9/11/2018

SINOPSIS Your Honor Episode 10 PART 1

SINOPSIS Your Honor Episode 10 BAGIAN 1


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: SBS
Supported by: sinopsis-tamura.blogspot.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Your Honor Episode 9 Part 3
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Your Honor Episode 10 Part 2

Joo Eun mengganti pakaian kerjanya dengan kemeja milik Soo Ho. Ia langsung berlari ke pintu depan saat mendengar suara pintu dibuka.


Joo Eun langsung memeluk Soo Ho dengan bahagia dan bertanya apakah dia sudah melihat beritanya. Soo Ho melepaskan pelukannya dan menatap Joo Eun tanpa mengatakan apa-apa.


“Kau terlihat aneh,” kata Soo Eun sambil tersenyum. Soo Ho bertanya apanya yang aneh. “Matamu telah berubah. Ada berapa mata tersembunyi di sana?”


Soo Ho melepaskan tangan Joo Eun dari matanya lalu menggenggamnya. “Jelaskan soal wawancaranya,” pintanya. Joo Eun bilang seharusnya itu ditayangkan kemarin, tapi dibatalkan, dan mendadakn ditayangkan.


Joo Eun minta maaf karena ia menyeret Soo Ho keluar di akhir pekan kemarin untuk merekam wawancara itu. Soo Ho mengerti dan menyuruhnya pergi. “Aku akan bermalam di sini,” kata Joo Eun.

“Eun-ah…” kata Soo Ho. Joo Eun bilang sudah lama Soo Ho tidak memanggilnya begitu.


“Beri aku waktu beberapa hari. Tidak, beri aku beberapa pekan. Jangan menghubungiku, mengunjungiku di rumah, ataupun menemuiku,” kata Soo Ho. Joo Eun menanyakan alasannya. “Aku harus mengurus sesuatu. Akan kujelaskan nanti.”


Joo Eun setuju, tapi ia ingin Soo Ho meluangkan waktunya hari ini. Soo Ho bilang ia harus segera pergi. “Kau sungguh menyebalkan. Sudah kubilang, jangan buat aku menjadi berani,” kata Joo Eun yang padahal sebelumnya mengatakan itu pada Kang Ho. Ia mengangkat tangannya dan meminta Soo Ho memeluknya.


“Aku tidak punya tato,” kata Kang Ho sambil memeluknya. Joo Eun bilang ia tahu hal itu. “Jika punya tato, itu bukan aku. Ingatlah itu.” Joo Eun mengangguk.


“Lee Ho Sung. Ji Chang Soo,” gumamnya sambil menulis analisisnya. “Ah…” Ia mengetuk-ngetukkan pensilnya ke meja, lalu melihat So Eun yang juga masih bekerja padahal hari sudah malam.


So Eun terlihat pusing dan menghapus lagi putusan yang ia ketik. Ia membuka buku materi hukum, lalu mulai mengetik lagi. Kang Ho memperhatikannya sebentar, lalu mulai bekerja lagi.


“Kami belum buka,” kata Hong Ran saat mendengar pintu restorannya terbuka. Ia menoleh dan terkejut saat melihat siapa yang datang. Ma Ryong bilang seharusnya Hong Ran melayani pelanggan yang datang.


“Kau sudah makan?” tanya Hong Ran. Ma Ryong bertanya apa Hong Ran akan memberinya makanan. “Kau habis minum-minum?” Ma Ryong bilang ia sudah berhenti minum bertahun-tahun lalu dan mencoba menjadi orang baik. “Maka kau seharusnya berhenti makan dan mati sejak dulu.”


Hong Ran mengambil minuman dan menuangkannya untuk Ma Ryong. Ia bertanya kenapa Ma Ryong datang ke sana. “Aku sedang mencari seseorang. Seperti kataku, jika rakyat memilih berdasarkan keromantisan caleg, aku akan menjadi presiden negara ini,” jawab Ma Ryong sambil mengedipkan satu matanya.


