9/15/2018

SINOPSIS Thirty But Seventeen Episode 27 PART 2

SINOPSIS Still 17 Episode 27 BAGIAN 2


Penulis Sinopsis: Dahlia
All images credit and content copyright: SBS
Supported by: sinopsis-tamura.blogspot.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Thirty But Seventeen Episode 27 Part 1
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Thirty But Seventeen Episode 27 Part 3

Dalam tidurnya pun.. Seo-ri terus menitikan air mata. Jennifer tak bisa berbuata apa-apa, selain menemani dan mengelap tangisnya...


Sesaat kemudian Chan pulang, “Aku baik-baik saja sekarang!!!” tegasnya

“Lantas di mana tasmu dan kenapa kamu dipulangkan?” tanya Jennifer, namun Chan berkata: “Aku akan mengurus itu nanti. Di mana Paman dan Bibi?”

“Seo Ri baru saja tidur, dan Mister Gong di kamarnya...”


Chan telah mengkondisikan ekspresinya untuk mengkorfirmasi info yg dia dengar dari suster.. tapi ketika pintu kamar dibuka, ternyata Woo-jin tak ada disana.


Karena ternayta sekarang. Woo-jin sednag semnyendiri dalam gudang, menatap gantungan kunci milik Seo-ri.. yg tak sengaja berada padanya..


Saat mencari keluar, takk sengaja Chan melihat pintu Gudang yg terbuka lebar. Maka dia berjalann kesana.. dan betapa kagetnya ia, ketika melihat Woo-jin tengah menangis..


“Kenapa? Apa yang terjadi? Ada apa?” tanya Chan dengan panik, sembari memeluk Woo-jin dengan sangat erat


Kembali ke dalam kamar.. Chan begitu panik, mempertanyakan alasan Woo-jin bersikap seperti ini. Tetapi Woo-jin tak ingin menjelaskan apa pun, “Paman sungguh minta maaf, tapi bolehkah paman istirahat? Paman agak lelah...” pintanya


Meski Jennifer memintanya untuk bangun dan makan sesuatu.. Seo-ri tampak begitu lesu, “Aku terlalu mengantuk.... Aku akan terus tidur...” ucapnya


Chan bertanya pada Jennifer: “Apa terjadi sesuatu kepada pamanku?”

“Aku mendengar dari dokter mereka berdua pergi menemui teman Seo Ri...”

“Mereka menemui teman Bibi?”

“Temannya yang mengalami kecelakaan dengan dia saat itu...”


Chan paham maksudnya, maka dia bertanya bagaimana kondisi Seo-ri sekarang?

“Dia pasti sangat syok. Dia sudah tidur seharian. Aku akan ke rumah sakit nanti dan mengurus segalanya...”

“Aku akan mengambil tasku...”

“Biar aku saja. Ada seseorang yang harus kutemui juga di sana...”


Chan termenung heran.. “Jika itu terjadi kepada temannya bibi.. kenapa Paman begitu tertekan? Kenapa dia pergi ke gudang?”


Chan msuk kedalam gudang.. guna mencaritahu, hal apa yg membuat Woo-jin sampai menangis seprti barusan, tapi disana hanya ada buku dan sertifikat lama.. sebelum Wo-jin pergi ke Jerman.

Sejenak berpikir, mendadak Chan teringat sesuatu: “Tunggu, mungkinkah itu lagi?!” ujarnya


Chan sempat panik, karena Woo-jin tak berada dalam kamarnya. Tapi syukurlah.. karena ternyata, Woo-jin sedang ada di toilet.


Chan sampai menangis menceritakan perasaanya, “Aku memikirkan hari saat aku melihat Paman menangis di gudang... Saat pertama Paman datang kemari dari Jerman setelah memutuskan untuk tinggal dengan kami...” 


“Paman... Paman selalu tersenyum, tapi pada hari itu, Paman menangis...” ungkap Chan


“Aku tidak mengingat banyak hal dari saat aku berusia enam tahun. Tapi anehnya... Aku ingat dengan jelas bagaimana Paman menangis. Aku ingat hingga saat ini...” tutur Chan


Kembali ke realita sekarang.. Chan mengatakan bahwa dirinya sangat bersyukur, melihar Woo-jin yg kembali ceria, tapi mendadak dia sangat takut Woo-jin akan berubah lagi... dan mendadak pergi lagi..


Tak mau hal itu terjadi, maka Chan sengaja merobek passport Woo-jin di hadapannya saat itu juga.

“Chan!” tukas Woo-jin, “APA?!” sahut Chan

“Ayo makan. Paman lapar...” ucap Woo-jin


Mereka pun makan bersama.. dan ketika Woo-jin brdiri, Chan lansgung panik bertanya: “Mau kemana?!”

“Mau ke toilet.. kenapa kau mau ikut juga?” jawab Woo-jin
Comments


EmoticonEmoticon