat web-nya error terus, namun pada akhirnya mereka berhasil menghapus postingannya yg tentu saja membuat penyelidikan agak terkendala..


Hye-won berusaha bersikap normal, ketika Joo-hyuk pulang ke rumah, “Apa semuanya lancar di kantor polisi?” tanyanya sinis

“Ya. Unggahan itu dihapus saat mereka menyelidiki penulisnya.”

“Lalu?”

“Kami pulang. Tujuan kami memang menghapusnya, bukan menuntut...”


Beralih topik, Joo-hyuk meminta maaf, “Hye Won. Maaf tentang kejadian tempo hari...”

“Tidak apa-apa. Jangan diulangi lagi...” sahut Hye-won
Comments


EmoticonEmoticon