9/15/2018

SINOPSIS Thirty But Seventeen Episode 27 PART 1

SINOPSIS Still 17 Episode 27 BAGIAN 1


Penulis Sinopsis: Dahlia
All images credit and content copyright: SBS
Supported by: sinopsis-tamura.blogspot.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Thirty But Seventeen Episode 26 Part 3
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Thirty But Seventeen Episode 27 Part 2

Woo-jin menyadari bahwa cinta pertamanya adaah Seo-ri.. yg selama ini dia anggap sebagai remaja bernama Su-mi yg meninggal dalam kecelakaan bis waktu itu. 

Seketika air matanya mengalir.. dia memeluk Seo-ri dengan begitu erat, “Namanya Woo Seo Ri. Dia masih hidup. Kamu masih hidup. Terima kasih karena masih hidup....” ucapnya


Seo-ri sempat kebingungan, dia ingin bertanya maksud dali kalimat itu apa? Tapi mendadak.. Woo-jin seakan terasadar akan suat hal, hingga membuatnya nampak resah. Ia melepas pelukannya lalu hanya berkata: “Keluarlah jika kamu sudah selesai... Aku akan menunggu di luar...”


Di gerbang sekolah... Ri-an sengaja memasang banner besar  selamat untuk Chan atas kemenangannya dalam lomba dayung. Dia melakukannya seorang diri, tanpa bantuan diapa pun...


Tapi tiba-tiba.. pak satpam datang dan langsung menegurnnya untuk memasang kembali banner yg sebelumnya. Ri-an menolak.. dia membentangkan banner lama itu.. yg ternayta adalah ucapan selamat untuk siswi peringkat satu yg tak lain adalah diirnay sendiri.

Sambil berlari kabur, Ri-an teriak mengatakan: “Pak!!!! Lee Ri An ini adalah aku. Aku peringkat satu tiap bulan, jadi, ini tidak berarti. Aku akan menggantung itu kali ini saja. Maaf, Pak!”


Chan masih menolak untuk memercayai perkataan suster yg menyebut Woo-jin sebagai pacarnya Seo-ri. Dia sangat galau.. dan berniat pergi menanyakan ini secara langsung.


Namun datanglah dokter dan suster yg menyuruhnya untuk beristirahat, karena kondisi kakinya tak mungkin sembuh salam waktu cepat. Chan mengelak.. dia bersikeras ingin pergi dan kakinya sudah sembuh total.. 

Bersama dengan itu, datanglah dua sobatnya yg masih saja mengenakan medali kebanggaannya. Mereka membantu dokter dan suster untuk menahan chan...


Berikutnya.. dokter hendak menjelaskan hasil rontgen Chan yg terbaru. Sebelumnya.. dokter sangat menegaskan.. bahwa kondisi semacam ini,, tak akan mungkin bisa pulih dalam hitungan hari saja..

Namun betapa terkejutnya dokter, ketika meihat sendiri.. bahwa tulang Chan yg tadinya patah, kini telah kembali normal, “Tunggu. Bagaimana bisa kamu pulih begitu cepat?” gumamnya heran


Chan bergegas pergi naik taksi.. sementara kedua sobatnya, lebih tertarik untuk makan sup rumput laut di Rumah Sakit ini, karena rasanya yg sangat nikmat...


Usai operasi, Hyung-tae mengunjungi Seo-ri.. namun kamarnya telah kosong. Maka dia lansgung menghubungi Jennifer, menceritakan semuanay dan minta bantuannya..

“Dia belum makan karena pemeriksaan. Dia mungkin syok soal temannya. Dia pasti sangat lelah. Tolong jaga dia dengan baik...”

“Baiklah...”

“Serta jika kamu sempat, apa kita bisa bertemu nanti?”


Dalam perjalanan pulang.. wajah Woo-jin tampak begitu pucat. Setelah sampai di depan rumah, Seo-ri menuturkan: “Ada seseorang yang menangis untukku dan berterima kasih aku masih hidup. Aku merasa bersalah kepada temanku karena beberapa alasan. Kami mengalami kecelakaan yang sama, tapi hanya aku yang selamat...”


“Kamu pasti lelah. Ayo masuk...” sahut Woo-jin dengan suara lesu, tak seperti biasanya..


Masuk ke dalam.. Jennifer lansgung menyambutnya dengan hangat. Dia menggenggam tangan Seo-ri, “Dokter menelepon dan memberitahuku apa yang terjadi. Kamu pasti sangat sedih. Saat lelah, kamu harus menjaga diri sendiri. Makanlah bubur yang kubuatkan untukmu...” jelasnya

“Maaf, tapi aku mau berbaring. Aku akan tidur dahulu...” ucap Seo-ri

“Baik.. Pergilah ke kamarku dan tidurlah di tempat tidurku...” ujar Jennifer, yg kemudian melihat Woo-jin dan berkata: “Mister Gong.. Anda juga tampak kurang sehat.”

“Itu karena aku menyetir terlalu lama...” jawab Woo-jin


Sebelum pergi ke kamarnya masing-masing.. Seo-ri sempat bertanya: “Ajusshi... Kenapa dari tadi kamu tidak melihatku saat bicara?”

“Aku hanya sedikit lelah. Istirahatlah...” jawabnya singkat


Masuk ke dalam kamarnya.  Woo-jin lansgung terduduk lesu dan air matanya kembali mengalir, “Itu karena aku...” ucapnya dengan seuara gemetar, mengingat segala kejadian di masa lampau


Syukur.. karena Seo-ri masih hidup.. akan tetapi, Woo-jin sendiri sangat menegtahui seberapa besar kerugian yg didapat Seo-ri akibat insiden itu.. terutama yg berkaitan dengan karir violinnya.


“Aku.. merenggutnya... Aku menghancurkan segalanya.... Itu karena aku. Semua karena aku...” ucap Woo-jin yg merasa amat bersalah
Comments


EmoticonEmoticon