Hong Ran: “Jangan kemari lagi. Aku sudah menikah.”
Ma Ryong: “Aku tahu. Kau juga telah bercerai.”


Hong Ran terkejut lalu berkata, “Hidupku hancur karenamu. Kau mengakui itu, bukan?” Ma Ryong bilang masalah antara pria dan wanita biasanya akibat kesalahan keduanya. “Mungkin terlambat, tapi aku akhirnya ingin menjalani kehidupan yang baik. Kau mengerti, bukan? AKu bisa hidup dengan baik selama oppa tidak terlibat. Kau tahu itu, bukan?”


Ma Ryong minum satu gelas lagi lalu berkata dengan sedih, “Aku masuk dan keluar penjara, dan tiba-tiba usiaku 50 tahun. Aku tidak punya keluarga. Aku heran kenapa hidup seperti ini. Kau tahu… aku tidak berarti tanpamu.”


Hong Ran memintanya tidak bertele-tele. “Aku mencintaimu,” lanjut Ma Ryong. Hong Ran menghela napasnya. Ia lalu mengambil ponselnya, “Halo? Polisi? Ada bedebah gila yang membuat onar. Dia juga minum-minum seperti orang gila. Dia minum 2 botol soju. Tolong cepat. Aku di Seocho-dong 50.”


Ma Ryong bilang Hong Ran memang selalu mematikan. Ia bilang ia akan datang untuk bekerja besok, dan tidak perlu dibayar. Ia hanya meminta makan dan tempat tinggal. Ia kemudian akan pergi.


“Kenapa kau berdiri? Kau bilang mencintaiku. Duduklah,” kata Hong Ran. Ma Ryong bilang Hong Ran tahu kalau dia alergi Polisi.


Ma Ryong keluar restoran sambil memegang perutnya. “Tidak bisakah dia memberiku makan? Aku lapar  dan tidak punya tujuang,” gumamnya.


So Eun mencuci mukanya di toilet. Ia kemudian merapikan gelangnya yang ikut terkena air.


Setelah itu, So Eun menemui Kang Ho dan memberitahu bahwa dia sudah mengirimkan putusannya. Kang Ho bilang ia sudah membacanya dan So Eun menulisnya dengan sangat baik sesuai harapannya. Kang Ho mengacuingnya jempol, tapi So Eun terlihat sedih.


So Eun bilang ia berjuang mati-matian semalaman, tapi hanya itu yang bisa ia lakukan. Kang Ho bertanya kenapa So Eun bekerja mati-matian untuk insiden sepele seperti itu. “Itu bukan insiden sepele. Seorang anggota keluarga meninggal,” protes So Eun.


Kang Ho bertanya kenapa So Eun tiba-tiba marah. “Anda belum pernah kehilangan anggota keluarga. Seumur hidupnya, keluarga korban… akan hidup dengan kesakitan yang lebih parah daripada kematian. Meski aku berjuang selama setahun, itu tidak akan cukup.”


“Apa hebatnya memiliki keluarga? Memiliki keluarga tidak membuat semua orang bahagia. Kau tahu berapa banyak keluarga yang tidak harmonis?” kata Kang Ho. So Eun meminta maaf, tapi ia tetap berpendapat bahwa itu bukan insiden sepele. So Eun lalu pamit kembali ke meja kerjanya. “Aish.. dia pemarah,” keluh Kang Ho.


Kang Ho memulai sidang vonis untuk Bae Min Jung dan menyampaikan bahwa terdakwa mendaoat hukuman 18 bulan penjara, namun hukumannya dikurangi menjadi 3 tahun masa percobaan dan harus menghadiri 80 jam bimbingan menyetir.


So Eun yang tadinya menunduk karena rasa bersalah, kamudian menoleh ke arah suami korban. Saat Kang Ho masih membacakan putusannya, suami korban Kim Young Joo berdiri. Suami korban bertanya kenapa Kang Ho membebaskan terdakwa. Penjaga berusaha membawanya keluar.


“Pengawal” teriak Kang Ho.
Comments


EmoticonEmoticon