9/13/2018

SINOPSIS My ID Is Gangnam Beauty Episode 14 PART 5

SINOPSIS My ID Is Gangnam Beauty Episode 14 BAGIAN 5


Penulis Sinopsis: Dahlia
All images credit and content copyright: jTBC
Supported by: sinopsis-tamura.blogspot.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS My ID Is Gangnam Beauty Episode 14 Part 4
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS My ID Is Gangnam Beauty Episode 15 Part 1

Mereka menyapa Mi-rae dengan hangat.. tetapi Mi-rea malah teretgun dan bertanya: “Kenapa kalian mendadak ada di sini?”

“Ibumu sangat merindukanmu...” jawab ayah, tapi Ibu berkata: “Yang benar saja. Justru kamu yang ingin ke sini...”

Lalu ayah bertanya kabar Mi-rae, “Bagaimana hubunganmu dengan teman-temanmu? Kami ingin tahu apa kamu baik saja dengan teman-temanmu dan apa kamu sudah punya pacar....”


Kyung-suk membeli cake dan juga minuman, khusus untuk ‘dinner’ nya malam ini. Bahkan.. dia sampai memohon pelayan untuk menjual gelas wine yg menjadi pajangan isana..

Tapi tiba-tiba, ada chat masuk dari Mi-rae: ‘Orang tuaku ada di apartemenku. Nanti kuhubungi lagi. Maafkan aku...’


Tak langsung pergi.. ibu dan ayah malah asyik mengajak Mi-rae mengobrol, “Seharusnya kamu datang bersama Hyun Jung menemui kami. Kenapa kamu di sini sendirian?”

“Banyak yang harus kukerjakan...”

“Kamu punya banyak urusan saat liburan musim panas?”

“Ada saja yang perlu diurus. Ada banyak tugas dari studi lapangan lab...”

“Mereka memberimu tugas rumah juga?”

“Ya, sebaiknya kalian lekas pulang.”

“Katamu kamu belum makan malam. Kita makan malam bersama.”

“Aku baru ingat bahwa aku sudah makan malam sebelum pulang. Pantas saja aku merasa kenyang...”

“....’Teman-temanku’, siapa maksudnya?”


“Apa maksud Ibu? Jelaslah mereka teman-teman kampusku...”

“Teman kampus, siapa? Kamu dekat dengan siapa?”

“Ibu tidak akan tahu meski kusebutkan namanya.”

“Memang tidak, kecuali anak bernama Do Kyung Seok itu. Ibu sangat penasaran siapa yang mengencani putri ibu saat ini...”

“Mengencaniku? He... he.. he...”

“Kapan kamu mau ke rumah kita?”

“Aku akan berkunjung secepatnya jika tugas lapanganku sudah beres. Jadi, kalian harus lekas pulang...”

“Kenapa kamu terus mengusir kami? Ibu datang karena merindukanmu.”


“Ibu bicara apa, mana mungkin aku mengusir? Aku hanya tidak ingin Ayah kesulitan menyetir malam hari...”

“Menyetir itu mudah. Ayah bisa menyetir dengan mata tertutup...”

“Mana boleh menyetir sambil menutup mata. Konyol sekali.”

“Aku hanya bercanda. Tidak ada yang bisa menyetir dengan mata tertutup. Konyol sekali. Membayangkannya saja sudah menakutkan...”

“Ayahharus selalu berhati-hati meski sudah terbiasa menyetir.”

“Astaga, aku lebih paham soal itu ketimbang kamu...”


Soo-ah bertemu dengan Jung sunbae, tapi sesaat kemudian Chan-woo juga datang dan muluai memabahas mengenai Kyung-suk..


Jung merasa terganggu, maka dia menyeret Chan-woo pergi keluar, “Pergilah! Kamu tidak lihat wajah Soo A? Kamu membuatnya tidak nyaman!”


“Hei, kamu pikir kamu bisa dekat dengannya jika aku pergi? Kesempatanku lebih besar darimu!”

“Jujur saja. Sejak insiden di kampus, tidak ada satu gadis pun di kampus yang mau bicara denganmu. Jangan ikut campur dan membuat masalah. Pergilah!”


Ponsel Jung berdering.. dan tak sengaja, Soo-ah melihat namanya disebut disana.. maka dia membukanya dan sangat tekejut ketika melihat banyak foto kakinya disana..


Maka saat Jung kembali, Soo-ah lansgung bertanya: “Ini apa?”

“Sebenarnya itu yang ingin kubicarakan denganmu. Aku melihat foto-foto itu saat berselancar internet. Mungkinkah itu foto kamu?”

“Bukan!”

“Bukan kamu?”

“Ini bukan aku. Banyak wanita mengenakan baju yang sama, jadi, terlihat mirip aku...”

“Ya, itu benar juga. Aku hanya agak mencemaskanmu,”


Mendadak Chan-woo datang lagi.. dengan emosi dia lansgung membentak Jung, maka mereka bertengkar disana.. sementara Soo-ah memilih untuk berjalan pergi begitu saja.


Soo-ah nampak begitu gelisah: “Siapa orangnya? Siapa yang memotret? Siapa yang melakukan ini?!” gerutunya


Setelah menunggu cukup lama.. akhirnya Kyung-suk tersenyum lega, ketika meerima sms dari Mi-rae.. yg memberitahukan, bahwa orangtuanya sudah pulang.


