11/25/2018

SINOPSIS Your Honor Episode 14 PART 3

SINOPSIS Your Honor Episode 14 BAGIAN 3


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: SBS
Supported by: sinopsis-tamura.blogspot.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Your Honor Episode 14 Part 2
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Your Honor Episode 15 Part 1

So Eun datang ke sebuah kafe yang sudah dipesan khusus oleh Sang Cheol untuk mereka. Ia bilang ia masih ada pekerjaan dan harus segera kembali. Ia bertanya kenapa Sang Cheol memintanya meluangkan waktu.


Sang Cheol: “Ini hari lamaran.”
So Eun: “Siapa yang melamar?”
Sang Cheol: “Aku.”


Sang Cheol mengeluarkan kotak perhiasan dan melanjutkan ucapannya, “Melamarmu.” So Eun menghela napas dan bertanya kenapa Sang Cheol melakukan itu padanya. So Eun meminta Sang Cheol tidak melakukannya.


“Sejak kuliah, hanya kau yang kuinginkan. Bahkan setelah wisuda, tetap kau yang kuinginkan. AKu tidak melakukan ini dengan tiba-tiba,” kata Sang Cheol.


So Eun bilang Sang Cheol tahu benar bahwa bukan itu yang diinginkannya. Sang Cheol bertanya apa yang harus ia lakukan agar So Eun menginginkannya. “Oppa.. teman yang baik bagiku. Itu sebabnya aku hanya menganggapmu sebagai teman,” kata So Eun.


Sang Cheol menduga itu karena ayahnya adalah pengacara tersangka atas kasus kakak So Eun. So Eun tidak menyangkal bahwa sejak tahu tentang itu, pandangannya terhadap Sang Cheol mulai berubah.


So Eun berkata, “Ayahmu tetaplah ayahmu dan Oppa tetaplah Oppa.” Kang Ho menebak So Eun  tidak bisa memaafkan ayahnya. “Ya. Tidak bisa.”


Sang Cheol bilang ia juga tidak bisa memaafkan ayahnya yang sekarang sedang diperiksa Kejaksaan. “Aku tahu. Insiden bola golf itu,” kata So Eun. Sang Cheol bilang masih banyak kasus tersembunyi lain yang hanya diketahui olehnya.


So Eun: “Jangan bilang kau…”
Sang Cheol: “Aku juga tidak akan pernah memaafkan ayahku.”
So Eun: “Bagaimanapun juga, dia adalah ayahmu.”


“Sudah kubilang. Hanya kau yang kuanggap sebagai manusia. Jika ada yang menghalangi kita, aku akan menyingkirkannya!” kata Sang Cheol. So Eun mengingatkan bahwa Sang Cheol bukan orang semacam itu.


“Tadi aku baru dari kantor dan tiba-tiba terlintas dalam benakku. Jika menunggu, aku tidak bisa mendapatkan apapun,” kata Sang Cheol.


“Dengan menunggu lebih lama, bukan berarti aku akan memilikimu,” lanjutnya dengan mata berkaca-kaca.


So Eun juga terlihat sedih. Ia berterima kasih atas segala hal yang Sang Cheol lakukan untuknya. Ia tersenyum dengan mata berkaca-kaca. “Oppa memperlakukanku dengan baik, lebih daripada yang pantas aku dapatkan,” kata So Eun. 


Sang Cheol bertanya apa yang harus ia lakukan agar So Eun mau bersamanya. “Aku merasa ada yang hilang dari sini,” kata So Eun sambil menyentuh dadanya. “Aku sudah lama menahannya, bahwa aku seperti meninggalkan sesuatu yang menyamankan.”


“Entah hari ini akan menjadi kenangan apa untuk Oppa. Tapi bagiku, ini akan menjadi hari-hari yang paling sepi sepanjang hidupku,” kata So Eun.


“Jika kau menolakku sekarang, aku tidak akan mempedulikanmu lagi,” kata Sang Cheol. So Eun tersenyum, lalu mengajak Sang Cheol berjabat tangan.


“Selamat tinggal,” kata So Eun.


Sang Cheol mengulurkan tangannya dan sangat berat baginya untuk melepaskan tangan So Eun. “Selamat tinggal,” kata So Eun lagi lalu pergi.


So Eun meninggalkan Sang Cheol dan mereka sama-sama terluka.


Di luar, So Eun menangis tersedu-sedu.


Sementara itu, Kang Ho bangun dan menatap ibunya yang sudah tertidur.


Perlahan ia menyentuh rambut ibunya dan air matanya pun menetes.


Comments


EmoticonEmoticon