9/19/2018

SINOPSIS My ID Is Gangnam Beauty Episode 16 PART 3

SINOPSIS My ID Is Gangnam Beauty Episode 16 BAGIAN 3


Penulis Sinopsis: Dahlia
All images credit and content copyright: jTBC
Supported by: sinopsis-tamura.blogspot.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS My ID Is Gangnam Beauty Episode 16 Part 2
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS My ID Is Gangnam Beauty Episode 16 Part 4

Eun mengggoda MI-rae dengan mengatakan: “Sepertinya Kyung Seok lebih menyukaimu daripada kamu ke dia...”

“Tidak begitu. Kami saling sangat menyukai...”

“Kadar rasa sayang pasangan itu tidak selalu sama.  Yang lebih sering menelepon itu artinya lebih sayang, minta sering bertemu, dan lebih sering mengambek...”


Sesaat kemudian, ketika Kyung-suk tiba.. Eun menerima telpon dari Woo-young, yg dengan begitu gelisah bertanya tentang Soo-ah, “Aku tahu tempat tinggalnya. Perlu aku mendatanginya?”

“Tidak usah. Kamu tidak perlu ke sana...” jawab Woo-young yg lasngung menutup telponnya


Sikap Woo-young membuat Kyung-suk mulai curiga, tengah terjadi sesuatu pada Soo-ah...

Memang begitulah adanya.. karena saat ini, Soo-ah tengah berhadapan lasngung dengan Dong-won yg amarahnya menggebu-gebu tak bisa teredam oleh apa pun..


Sambil mengingat segalanya.. Dong-won menjelaskan  bahwa sejak pertama kali bertemu dia sudah naksir pada Soo-ah namun pada suatu titik dia memutuskan untuk menyerah.. tetapi mendadak, dia melihat Soo-ah menamai kucing liar di Kampus dengan namanya.


“Kamu lebih dulu menyapaku! Kamu tersenyum padaku! Nama kucing itu juga Dong Won! Nama kucing itu juga sama dengan namaku. Tidak ada orang yang memberi nama kucing seperti itu. Kamu menamai kucing itu Dong Won agar menarik perhatianku. Kamu menikmati minuman yang kubuatkan untukmu. Kamu ingin berfoto denganku juga!” teriaknya dengan raut wajah yg begitu mengerikkan.


Padahal ternyata... itu semua hanya kesalahfahamannya belaka. Karena pada saat itu, Soo-ah mengira minuman tersebut adalah pemberian Won-ho... dan mengenai foto, Soo-ah mulai merasa tak nyaman jika Won-ho terus memotretnya maka dia minta Dong-won di potret juga..


Intinya pada saat ini.. Dong-won sangat marah atas sikap Soo-ah: “Kamu menggodaku, dan kini bersikap tidak menyukaiku? Minta maaf!” bentaknya sambil berjalan mendekati Soo-ah, hingga membuat Soo-ah ketahukan dan terjatuh ke jalanan.


Lebih mengerikannya adalah.. karena Dong-won membawa sebotol cairan misterius.. dia menyodorkannya ke depan wajah Soo-ah sambil bertanya: “Kamu tahu ini apa?!”


Eun, Kyung-suk dan Mi-rae berjalan menuju area tempat tinggalnya Soo-ah.. dan tak sengaja, mereka mendengar suara jeritan wanita... sesaat kemduian, lewatlah Dong-won dengan raut wajah yg sangat mencurigakkan.


Kyung-suk berggeas mengejarnya dan berhasil meghajarnya, sementara Mi-rae memilih untuk berlari ke arah tempat tinggalnya Soo-ah.


Perlahan Mi-rae menghampirinya dan bertanya secara baik-baik: “Soo A, kamu baik-baik saja? Kamu baik-baik saja?”

Soo-ah mengangis dan dengan suara gemetar dia berkata: “Dia menyiramku dengan sesuatu...”

Mi-rae mencum cairan yg tumpah di sekitarnya, llau berkata: “Tidak ada apa-apa. Tidak apa-apa...”

