10/06/2018

SINOPSIS Your Honor Episode 12 PART 3

SINOPSIS Your Honor Episode 12 BAGIAN 3


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: SBS
Supported by: sinopsis-tamura.blogspot.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Your Honor Episode 12 Part 2
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Your Honor Episode 13 Part 1

So Eun bangun dengan sendirinya, ketika mereka sudah sampai di tempat tujuan. Ia meminta maaf karena tertidur. “Ayo!” ajak Kang Ho.


Setelah turun dari mobil, So Eun terkejut. “Tunggu, kukira kita akan menemui pengacara,” kata So Eun. Kang Ho bilang memang di sana lokasi pertemuannya. “Di taman bermain?”


Setelah menelepon seseorang, Bok Soo mengajak mereka masuk. Kang Ho bilang taman bermain harusnya memasnag kembang api, karena kedatangan seorang hakim.


Bok Soo berterima kasih kepada tim pengacara yang berkenan hadir dan juga para eksekutif taman bermain. Dan pengacaranya tak lain adalah Sang Cheol. Kang Ho meminta maaf karena meminta mereka datang semalam itu.


“Kalian menuntut Nyonya Ko Hyang Ja karena mengganggu bisnis kalian. Saat kereta berhenti di lintasan, orang buta akan kesulitan menyelamatkan diri?” kata Kang Ho. Sang Cheol bilang itu akan lebih sulit daripada orang normal. “Kau sudah mencobanya?”


Sang Cheol bilang pihaknya telah menyimpulkan secara umum. Kang Ho bilang tidak cukup hanya dengan menyimpulkan saja. Ia juga bilang kalau ia akan naik dan mencobanya sendiri.


“Aku sudah menyiapkan ini,” kata Kang Ho sambil menunjukkan kain penutup mata. Sang Cheol meminta agar mereka bicara berdua saja. Kang Ho setuju, lalu mereka berdua menjauh dari yang lain.


“Soo Ho… gangguan bisnisnya bukan itu,” kata Sang Cheol. Kang Ho bilang membeda-bedakan difabel dapat dianggap sebagai diskriminasi. “Itu tidak masuk akal dan merupakan urusan perdata. Ini kasus kriminal.”


Kang Ho menepuk-nepuk bahu Sang Cheol. “Apa fungsinya teman?” katanya. Sang Cheol menyingkirkan tangan Kang Ho. Ia bilang ia akan bicara dengan kliennya.


So Eun bertanya apakah Kang Ho akan turun dari sana. Kang Ho memintanya tidak khawatir, karena dia akan naik bersama Bok Soo. “Aku? Kenapa?” tanya Bok Soo terkejut. Kang Ho bilang matanya akan ditutup, jadi dia membutuhkan pendamping. “Kenapa Anda melakukan ini kepadaku? Selain itu, aku alergi wahana taman bermain.”


“Kalau begitu, mau menutup matamu? Aku yang akan memandumu,” kata Kang Ho memberikan pilihan. Bok Soo menggeleng dengan cepat.


Sang Cheol kembali dan mengatakan bahwa kasus yang terjadi adalah bagaimana menuntun orang buta menyelamatkan dirinya. Pihaknya tidak bisa menerima jika seorang pria muda bugar seperti Kang Ho yang melakukan uji cobanya.


“Biar aku saja,” kata So Eun dan membuat semua orang terkejut. Kang Ho melarangnya karena itu berbahaya.


Sang Cheol juga terlihat khawatir. Ia mengingatkan bahwa So Eun takut ketinggian. Kang Ho terkejut mendengar keakraban mereka. So Eun bilang Sang Cheol adalah teman sekolahnya.


So Eun berjalan menuju wahana roller coaster. Kang Ho melihat Sang Cheol dengan marah, karena dia yang menyebabkan semua ini terjadi. Pihak manajemen taman bermain mengikuti mereka.


Kang Ho membantu So Eun memasangkan pengaman. Ia bilang mereka bisa berhenti kapan saja jika So Eun ketakutan. So Eun dengan tegang mengataakan bahwa ia sudah lama menginginkan ini. “Ini bagaikan menyewa seisi taman bermain untuk berkencan,” katanya.


Ia bilang ini bukan kencan, tapi membuatnya sangat bersemangat. Ia sangat tegang dan tangannya menggenggam pengaman dengan sangat kuat. Kang Ho menatapnya bingung. Wahana mulai berjalan.


So Eun yang sejak tadi memejamkan matanya, akhirnya membuka matanya di atas ketinggian.


Wahana berhenti berjalan, lalu So Eun dan Kang Ho turun dari wahana ke rel. Petugas evakuasi melakukan simulasi penyelamatan dan mengarahkan jalur aman untuk mereka.


Kang Ho bilang mereka akan memulainya sekarang. “Baiklah,” kata So Eun gugup. Kang Ho lalu memasangkan penutup matanya.Petugas meminta mereka turun ke tangga darurat dengan berjalan perlahan.


Baru saja melangkah, So Eun sudah lemas dan menangis. Kang Ho bilang So Eun sudah hebat karena bisa sejauh ini. Ia akan membuka penutup matanya. “Tunggu… Aku bisa melakukannya… Aku tidak takut,” kata So Eun tersengal. 


“So Eun… So Eun… Makin erat kau memegang sesuatu, kau akan makin ketakutan. Takut itu akan hilang jika dilepaskan. Santai saja memegangnya. Mengerti?” kata Kang Ho dan So Eun mengangguk. “Regangkan genggamanmu.” Dan So Eun melakukannya.


Mereka melanjutkan perjalanan. Kang Ho bilang tidak sia-sia menyewa seisi taman bermain itu. Ia bilang jika biaya sewanya sekitar satu juta dolar, ia harus menyewanya kapan-kapan.


Sang Cheol terus memperhatikan mereka berdua.


Ia melihat Kang Ho dan So Eun berpegangan tangan dengan sangat erat. Ia memalingkan wajahnya.


Comments


EmoticonEmoticon