9/18/2018

SINOPSIS My ID Is Gangnam Beauty Episode 15 PART 4

SINOPSIS My ID Is Gangnam Beauty Episode 15 BAGIAN 4


Penulis Sinopsis: Dahlia
All images credit and content copyright: jTBC
Supported by: sinopsis-tamura.blogspot.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS My ID Is Gangnam Beauty Episode 15 Part 3
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS My ID Is Gangnam Beauty Episode 15 Part 5

Sesampainya di area sekolah, mereka bernostalgia mengenang masa lalunya, “Di sinilah tempatmu bebersih dahulu...”

“Ya. Saat itu aku salah paham terhadapmu...”

“Kamu punya alasan untuk salah paham...”


“Kamu pernah melihatku selain di sini dan halte bus?”

“Tentu saja. Kamu selalu sendirian, sama seperti aku. Tapi kenapa kamu tidak bergaul dengan Hyung Jung?”

“Karena merasa bersalah. Dia sering berkelahi di sekolah gara-gara aku. Jadi, aku tidak mau bersamanya di sekolah. Kami lebih sering bersama di rumahnya atau di rumahku. Kami juga belajar bersama. Pada saat-saat itulah aku merasa tenang...”

“Sepertinya aku harus bersikap baik kepada Hyung Jung?”

“Dengan cara apa?”

“Dengan membelikannya makanan?”

“Dia sedang diet karena ingin punya pacar...”


Lanjutnya.. mereka memasuki ruang kelas yg ternyata suasananya masih sama persis dengan dulu. Bahkan di meja Mi-rae,, masih ada ukiran tulisan serta gambar ejekan untuknya...


Dari jendela, mereka melihat beberapa siswa sedang bermain basket. Mi-rae lantas berkata: “Saat murid laki-laki bermain basket, para gadis akan menyemangati dari tepi lapangan. Terkadang aku juga ingin menonton permainan basket. Tapi tidak bisa...”

“Kalau begitu, lakukan hari ini. Ayo. Kamu bisa bersorak untukku...”


Dengan sangat keren.. Kyung-suk benar-benar bermain basket bersama mereka layaknya anak SMA. Maka dari pinggiran, Mi-rae bersorak heboh untuk menyemangatinya...


Setelah puas bermain.. mereka duduk di pinggiran sambil makan es. Mi-rae meuji Kyung-suk begitu pun sebaliknya..

Para siswi iseng bertanya padanya, “Eonni... apakah dia pacarmu?”

“Iya..” jawab Mi-rae sambil tersipu malu


Mereka lalu berjalan pergi, meninggalkan para siswi yg baru menyadari bahwa pria barusan adalah Do Kyung-suk si murid tertampan yg sangat legendaris di SMA ini...


Soo-ah menemui Eun di salah satu kafe. Eun mengkhawatirkannya dan bertnaya: “Kamu sudah makan?”

“Untuk apa? Toh aku akan memuntahkannya lagi. Sepertinya semua orang di kampus menganggapku gila. Aku bahkan membohongimu. Nenekku masih hidup. Aku pernah memberi tahu Kyung Seok bahwa aku punya nenek, jadi, kamu pasti tahu itu...”

“Kyung Seok bukan tipe orang yang bicara soal itu.”

“Benar. Dia bahkan tidak tertarik kepadaku. Dia hanya tertarik kepada Mi Rae.”

“Kamu membenci Mi Rae karena Kyung Seok? Kurasa bukan. Dari sudut pandangku, kamu membenci Mi Rae sejak awal.”


“Benar. Dari awal.. Melakukan bedah plastik itu bukan cuma untuk tampil cantik. Mereka melakukan bedah plastik karena ada misi lain. Aku punya sahabat saat kelas tiga SMP. Dia sangat baik kepadaku seperti pelayan. Wajahnya biasa saja, tapi dia pernah bedah kelopak mata saat akan masuk SMA. Dia menjadi sangat cantik. Lalu dia berpacaran dengan pria yang kusukai meski tahu aku menyukainya...”

“Tapi kamu membenci Mi Rae sejak awal...”

“Karena dia cantik. Sepertinya aku membenci dia karena hasil bedah plastiknya sempurna!”


Setelah menelpon temannya, Won-ho baru menyadari foto-foto yg dimaksud Soo-ah hingga membuatnya sangat marah. Maka saat itu juga, dia lansgung menelpon Woo-young sunbae dan mengejaknya bertemu...


Won-ho menceritakan skandal ini, “Wajahnya tidak terlihat di foto ini, tapi ini Soo A. Aku yakin. Tapi dia mengira aku yang memotret dan mengunggahnya di internet. Aku memang pernah memotretnya, tapi ini bukan foto jepretanku. Kumohon tolong dia...” pintanya


Mi-rae dan Kyung-suk pergi nonton bioskop.. tapi disana ada bbapak-bapak rese yg terus mengomentari tingkah mreka berdua.

‘Aku tidak percaya bocah ingusan sudah berpacaran. Mereka tidak akan kuliah jika caranya begitu. Astaga.’


Tak bisa diam saja, Mi-rae lantas berdia dan bertanya lansgung: “Ucapan Anda ditujukan kepada siapa?”

Bapak itu lantas berkilah: “Aku hanya bicara sendiri...”, llau berjalan pergi begitu saja


Kyung-suk salut pada Mi-rae, “Kamu sudah banyak berubah...” pujinya 

“Sudah kubilang. Biasanya aku tidak merasa terintimidasi...” ucap Mi-rea, lantas Kyung-suk menggenggam tangannya yg seketika membuat Mi-rea tertegun kikuk


Kyung-suk lantas menggodanya dengan berbisik: “Tidak terintimidasi, katamu?”

“Aku tidak terintimidasi!” tegas Mi-rea  yg kemudian mengambil popcorn yg dipegangi Kyung-suk: “Kenapa kamu makan itu sendirian?”
Comments


EmoticonEmoticon