Namun Soo-ah nampak begitu ketakutan dan terus menutupi wajahnya sambil teriak: “Jangan mendekat! Jangan mendekat!”

“Tenanglah. Tidak ada apa-apa.  Ini hanya air. Lihat? Lihat sendiri. Ini hanya air...” jelas Mi-rae


Namun Soo-ah malah berteriak menyuruhnya pergi. tak hanya itu, Soo-ah bahkan mengambil pecahan beling dan mengancam dirinya akan bunuh diri..


Mi-rae terus berusaha menahannya, dia meminta Soo-ah untuk melihat sendiri kondisi wajahnya yg masih baik-baik saja. setelah itu, dia meminta Soo-ah untuk meletakkan belling di tangannya dan memintanya berdiri secara perlahan..


Tetapi Soo-ah malah makin emosi dan berteriak: “Kenapa kamu di sini? Kenapa harus kamu? Kenapa harus orang seperti kamu yang menolongku? Aku tidak meminta bantuanmu! Kenapa kamu selalu bersikap lebih hebat dariku? Kenapa kamu terus bersikap lebih bahagia dariku? Kamu bahkan tidak lebih cantik dariku!”


Perkataan Soo-ah, membuat Mi-rae cukup jengah, maka dia membentaknya balik: “Kumohon... Tolong hentikan semua itu. Astaga... Aku pun sangat membencimu. Sikapmu sangat keterlaluan, kamu sadar itu? Aku seperti berbicara pada tembok. Benar, aku memang tidak cantik. Aku menjalani bedah plastik. Seperti katamu, aku tidak bahagia karena tidak cantik. Tapi bagaimana denganmu? Kamu bahagia karena kamu cantik? Apa kamu bahagia? Kenapa harus seperti ini? Kenapa kita harus seperti ini? Kita diet padahal tidak gemuk. Kita memuntahkan makanan dan melakukan operasi plastik seolah kita akan mati jika tidak cantik. Kita mengejek wajah orang lain dan tidak nyaman pada diri sendiri. Kenapa kita harus seperti ini? Aku tidak mau melakukannya lagi. Aku benar-benar tidak ingin. Aku akan memikirkan apa yang bisa membuatku bahagia lagi mulai sekarang. Aku akan memikirkannya!”


Sesaat kemudian.. mereka telah berada di Rumah Sakit.. Woo-young mengabari neneknya Soo-ah, menjelaskan bahwa sekarang kondisinya sudah lebih tenang. Sementara Mi-rae duduk bersama Kyung-suk di depan ruang rawat...


Mi-rea meminta izin untuk menemani Soo-ah malam ini. Tapi kemudian Kyung-suk bertanya: “Bukankah kamu membencinya?”

“Memang... Kamu juga membencinya. Tapi tadi kamu menolongnya. Jadi Bolehkah?”

“Terserah kamu. Lakukan yang menurutmu baik.”

“Terima kasih. Nanti kutelepon...”


Setelah Mi-rea pergi, Woo-young duduk di sebelahnya, dan Kyung-suk bertanya: “Apa yang akan terjadi pada Dong Won?”

“Apa maksudmu? Setelah investigasi polisi, dia akan dikeluarkan dari kampus. Kita harus menyelesaikannya secara hukum. Kamu menunggu Mi Rae?”

“Tidak, aku menunggumu untuk pulang bersama.”

“Kenapa tiba-tiba bersikap baik?”

“Ini tidak tiba-tiba. Aku bahkan menyikati gigimu saat kamu mabuk waktu itu...”


“Apa maksudmu? Kapan?”

“Waktu kamu pulang dalam keadaan mabuk. Aku juga membuatkanmu sarapan...”

“Yang itu, ya. Setelah kupikir lagi, sikapku terlalu manis padamu. Kamu tidak benar-benar menyikati gigiku, bukan?”

“Aku benar-benar menyikatnya...”
Comments


EmoticonEmoticon