Mi-rae sibuk merapikan kamarnya dan menyemprotkan parfum, dan sesaat kemudian Kyung-suk datang dengan membawakan kue serta minuman yg telah dibelinya.

“Untunglah kamu tidak membawa televisi...” ujar Mi-rae yg kemudian menunjukkan isi kamarnya, “Inilah tempat aku dan Hyun Jung tinggal...”


“Aku tahu. Aku menggendongmu waktu itu, ingat? Aku membaringkanmu di ranjangmu...” jawab Kyung-suk, maka MI-rea menyuruhnya untuk duduk dulu.. maka Kyung-suk duduk di atas kasur.

“Tidak. Jangan di sana... Duduklah di sana...” ucap Mi-rea, sembari menunjuk sofa. 


Kyung-suk melihat lilin buatan Mi-rae, “Kamu membuat ini?”

“Iya..”

“Di rumah?”

“Iya..”

Lanjutnya, Mi-rae bertanya paa Kyung-suk lapar, “Mau pesan makanan? Jjajangmyeon paling cepat diantar...”

“Kita makan yang ada di sini saja. Atau pesan jika tidak ada...”

“Aku punya makanan yang ibuku buat...”


Dalam perjalanan ulang, ibu dan ayah nampak resah: “Mungkin ini hanya perasaanku, tapi aku merasa Mi Rae menyembunyikan sesuatu. Sebelumnya dia pernah seperti ini. Bahkan saat ada kejadian di sekolah, dia tidak bilang pada kita. Kita baru tahu dari gurunya. Jika gurunya lebih tahu banyak, pasti ada banyak lagi yang telah terjadi...”

“Jangan berpikiran buruk. Hal itu terjadi karena mereka masih sangat muda. Aku yakin sudah tidak ada lagi perundungan di masa kuliah...”

“Aku merasa aneh jika dia memaksa kita untuk pergi. Apa dia begitu karena ingin menyembunyikan rasa stresnya? Seharusnya kita di sana lebih lama. Seharusnya kita menyuruhnya ikut pulang...”

“Mau kembali?”

“Tidak usah. Mungkin dia ingin sendirian. Kita pulang saja...”


Kyung-suk akhirnya memakan.. masakan yg dibawakan orangtuanya Mi-rae tadi.

“Makanlah. Masih ada banyak...”

“Tapi ibumu memasakkan ini untuk kamu. Aku tidak bisa menghabiskannya.”

“Tidak apa-apa. Kamu boleh menghabiskan semuanya...”

“Ini kali pertamanya kita makan berdua sejak berpacaran, bukan?”

“Sepertinya begitu... Maafkan aku...”

“Berhentilah meminta maaf...”


“Setelah makan mau apa?”

“Bagaimana jika menonton televisi?”

“Menonton satu film bisa menghabiskan dua jam...”

“Kalau begitu yang kamu mau saja. Aku ikut..”

“Aku juga tidak tahu. Kamu mau mencoba membuat lilin wangi? Aku akan mengajarimu...”

“Tentu saja aku mau..”


Sambil mempersiapkan bahan-bahan.. Kyung-suk iseng bertanya: “Omong-omong, sejak kapan kamu menyukaiku?”

“Saat aku tahu bahwa kamu tidak pernah menertawaiku...”


“Berarti sudah lama. Kamu sendiri?”

“Mungkin sejak pekan orientasi...”

“Pekan orientasi? Saat aku menari?”

“Bukan itu.. Tapi saat Kim Chan Woo mengganggumu. Hal itu membuatku kesal...”


Tak sengaja, Kyung-suk menyentuh tempat memanaskan lilin.. maka tangannya agak terbakar. Mi-rae bergegas menariknya ke wastafel dan membantu membasuh telapak tangannya.. “Kamu bodoh, ya? Seharusnya kamu berhati-hati. Kenapa kamu memegangnya?..”

“Tidak sepanas itu kok..”

“Kamu tetap harus mendinginkannya di air dingin sampai lama. Luka bakar itu menyakitkan...”


Mi-rae hendak pergi untuk mengambil es balok.. namun tiba-tiba Kyung-suk memeluknay dari belakang, lalu berkata: “Kamu memakai parfum itu. Dulu aku sangat membenci aroma ini. Tapi sekarang aku menyukainya.....”

5 komentar

  1. Duhhh gx sabar nunggu romantis2 yg lain dre mereka ;), rasain tuhh Soo Ah si Ular Brbisa krna pelecehan :p, tgl 2 ep lagi minggu ini yaa sedih yaaa :) SEMANGATTTT!!! Semoga sinopsis sampai TAMATT!!! Hehehe :D

    BalasHapus
  2. Ditunggu kelanjutannya thor

    BalasHapus
  3. Akhirnya bisa senyum" juga bacanya...setelah beberapa episode merasa tegang...makasi min...semangat terus ya...👍💕

    BalasHapus
  4. Setelah sekian lama hiatus baca sinopsis karna sibuk. makasih min udah meluangkan waktu, tenaga dan duit untuk membuat sinopsis.Ini sangat berarti untukku, sedikit bisa mengangkat kesedihanku. Tetap semangat ya min....

    BalasHapus
  5. Drama favoritku ini kak, dari video, Webtoon, sampai sinopsis, sudah tak lihat semua..
    Sinopsis ny the best
    Makasiihh kakak😁

    BalasHapus


EmoticonEmoticon