9/28/2018

SINOPSIS Thirty But Seventeen Episode 32 PART 2

SINOPSIS Still 17 Episode 32 BAGIAN 2


Penulis Sinopsis: Dahlia
All images credit and content copyright: SBS
Supported by: sinopsis-tamura.blogspot.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Thirty But Seventeen Episode 32 Part 1
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Thirty But Seventeen Episode 32 Part 3

Usai makan.. mereka melanjutkan obrolannya di taman bermain, berduaan saja. Woo-jin meminta maaf, karena dia tak peka dengan apa yg dirasakan Seo-ri..

Lalu Seo-ri mengungkapkan perasaannya, yg tak ingin membuat Woo-jin harus terus menunggunya, “Aku selalu merasa tidak enak karena kamu sangat perhatian padaku. Aku hanya tidak mau membuatmu melakukan itu lagi. Aku sungguh tidak mau kamu mencemaskan sesuatu di awal...”


“Aku tahu betul mengatakan hal semacam itu akan terasa terlalu cepat bagimu. Seperti yang kamu bilang, kita harus menjalaninya pelan-pelan. Tidak masalah menjalani pelan-pelan dan menikmati momen-momenmu. Aku tidak mau membuatmu merasa seperti melewatkan sesuatu lagi. Aku akan menunggu sampai kamu bilang sudah siap. Aku tidak mengharapkan apa pun darimu saat ini. Aku hanya tidak mau membuatmu tidak nyaman. Aku ingin menjadi orang yang paling menyamankan bagimu. Jika kita ditinggalkan sendirian, apa menurutmu aku akan membuatmu makin tidak nyaman?”

“Tidak sama sekali. Aku sangat nyaman denganmu. Kamu pun orang yang paling kusukai.”

“Berarti kamu punya jawabannya. Ayo kita tinggal di rumah itu dengan nyaman seperti sekarang. Kita bahagia dan baik-baik saja. Hanya karena situasinya berubah, bukan berarti kita juga harus berubah...”

“Baiklah. Aku akan tinggal di rumah itu dengan nyaman...”


“Kurasa... Aku jatuh cinta kepadamu lagi...”

“Itu kutipanku. Serta, kita bertiga, bukan berdua...”

“Benar juga. Ada Fang...”


Beberapa hari berlalu.. sudah saatnya Jennifer untuk pergi. Karena dia meminta supaya tak ada drama perpisahan yg norak, maka seisi rumah hanya meningggalkan beberapa hadiah sederhana untuknya..

Deok-su dann Hae-bum memberikan set minuman teh, lalu Chan memberikan beberapa syal dan Seo-ri memberikan sepasang heels cantik..


Tepat ketika Jennifer hendak mengenakannya, mendadak Seo-ri keluar dari kamar dan langsung memeluknya erat sambil menangis terisak: “Aku tahu ini norak, tapi aku tidak mau melewatkannya. Sungguh takdir yang indah bisa bertemu denganmu untuk kali pertamanya. Pasti kita ditakdirkan bertemu. Untuk menunjukkan aku berharap kita bisa akrab mulai sekarang, aku akan memberikan sebuah kutipan terkenal. Terima kasih telah menjadi takdir yang sangat indah. Terima kasih banyak, Jennifer...”


Lalu ketika berjalan keluar.. Woo-jin pun lansgung memeluknya dan menawarkan diri untuk mengentarnya..


Tapi Jennifer menolak, “Tidak usah...”

“Taksi pasti terasa lebih nyaman,  tapi aku tidak bisa membiarkanmu pergi seperti ini...”

“Terimakasih Mister Gong.. Tapi aku melakukan ini karena aku mau hidup mandiri setelah meninggalkan rumah ini...”

“Baiklah. Terima kasih atas semua yang kamu lakukan untuk kami... Kuharap kamu mengunjungi kami lagi....”


Begitulah.. bagaimana kisah Jennifer, akhirnya pergi meninggalkan rumah yg oenuh dengan kisah hangat nan manis itu...


