9/18/2018

SINOPSIS Thirty But Seventeen Episode 28 PART 2

SINOPSIS Still 17 Episode 28 BAGIAN 2


Penulis Sinopsis: Dahlia
All images credit and content copyright: SBS
Supported by: sinopsis-tamura.blogspot.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Thirty But Seventeen Episode 28 Part 1
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Thirty But Seventeen Episode 28 Part 3

Ajusshi misterius alias Pak Kim... mendatangi Tempat Rehabilitasi dan meminta bantuan suster untuk mempertemukannya dengan Seo-ri.


Suster langsung menelpon Hyung-tae untuk mengabarinya akan hal ini..


Seorang ahjumma, tak sengaja melihat poster pencarian paman dan bibinya Seo-ri.. dan kebetulan, dia mengetahui tempat tinggal bibi Gook...


Sesampainya di rumah.. Seo-ri lasngung berlari menuju kamarnya. Matanya lansgung berkaca-kaca, ketika menemukan surat serta gantungan kunci yg ditinggalkan Woo-jin...


Chan juga sama sedihnya... masuk ke dalam kamar, dia melirik poster penyemangatnya lalu terduduk lesu mengingat Woo-jin: “Apa-apaan ini, Paman? Paman bilang akan membawakanku cokelat panas...” keluhnya lirih


Perlahan Seo-ri membuka suratnya dan membaca isinya yg lumayan panjang menjelaskan bagaiaman perasaan Woo-jin:


... Kali pertama aku bertemu denganmu saat kembali dari studio seniku. Aku tiba-tiba mendengar suara bel kecil. Saat menoleh ke atas, aku melihatmu di atas jembatan penyeberangan. Kurasa suara itu berasal dari gantungan kuncimu ...


... Aku mulai penasaran dengan yang kamu lakukan di atas sana. Lalu, aku melihatmu beberapa kali di daerah rumahku. Aku menjadi penasaran denganmu. "Apa yang ada di benaknya sampai dia terus tersiram dengan air?", "Kenapa dia selalu memakai pasangan sepatu yang keliru?",  "Dari mana dia mendapatkan pemijat berbentuk tanda tanya itu?", "Dia tinggal di mana?", "Dia bersekolah di mana?", "Siapa namanya?" Selalu muncul pertanyaan ...


... Aku terus berharap bisa berpapasan denganmu. Mungkin aku bisa bertemu denganmu lagi secara kebetulan. Aku selalu menunggumu. Aku ingin menjadi temanmu. Lalu... Aku akhirnya mengetahui namamu. "No Su Mi" ...


... Kurasa aku benar-benar bahagia dengan hanya mengetahui namamu. Aku memang bodoh karena tidak menyadari bahwa itu bukanlah namamu ...


... Aku berniat memberimu gambar itu dan mengajakmu berteman. Aku selalu membawa gambar itu agar bisa memberikannya kepadamu kapan saja. ...


... Lalu aku benar-benar berjumpa denganmu lagi. Hari itu, di bus itu. Aku menyuruhmu turun di halte lain dan turun di sana. Lalu temanmu naik ke bus itu, dan aku mendadak malu. Saat itulah aku kabur seperti orang bodoh ...


... Itu sebabnya aku tidak bisa memberimu gambar itu. Tapi gantungan kuncimu pasti tersangkut pada tasku. Aku tiba-tiba ingin mengumpulkan keberanianku lagi dan mengajakmu berteman sambil mengembalikannya kepadamu. Aku sungguh ingin menyampaikan bahwa aku ingin mengenalmu ...


... Jadi, aku mulai mengejar bus itu. Tapi saat itulah kecelakaan itu terjadi. Itu terjadi tepat di depanku. Aku yang membuatmu tetap berada di bus itu dan bus itu mengalami kecelakaan. Aku merasa sangat menyesal dan sangat sedih. Itu sangat menyakitkan sampai membuatku ingin mati. Tapi aku tidak tahu harus bagaimana, maka aku hanya berlari seperti seorang pengecut ...


.... Tapi suatu hari, ada wanita yang tiba-tiba muncul di kamarku. Kukira kamu sudah meninggal, tapi kamu mendadak muncul di hidupku lagi setelah 13 tahun. Aku terlambat menyadarinya, tapi aku ingin berterima kasih karena kamu masih hidup ...


... Tapi ada satu hal yang tidak akan pernah berubah. Akulah yang telah menghancurkan hidupmu. Kurasa aku tidak pantas berada di dekatmu ...


.... Maaf karena telah membuatmu mengalami mimpi buruk. Maafkan aku karena telah menghancurkan hidupmu. Andai bukan karena aku, kamu tidak akan kehilangan 13 tahun hidupmu. Kamu tidak akan terpaksa berhenti bermain violin dan kehilangan bibi dan pamanmu, serta rumah berharga yang pernah kamu miliki ini. Akulah yang mencuri masa remaja dan masa usia 20-an tahunmu. Akulah yang membuatmu merasa canggung soal usiamu. Akulah yang sungguh menghancurkan hidupmu ...


... Maaf karena telah menyukaimu. Maafkan aku karena ingin menjadi temanmu. Maafkan aku karena telah merenggut waktumu yang berharga ...


Membacanya tentu membuat tangisan Seo-ri mengalir dengan begitu derasnya.. untaian kalimat yg Woo-jin tuliskan, ternyata berhasil menggambarkan dengan jelas betapa besarnya rasa penyesalan Woo-jin selama ini...
Comments


EmoticonEmoticon