9/13/2018

SINOPSIS Thirty But Seventeen Episode 26 PART 3

SINOPSIS Still 17 Episode 26 BAGIAN 3


Penulis Sinopsis: Dahlia
All images credit and content copyright: SBS
Supported by: sinopsis-tamura.blogspot.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Thirty But Seventeen Episode 26 Part 2
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Thirty But Seventeen Episode 27 Part 1

Melihat kedekatan Woo-jin dan Seo-ri.. tentunya sangat membuat Hyung-tae bersedih. Bagaimana pun juga.. telah 15 tahun lamanya, dia mengabdikan hidup demi Seo-i...


Ternyata petang tadi.. setelah Hyung-tae berjalan pergi, Seo-ri mengejarnya untuk mengajaknya berbinccang di kafetaria.


Meski masih sangat canggung, tapi Seo-ri berusaha keras untuk berbicara dengan tidak menggunakan bahwa formal, 


“Dokter tahu siapa yang paling kuanggap aneh setelah siuman dari koma selama 13 tahun? Maksudku... Kamu tahu siapa? Jawabannya adalh diriku sendiri.. Seingatku, aku berusia 17 tahun sebelum siuman. Tapi saat membuka mata, usiaku sudah 30 tahun. Butuh waktu yang sangat lama bagiku untuk menerima dan terbiasa dengan wujud diriku. Sejujurnya, aku masih dalam proses untuk membiasakan diri. Di kepalaku, aku bisa menerima kenyataan bahwa kamu temanku, Hyung Tae. Tapi sejujurnya, ini terasa sedikit canggung. Bisakah kamu memberiku waktu? Maafkan aku, Hyung Tae, karena telah bersikap canggung di depanmu. Maafkan aku. Aku sungguh meminta maaf...” paparnya dengan suara yg gemetar menahan tangisnya


Keesokan harinya.. Chan sangat mengkhawatirkan pemeriksaan Seo-ri, lebih dari mengkhawatirkan kondisinya sendiri..


Tapi kemudian suster datang, mengingatkan Chan harus mengemabil obatnya.

“Aku akan membawa obatku kemari...”

“Baiklah. Turunkan celanamu...” (disuntik maksudnya)

“Celanaku? Sial. Aku akan kembali setelah mengonsumsi obatku...”


Jennifer juga harus pamit pulang, “Begitu prosedur pemulanganmu tuntas, aku akan mengambil makanan untukmu...” ucapnya

“Maaf telah merepotkanmu...”

“Tidak perlu merasa sungkan. Sampai nanti di rumah...”


Lalu datanglah dokter yg menggantikan Hyung-tae yg sekarang sedang bertugas di ruang operasi. Dokter itu sudah sering mendengar scerita tentang Seo-ri, “Aku sangat bersyukur kamu akhirnya siuman. Dia sangat peduli kepadamu selagi kamu koma. Bersikap baiklah kepadanya. Dia kehilangan kedua temannya di usianya yang sangat muda, jadi, pasti dia sangat tertekan...” ungkapnya yg seketika membaut Seo-ri keheranan, “Kedua temannya???”


Sesaat kemudian, setelah operasinya selesai.. Hyung-tae menemukan Seo-ri yg tengah menangis di depan pintu, 

“Kamu menyembunyikan sesuatu dariku? Su Mi...”

“Seo Ri, begini...”


“Kamu bilang itu bukan kecelakaan besar. Kamu bilang dia baik-baik saja!”

“Seo Ri....”

“Di mana Su Mi?”

Hyung-tae tak bisa menjelaskan lebih panjang, karena mendadak susster memintanya untuk kembali masuk ke ruangan operasi.


Woo-jin kaget, karena tak menemukan Seo-ri dalam kamar rawatnya. Maka dia bergegas pergi keluar untuk mencarinya.. tanpa sempat melihat bahwa diatas tempat tidur, tergeletak ponsel yg dilayarnya masih terbuka berita seputar insiden kecelakaan bus itu...


Akhirnya.. Woo-jin menemukan Seo-ri yg menangis terisak di bangku taman. Dia lansgung menghampirinya dan memeluknya erat..


Seo-ri tak mampu berkata banyak, “Temanku yang satu bus denganku... Temanku...” ucapnya dengan suara yg gemetar


Chan hendak menemui Seo-ri, tapi kemudian suster datang dan bertnaya: “Di mana wali Seo Ri?”

“Aku walinya...”

“Bukan kamu.  Kamu keponakan pacarnya, bukan? Maksudku Pak Gong Woo Jin... Sampaikan kepada Pamanmu untuk ke kantor administrasi...”

“Pa... Pacarnya?”


Woo-jin mengantar Seo-ri mengunjung kolumbarium. Sesampainay di depan pintu, ia bertanya: “Mau aku temani? Atau mau pergi sendirian?”

“Temani...  Tidak. Aku akan menyapa lebih dulu..”


Perlahan.. tangisan Seo-ri tak terhankan, seketika ia melihat fotonya semasa remaja yg terpajang manis bersama denegan Su-mi disana, “Aku datang. Seo Ri yang ceroboh...” ucapnya yg kemudian memanggil nama Su-mi


Mendengar nama itu, seketika merangsang trauma Woo-jin.. kepalanya mulai terasa pening, mengingat momen-momen yg menurutnya sangat mengerikan di masa lalunya..


Meski demikian... Woo-jin terus berusaha keras untuk melawan pikirannya sendiri. Dia membandingkan begitu banyak momen di masa lalu denga kehidupannya di masa sekarang yg ia lewati bersama dengan Seo-ri.. yg akhirnya embuat dia tersadar...


Woo-jin memeluk Seo-ri dengan sangat erat, “Terima kasih karena masih hidup. Terima kasih. Terima kasih...” ucapnya lirih

5 komentar

  1. Mengharukan.

    Tdk sabar nunggu sinopsis ep berikutnya. Terima kasih banyak

    BalasHapus
  2. Em..sedih....bnyk yg syank di sekitr seo ri.walau dy tlah khilangan bnyk hal.

    BalasHapus
  3. Ada yg patah hati nih..Owh Chan πŸ˜”

    BalasHapus
  4. Lanjutttt ep 27-28 :), Woww apa ini?? Woo Jin Ingat Seo Ri sbgai apa?? Teman Soo Mi?? Atau Cinta pertama ny?? Duhh ad yg patah hati nihhh, bkn cuma 1 tpy 2 orang hehehe ;). SEMANGATTTT!!!

    BalasHapus
  5. Waaaaah 😍😍😍
    Lanjut sinopsis yaaah😁
    ,Semangaaaaaat toπŸ˜„

    BalasHapus


EmoticonEmoticon