Beberapa hari kemudian.. giliran Chan beserta kedua sobatnya yg harus pergi. Chan merasa berat hati, karena tak bisa membawa peliharannya yg kini ukurannya terlalu besar unuk dipelihara dalam rumah.. maka dia berniat melepasnya kembali ke habitat asalnya..


“Enam bulan lalu, Chan datang ke rumah ini bersama ayam kecilnya. Tapi kini dia pergi bersama ayam yang sudah tumbuh besar bernama Chick Junior itu...” -Seo ri


“Tinggal kami berdua yang ada di rumah ini, dan kami terus menjalani keseharian dengan lebih nyaman daripada biasanya...” -Seo ri


[ 2 Tahun Kemudian... ]

Seo-ri mengunjungi makam pamannya dan tak sengaja dia bertemu dengan sepupunya, yg bernama Min-kyu..


“Min Kyu, kamu terlihat keren. Siapa yang membelikan setelan keren ini?”

“Bibi...”

“Min Kyu, mau makan makanan enak?”

“Tentu saja...”


Meski bibi Gook masih nampak begitu canggung, tetapi Seo-ri berusaha mencairkan suasana dengan cerita: “Aku akan mulai berkuliah tahun depan...”

“Selamat..”

“Bibi bisa mentraktirku makanan jika mau memberiku ucapan selamat. Min Kyu, kita minta ditraktir apa kepada ibumu, ya?”


Setelah memutuskan untuk melanjutkan kuliah.. han kembali berhasil memenangkan kejuaraan nasional dan secara khusus, pelatih tim nasional datang untuk memberinya selamat, “Astaga, kami harus membayarmu lebih besar jika ingin mengajakmu bergabung...” candanya


“Terima kasih...” sahut Chan, lalu pelatih bertanya: “Kenapa kamu memilih untuk berkuliah ketimbang bergabung dengan tim kami?”

Dan ternyata..  Seo-ri yg membuat Chan mengambil keputusan tersebut. Maka kini, Chan menjelaskan: “Aku memilih yang membuatku lebih bahagia saat ini. Aku tidak menyerah. Aku telah membuat keputusan. Hanya perahu yang perlu menambah kecepatan. Aku sungguh ingin menjadi dewasa, sampai berusaha dengan terburu-buru. Tapi setiap kali berusaha, aku selalu gagal. Jadi, menurutku aku harus melakukan yang paling pas untukku meski butuh waktu lama....”


Woo-jin dan Seo-ri memasak makanan sederhana, karena mengetahui Chan serta sobatnya kaan pulang kerumah...


Mendadak, Chan menerima panggilan video dari kakeknya... yg ternyata kini ia percayakan untuk merawat Chick Junior yg badannya makin besar saja...

“Ayah akan mengunjungimu di Pulau Jeju secepat mungkin. Baiklah, sampai jumpa...” ucap Chan


Berikutnya.. kompakan mereka mengeluh, kalau mereka sangat merindukkan Jennifer dan penasaran dengan kabarnya sekarang..


Dalam hitungan detik, harapan merka lansgung terwujud, karena Jennifer datang dengan penampilan yg berubah drastis.. pakaiannya begitu cerah, serta gaya bicaranya suadh tak terlalu kaku seperti dulu.

“Aku menonton televisi dan melihat Chan memenangi medali emas. Kurasa kamu akan memenangi medali emas tahun depan di Olimpiade, jadi, aku kemari untuk mendapatkan tanda tanganmu lebih awal...” tuturnya

“Astaga, aku akan memberikan 100 tanda tangan jika kamu mau. Aku senang kamu datang!!!!” ujar Chan


Melihat makanannya tak begitu banyak, maka Jennifer menwarkan diri untuk memasak.. setelahnya, dia pun duduk bergabung bersama mereka semua..


Terakhir.. Woo-jin mengajak mereka berfoto untuk mengabadikan momen manis ini...
Comments


EmoticonEmoticon