9/18/2018

SINOPSIS Thirty But Seventeen Episode 28 PART 1

SINOPSIS Still 17 Episode 28 BAGIAN 1


Penulis Sinopsis: Dahlia
All images credit and content copyright: SBS
Supported by: sinopsis-tamura.blogspot.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Thirty But Seventeen Episode 27 Part 3
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Thirty But Seventeen Episode 28 Part 2

Chan sangat panik, karena tak bisa menemukan Woo-jin dimana pun setelah ia mencarinya di seluruh sudut rumah.


Tiba-tiba.. Seo-ri masuk dengan membawa ponsel Woo-jin di tangannya. Lantas Chan bertanya: “Bibi bersama dia tadi?”

“Tidak. Kenapa kamu bertanya? Dia tidak ada di rumah? Aku ingin menanyakan sesuatu kepadanya!!!” ujar Seo-ri tak kalah paniknya

“Mamengnya.. Ada apa?” tanya Chan


Maka Seo-ri menunjukkan lukisan yg ditemukannya, sembari menjelaskan: “Kurasa dia mengenalku. Kurasa dia sudah lama mengenalku. Seragam ini, gaya rambut ini, dan jembatan penyeberangan ini. Ini diriku 13 tahun lalu. Aku mengingat ini dengan jelas... tapi kamu bilang, Woo-jin tinggall di Jerman saat itu. Jadi, bagaimana bisa dia mengenaliku?”

Chan balik bertanya: “Dari mana Bibi menemukan ini?”, maka Seo-ri menjawab: “Dari gudang...”


Chan berpikir: “13 tahun lalu, dia bersekolah di Jerman. Tapi dia ke Korea di musim panas, maka jika itu sebelum...”

“Ini tidak lama sebelum aku mengalami kecelakaan.... Tapi aku tidak mengenal orang bernama Gong Woo Jin. Bagaimana dia bisa mengenalku? Dia berpura-pura atau memang tidak mengenalku? Banyak yang ingin kutanyakan kepadanya...” ungkap Seo-ri

“Terjadi sesuatu dan dia tiba-tiba ke Jerman. Boleh kutanya jenis kecelakaan apa yang Bibi alami?” tanya Chan


“Aku kurang tahu karena tidak sadarkan diri. Tapi itu kecelakaan besar. Semua orang tahu soal kecelakaan 12 kendaraan, persimpangan Cheongan...” jelas Seo-ri, yg seketika membuat Jennifer tertegun mengingat masa lalunya 


Ternyata.. suami Jennifer menjadi salah satu korban meninggal dalam kecelakaan terbut, ketika dirinya tengah mengandung. Bahkan.. di hari kejadian, Jennifer datang ke Rumah Sakit dan sempat bertabrakan dengan Hyung-tae remaja yg panik berlari untuk menemui Seo-ri.


Dengan pnuh rasa gelisah.. Jennifer menunggu cukup lama di depan ruang operasi. Tapi kemudian, dokter keluar. Dan langsung mengucapkan kata maaf kepadanya..


Sang suami meninggal dalam perjalanan membawakan hadiah serta surat romantis untuk Jennifer dan calin buah hatinya..


Dan ketika melihat barang-barang itu.. seketika Jennifer tak kuasa menahan tangisannya.

Suratnya berisi pesan manis: .... Wahai ibu anak kita yang kuat. Pergilah, mual kehamilan! Semangat, Sayang! Aku mencintaimu. Dari ayah anak kita yang kuat ....


Kembali ke realita.. meski itu telah lama terjadi, namun Jennifer masih belum bisa menyembunyikan kesedihan hingga membuatnya menitikan air mata.

Chan dan Seoori heran melihatnya, “Jennfer! Kamu kenapa? Kamu baik-baik saja?”

“Aku selalu baik-baik saja...” jawabnya

Kemudian, Chan bertnaya pada Jennifer: “Apa yang kamu dan Paman bicarakan tadi? Dia turun karena kamu ingin bicara dengannya. Setelah itu, dia tidak naik lagi...”

“Aku tidak pernah memanggilnya ke bawah...” ungkap Jennifer


Chan berlari menuju kamar Woo-jin, di bergegas memeriksa lemari.. namun ternyata seluruh pakaiannya masih lengkap tergantung disana.


Namun tak sengaja.. Seo-ri melihat tas kanvas milik Woo-jin yg bertempelkan begitu banyak sticker pororo..

“Apa kamu menyimpan foto dia semasa bersekolah di sini?” tanya Seo-ri


Chan menunjukkan foto yg diminta dan setelah melihatnya.. seketika mata Seo-ri lasngung berkaca-kaca, mengingat semuanya dan menyadari: “Kurasa itu karena aku. Karena aku, dia pergi...”


“Apa maksud Bibi? Kenapa dia pergi karena Bibi” tanya Chan, yg kemudian menegaskan: “Tidak. Aku yakin dia tidak pergi. Barang-barangnya masih di sini. Lihatlah, aku merobek paspornya. Jadi, dia tidak bisa ke mana-mana. Jangan khawatir...”

Tapi setelah memerhatikannya, Jennifer berkata: “Itu sudah kedaluwarsa. Paspor itu sudah kedaluwarsa.”


Woo-jin berada di airport.. petugas bertanya padanya: “Ke mana tujuan Anda?”

Lalu Woo-jin menjawab: “Ke mana pun yang paling awal dan paling jauh....”


Sambil menunggu tiketnya diurus.. Woo-jin tampa gelisah terus melirik headset pemberian Seo-ri.. yg kemudian dia gunakkan meski tak dicolok kemana pun..


Bersama Chan, Seo-ri berangkat menyusul Woo-jin ke bandara.. dalam perjalanan, Seo-ri menangis menyadari kejadian malam tadi yg ternyata bukanlah mimpi.

Woo-jin duduk disebelahnya.. tapi tak banyak berkata dan hanya mencium keningnya saja.


Ketika Woo-jin telah duduk dalam pesawat.. dirumah Deok-gu terus menggonggong, mengarahkan Jennifer untuk membuka pintu kamar Seo-ri. Yg ternyata di dalamnya telah tersimpan secarik surat yg ditinggalkan Woo-jin sebelum ia pergi.


Chan menerima telpon dari Jennifer, maka dia meminta pak sopir untuk memutar arah pulang kemballi ke rumahnya..


Seo-ri keheranannan, maka Chan menjelaskan:  “Tidak ada gunanya kita ke sana sekarang. Dia bahkan meninggalkan surat untukmu di kamarmu dan pergi. Dia telah pergi...”
Comments


EmoticonEmoticon