9/13/2018

SINOPSIS My ID Is Gangnam Beauty Episode 14 PART 2

SINOPSIS My ID Is Gangnam Beauty Episode 14 BAGIAN 2


Penulis Sinopsis: Dahlia
All images credit and content copyright: jTBC
Supported by: sinopsis-tamura.blogspot.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS My ID Is Gangnam Beauty Episode 14 Part 1
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS My ID Is Gangnam Beauty Episode 14 Part 3

Saat berjalan pulang.. Soo-ah terus kepikiran perkataan Mi-rae padanya, yg nampaknya masih membuatnya sangat kesal..


Tiba-tiba ponselnya berdering.. ada telpon masuk dari Tae-young sunbae yg mengajaknya bertemu sekarang juga karena ada hal penting yg ingin ia bicarakan..


Sesuai rencana.. Kyung-suk mengalihkan perhatian mereka dengan sengaja duduk dan mengobrol bersama. Sebenarnya.. isi obrolannya sangatlah tak penting, tapi setidaknya.. itu membuat Mi-rae bisa pergi tanpa ketahuan..


Sesaat kemudian, mereka bertemu diluar. Mi-rae merasa amat bersalah, karenanya Kyung-suk tak sempat makan sedikit pun, dan karenanya juga.. Kyung-suk harus berbohong pada yg lainnya.

“Itu tidak buruk. Mereka pasti mengira kamu aneh karena datang ke tempat seperti itu sendirian. Tapi.. tak apa-apa. Jangan dipikirkan...” tutur kyung-suk

“Seandainya aku bisa hidup tanpa memedulikan pandangan orang lain...” keluh Mi-rae, maka Kyungsuk mengatakan: “Aku tidak apa-apa. Aku sebenarnya sudah terbiasa. Begitulah aku hidup selama ini...”


Tepat ketika Kongres Do sednag sibuk bersosialisasi dengan warga.. Sekretaris mengajaknya berbicara sebentar, dia lantas menunjukkan berita online yg mengungkap fakta mengenai acara Mukbang Kyung-hee... yg menjadi masalah adalah kontennya ada yg mengandung unsur ‘pamer kehidupan mewah’ 


Setelah bertemu.. Tae-young memaparkan: “Pertama, aku ingin berterima kasih. Aku biasanya ragu-ragu. Tapi pendapatmu tempo hari memberiku keberanian. Kamu menasihatku agar mengikuti kata hatiku...”

Tae-young memberinya kalung sebagai hadiah, “Aku membeli ini karena teringat kepadamu...”


Namun Soo-ah menanggapinya ketus, “Kenapa kamu teringat kepadaku dan membeli benda seperti itu? Ini tidak nyaman. Aku tidak mengerti kenapa kamu melakukan ini...”

“Seingatku, kukira kita sependapat... Kamu bertanya apa tindakanku jika mengetahui bahwa seseorang menyukaiku...”

“Jangan-jangan kamu mengira aku menyukaimu. Maksud perkataanku adalah jika kamu tergoda oleh gadis lain, kamu mungkin menjadi tidak begitu menyukai pacarmu. Jujur saja, aku mau kamu bahagia bersama Tae Hee...”


Kebetulan... Ye-na melihat mereka. tapi sengaja, dia tak menghampirinya dan hanya memerhatikanya dari jauh, sambil bertanya-tanya sebenarnya apa hubungan diantara mereka...


Soo-ah bergegas pergi.. maka Tae-young mengejarnya, tapi sikap Soo-ah benar-benar membuat Tae-young keheranan..


Jadi pada malam itu.. Soo-ah menemaninya minum dan mendengarkan curhatannya, “Katamu, kamu bisa menjadi teman minumku saat aku punya masalah...”

“Tentu. Aku penggemar beratmu...”

“Sebenarnya, aku juga tidak berpengalaman dalam berkencan. Aku mengkhawatirkan banyak hal tentang hubungan kami.”

“Apa tepatnya?”


“Aku tidak yakin dengan perasaanku kepadanya. Tentu saja, dia gadis yang baik. Dia manis. Aku memang punya perasaan terhadapnya. Tapi... Entahlah...”

“Bagaimana perasaanmu jika kamu mengetahui bahwa gadis lain menyukaimu? Bukankah kamu akan tergoda?”

“Itu... Entahlah...”

“Aku tidak yakin, tapi bukankah lebih baik mengikuti hatimu daripada pikiranmu?”


Kembali ke realita sekarang.. Tae-young bingung melihat perbedaan sikap Soo-ah, “Apa aku yang aneh?”ujarnya heran


Mi-rar menceritakan semuanya dan itu membuat Hyun-jung bergidik geliiii... “Kamu dan Kyung Seok berpegangan tangan... dasar anak nakal, selanjutnya mau apa lagi????”

“Aku belum siap untuk itu...”

“Siap untuk apa?”

“Itu terlalu dini untukku...”

“Apa maksudmu? Kamu menjadi sangat berani, Mi Rae. Kamu mengatakan tidak akan pernah memacari Kyung Seok....”


“Astaga, sudahlah. Jangan beri tahu siapa pun...”

“Kamu akan merahasiakannya dari teman-teman jurusanmu?”

“Ya, tentu saja. Orang-orang sudah sangat tertarik kepadanya, dan itu makin buruk. Semua orang bertanya-tanya siapa pacarnya setelah menolak Soo A. Jika mereka tahu aku orangnya...”

“Tapi bagaimana jika mereka tahu? Apa tindakanmu?”

“Entahlah. Aku tidak memikirkan hal seperti itu.”

“Benar, tidak masalah. Jangan pikirkan hal lain. Mulai sekarang, fokus saja pada hubungan kalian dan kemesraan yang akan kalian lakukan...”


Tanpa diminta.. Kyung-suk sengaja menuangkan minum untuk Wo-young yg kini sedang dokus dengan kerjaannya, “Sepertinya kamu sibuk...”

“Ya, aku harus memeriksa skripsi. Kenapa? Kamu ingin mengatakan sesuatu?”

“Tidak, itu...”

“Ya. Soal apa?”

“Kita bisa bicara lain kali jika kamu sibuk..”

“Aku memang sibuk sekarang, tapi bicara saja...”

“Ini mengenai Mi Rae...”


“Ada apa? Apa ada masalah?”

“Tidak, bukan itu... Tidak ada  masalah.. Semuanya berjalan baik...”

“Itu alasanmu ingin bicara? Kamu tidak enak kepadaku?”

“Tidak ada alasan untuk begitu...”

“Tapi kenapa kamu terbata-bata sekarang? Selamat yaa...”

“Tapi tolong jangan beri tahu siapa pun di kampus.”

“Kenapa?”

“Tidak apa-apa. Tolong jangan beri tahu siapa pun...”


Kyung-suk berbaring, “Aku ingin tidur...” ucapnya, lantas Woo-young berkata: “Selamat malam. Semoga kamu memimpikan Mi Rae...”


Comments


EmoticonEmoticon