11/27/2018

SINOPSIS Familiar Wife Episode 15 PART 5

SINOPSIS Familiar Wife Episode 15 BAGIAN 5


Penulis Sinopsis: Dahlia
All images credit and content copyright: tvN
Supported by: sinopsis-tamura.blogspot.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Familiar Wife Episode 15 Part 4
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Familiar Wife Episode 16 Part 1

Karena telah resmi mengumumkan hubungannya pada seluruh staff, Woo-jin dan Joo-hyuk tak lagi segan untuk berangkat kerja bersama-sama dan kedekatan mereka membuat staff lainnya ‘cemburu’, terutama para staff wanita masih semuanya masih menjomblo..


Ketika Woo-jin berhadapan dengan nasabah yang menjengkelkan.. Joo-hyuk langsung maju untuk membela dan membantunya. 


Kemudian Joo-hyuk juga menyempatkan diri, untuk mengajari Woo-jin menyetir mobil. Meski sempat terjadi perdebatan kecil karena sikap Woo-jin yang sangat keras kepala…


Namun pada akhirnya, mereka kembali akur dan Joo-hyuk mengantar Woo-jin hingga sampai di depan rumahnya.


Saking dimabuk cinta… mereka tak mau berpisah dan terus berciuman di depan gerbang. Hingga secara mendadak, terdengar suara ‘Ekhmm.. ekhmm… Bibirmu bisa aus.’ dari ibu yg telah berdiri memelototi mereka dari samping.


Walau kelihatannya jutek, tetapi ibu mengajak Joo-hyuk untuk makan malam bersama dengannya. Dan seketika.. momen ini mengingatkan Joo-hyuk pada masa-masa sebelum semuanya dia rubah..


Oleh karena itu, Joo-hyuk menyantap makanannya dengan sangat lahap. Padahal baru saja dia makan malam, tapi karena ini masakan ibu,, maka Joo-hyuk sangat bersemangat menghabiskannya.


Setelah Joo-hyuk pulang.. ibu duduk berbincang dengan Woo-jin. Mungkin tempo hari ibu menegaskan rasa kurang sukanya pada Joo-hyuk dan sekarang pun masih demikian.. tetapi nampaknya itu hanya perkataannya saja, karena sikapnya menunjukan hal yg sebaliknya.

Justru dari kalimatnya, itu seakan berharap jika Woo-jin segera menikah saja, kalau memang Joo-hyuk adalah pilihan terbaiknya.

“Aku hanya akan menikah kalau aku dilamar…” ucap Woo-jin, yg seketika membuat ibu mengomelinya: “Astaga… kalian berciuman seperti itu,ketika dia belum melamarmu…”


Esok harinya.. ketika berada di ruang penyimpanan, Woo-jin menghampiri Joo-hyuk. Dia membahas pasangan yg baru saja pulang bulan madu dan datang ke bank untuk menukar uang, uniknya mereka mengenakan kaos pasangan dan terus bergandengan tangan.. 

Tetapi Joo-hyuk memberikan respon yang sangat amat tidak peka dan itu membuat Woo-jin agak kesal. Padahal ketika Woo-jin bejalan pergi, Joo-hyuk lansgung terkekeh menahan tawanya..


Ketika jam kerja selesai.. tiba-tiba Joo-hyuk menyerahkan sebuah buku tabungan dan menyuruh Woo-jin memperbaruinya. Woo-jin sempat menolak, tetapi Joo-hyuk terus memaksa…


Sangat romantis… karena ternyata, dalam buku tabungan itu, terselip  kalimat-kaliamt romantis dari Joo-hyuk:

‘Kamu bilang suatu hari yang sudah kita lalui’
‘Akan terasa seperti mimpi panjang’
‘Dan hari ini akan terasa seperti keajaiban’
‘Saat itu, kupikir keajaibanku adalah dirimu’
‘Di masa lalu maupun masa kini’
‘Kamulah keajaiban dan penyelamatku, Woo Jin’
‘Jika diberi kesempatan, aku ingin hidup demi kamu lagi’
‘Kita bertemu lagi setelah perjalanan yang panjang’
‘Pilihanku tetap kamu meski aku ke masa lalu 100 kali’
‘Aku mencintaimu, Woo Jin. Maukah kamu menikahiku?’


Tersipu malu.. Woo-jin sempat tak bisa berkata-kata. Tapi kemudian, dia mengajak Joo-hyuk untuk berbicara empat mata, “Apa ini? Kamu anggap ini lamaran?”

“Kenapa? Kamu tidak suka? Aku hanya ingin tertidur bersamamu dan bangun bersamamu. Kenapa? Kamu ingin berpacaran lebih lama?”

“Tidak. Aku terharu… Omong-omong, kamu dapat ide ini di internet?”

“Tidak mungkin aku mencarinya di internet. Inspirasinya memang dari sana, tapi kutambah ideku sendiri. Semua kalimat itu dari pikiranku. Percayalah.”

“Tapi ini tidak cukup…”

“Uang?”

“Bukan. Untuk lamarannya. Ada hal yang sudah kudambakan lebih dari 30 tahun. Aku ingin kamu melamarku dengan cara itu. Bisakah kamu melakukannya?”


Ternyata… Woo-jin ingin dilamar saat naik roller coaster. Joo-hyuk sangat ketakutan, tetapi demi Woo-jin dia berhasil teriak dengan sangat kencang: ‘Woo-jin aku mencintaimu! Maukah kamu menikah denganku!!!!!!’


Misinya memang berhasil.. namun setelah itu, Joo-hyuk tepar, kepalanya pusing dan rasanya ingin muntah, “Sudah kubilang aku tidak kuat...” ucapnya lesu


“Terima kasih banyak. Aku sangat terharu… Maafkan aku, tapi aku sangat senang sekarang!” ujar Woo-jin yg kemudian berkata: “Baik. Aku mau menikahimu. Mari kita menikah…”


Mendengar kalimat itu, sontak membuat Joo-hyuk langsung bertenanga kembali. Dia bangkit dan memeluk Woo-jin dengan sangat erat: “Aku menikah dengan Woo-jin lagi!!!!!!” teriaknya girang

[ 3 TAHUN KEMUDIAN ]


Seakan mengulang kejadian di masa itu.. kini mereka telah memiliki dua orang anak, yg satu masih bayi dan satunya lagi balita.


Jam alarm berdering, tapi keduanya nampak begitu lelah dan malas untuk bangun dari tidurnya. Tapi beberapa saat kemudian, mereka tersadar bahwa sekarang telah jam 8 pagi…


Heboh dan panik… mereka terperanjat dari tempat tidur dan langsung berlomba lari ke kamar mandi duluan~~~

1 komentar

  1. Wkwkwkkw...
    Pasangan ini lucu banget dah,, ,❤️❤️❤️

    BalasHapus


EmoticonEmoticon