11/02/2018

SINOPSIS Witch's Love Episode 6 PART 1

SINOPSIS Witch's Love Episode 6 BAGIAN 1


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: DramaX
Supported by: sinopsis-tamura.blogspot.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Witch's Love Episode 5 Part 5
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Witch's Love Episode 6 Part 2

Cho Hong dan Je Wook bersiap untuk suit. Je Wook bilang ia akan mengeluarkan batu karena itu cocok untuk pria. “Batu?” kata Cho Hong.


Tapi ternyata Je Wook berbohong. Ia mengeluarkan gunting, sehingga Cho Hong kalah. “Kenapa ini yang keluar?” kata Je Wook pura-pura menyesal. Cho Hong kesal. “Kali ini, benar-benar akan batu. Aku bersumpah.” Mereka suit lagi dan Cho Hong kalah lagi.


Cho Hong protes karena Je Wook terus saja berbohong. Je Wook menjanjikan hal yang sama. “Jika bukan batu, aku bukan Hwang Jae Wook lagi, tapi Geo Ji Wook (Pengemis Wook),” kata Je Wook.


Mereka suit lagi dan kali ini Cho Hong menang. Ia bersorak kegirangan dan Je Wook tersenyum melhatnya.


“Penyihir menyembunyikan identitas mereka, salah satunya karena mereka tidak bisa menguraikan kebenaran dari kebohongan.”


Je Wook ikut bahagia.


“Tidak seperti manusia yang bisa bangkit lagi, para penyihir akan merasa mendapat kutukan saat hati mereka terluka.”


 Ketiga penyihir bersiap untuk memasak bumbu dengan sihir mereka. Kemudian terdengar suara berisik, sehingga mereka menghentikan pekerjaan mereka dan mengecek apa yang terjadi.


“Bagi penyihir yang tidak bisa melihat kebenaran dibalik kebohongan, maka kecurigaan, hanyalah cara mereka bertahan.”


Episode 6 – Antara Kebenaran dan Kebohongan


Nenek memulai permainan terakhir, yaitu minum tercepat. Sekretaris Kim yang menyadari bahwa minuman di gelas Sung Tae paling sedikit, memilih untuk merebut dan langsung meminumnya.


Ketiga penyihir berusaha menghentikannya, tapi sudah terlambat. Sekretaris Kim terlalu bersemangat untuk mendapatkan hadiahnya.


Tak lama kemudian, Sung Tae dan Je Wook membantu Sekretaris Kim yang berjalan sempoyongan. “Direktur, aku mencintaimu,” kata Sekretaris Kim sambil memeluk Sung Tae.


Nenek kesal karena ciuman tidak didapatkan dan TV mereka pun melayang. Ia bertanya apa yang akan Cho Hong lakukan. Cho Hong bilang mereka harus mencobanya lagi. “Bukankah Direktur Ma tampak jelas tidak menyukai Cho Hong?” tanya Aeng Doo


Nenek bertanya apakah Cho Hong yakin sudah mendengar suara lonceng itu. “Aku yakin,” kata Cho Hong.


Sung Tae tampak gelisah di kamarnya. Ia terkenang wajah cantik Cho Hong saat acara tadi.


Cho Hong juga tidak bisa tidur. Ia mengingat permainan-permainan yang dimainkannya bersama Sung Tae siang tadi.


Diam-diam Sung Tae pergi keluar kamar dan mulai menyusuri isi rumah. 


Ia menuruni tangga dan terbayang saat seseorang menggotongnya di tangga yang sama dulu.


Sung Tae tidak sengaja menginjak anak tangga yang menganga kayunya. Ia pun terjatuh.


Cho Hong terkejut mendengar suara gaduh itu dan pergi untuk mengeceknya. Ia lalu melihat Sung Tae tergeletak di lantai. “Hei… hei..” kata Cho Hong sambil menggoyangkan tubuh Sung Tae. “Hei! Bangunlah!” Cho Hong menjadi panik, karena Sung Tae tetap tidak merespon.


Saat Nenek dan Aeng Doo turun, Cho Hong mengatakan bahwa ia menemukan Sung Tae sudah pingsan dan khawatir jika dia sudah mati. Nenek mengecek napas Sung Tae dan merasa lega. Ia menyuruh Cho Hong pergi ke gudang dan mengambil salep merah dan obat cair hijau.


Aeng Doo bertanya apa pendapat nenek tentang hal itu. Nenek bilang mereka perlu menyadarkan Sung Tae dari pingsannya. Aeng Doo bilang ini adalah kesempatan mereka.


Nenek dan Aeng Doo lalu memaksa Cho Hong agar mencium Sung Tae. Cho Hong berusaha melepaskan dirinya.


Sung Tae membuka matanya dan berteriak saat melihat Cho Hong berada tepat di depan wajahnya. Ia bertanya apa yang mereka lakukan.


“Ciuu…,” kalimat Aen g Doo terhenti, karena Cho Hong menjiwit perutnya dengan sangat keras. Cho Hong bilang mereka akan memberi napas buatan pada Sung Tae yang ditemukan sedang pingsan.


Cho Hong bertanya apa sekarang Sung Tae sudah merasa lebih baik. Sung Tae meminta maaf karena sudah merepotkan mereka semua. Ia lalu mencoba berdiri, tapi terjatuh lagi.


Sung Tae merasa kakinya sangat sakit. Cho Hong bertanya apakah kakinya patah.


Sung Tae tidak menjawab dan menahan sakitnya sampai hampir menangis.


Sung Tae tanpa sengaja melihat bola baseball yang ada di atas lemari.


Saat kecil dulu, ia tanpa sengaja menjatuhkan bola baseball-nya.


Seorang wanita berpenampilan elegan di dalam sebuah mobil tampak menghela napas berat.


“Sung Tae… Sung Tae…” kata wanita yang ternyata adalah ibu Sung Tae. Ia sedang sakit.


Seorang pelayan masuk ke kamar dan mengatakan bahwa tuan muda sudah ditemukan dengan selamat. Nyonya Ma langsung bangkit dari tempat tidurnya.


“Sung Tae!” teriak Nyonya Ma di Kantor Polisi. Ia langsung memeluk Sung Tae yang tampak masih syok. “Kau tidak apa-apa? Mana yang sakit?”


Sepulangnya ke rumah, Sung Tae jadi sering bermimpi buruk. Ia terbangun dan merasa dadanya sakit.


“Apa jantungmu terasa sakit?” tanya Nyonya Ma khawatir.


Nyonya Ma sangat khawatir, karena dokter tidak tahu apa penyakit Sung Tae yang terus menderita setiap malam. Ia juga heran karena Sung Tae tidak ingat apa yang menimpa dirinya saat diculik hingga trauma seperti itu.


Dokter menduga itu adalah semacam pertahanan diri yang secara tidak sadar dilakukan Sung Tae. Ia yakin ingatan Sung Tae saat diculik akan pulih suatu hari nanti.


“Luka apa yang ada di dadanya?” tanya Nyonya Ma. Dokter bilang itu bukan bekas luka yang bisa terbentuk hanya dalam beberapa hari. “Sebelumnya dia tidak punya luka itu.” Dokter berjanji akan melakukan pemeriksaan lagi.


Sampai saat ini pun, Nyonya Ma masih sangat mengkhawatirkan putranya.

1 komentar

  1. Terimakasih sinopsisnya. Mudah2an dari sini lancar, sangat menarik soalnya. hwaiting!

    BalasHapus


EmoticonEmoticon