11/25/2018

SINOPSIS Your Honor Episode 15 PART 1

SINOPSIS Your Honor Episode 15 BAGIAN 1


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: SBS
Supported by: sinopsis-tamura.blogspot.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Your Honor Episode 14 Part 3
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Your Honor Episode 15 Part 2

So Eun bertanya seberapa kaya teman Sang Cheol sampai bisa mengadakan pestanya di tempat mewah seperti itu. Sang Cheol bilang ayah temannya yang kaya. “Sama seperti Oppa,” kata So Eun sambil tertawa.


Seorang teman Sang Cheol bernama Kang In Gyu menyapa mereka. Sang Cheol memperkenalkan So Eun. Ho Sung juga menyapanya tidak jauh dari sana. 


“Teman atau pacar?” goda In Gyu. So Eun bilang mereka sekedar berteman, tapi ia tidak tahu apa yang akan terjadi nanti. Sang Cheol tersenyum. “Aku boleh mengganggu masa depan yang belum jelas?” goda In Gyu lagi.


Kang Ho mendorong In Gyu menjauh. “Tidak boleh. Dia sedang belajar untuk ujian profesi advokat,” kata Sang Cheol.


Seorang teman menyapa Sang Cheol dan berjalan mendekati mereka. So Eun sangat terkejut melihat pria itu.


Pria itu tersenyum lebar dan mengingatkannya pada pemerkosa kakaknya. So Eun syok.


Sang Cheol berpelukannya dengan temannya yang berulang tahun itu, tapi So Eun malah berlari menjauh. Sang Cheol ingin memperkenalkan So Eun, tapi ia malah melihat So Eun sedang berlari keluar.


So Eun berhenti dan merasa dadanya sangat sesak. Sang Cheol mendekat dan menanyakan keadaannya, tapi So Eun malah kembali berlari meninggalkan Sang Cheol.


Sang Cheol tidak mengerti apa yang sedang terjadi.


Dear Judge – Episode 15


Pagi harinya, Kang Ho bersiap pergi. Ibu bertanya apakah Kang Ho mau menunggunya pergi ke pasar dan membuatkannya semur iga. Kang Ho bilang yang ibunya siapkan sudah cukup.


“Belum. Siapa yang tahu kapan kau akan kembali?” kata ibu lalu menjelaskan makanan yang sudah ia siapkan. Kang Ho sangat senang dan bertanya kenapa makanannya banyak sekali. “Bawakan ini untuk kakakmu, dan kau bisa mengambil sedikit.”


Kang Ho kecewa. Ibu bertanya apa ia harus mengemasnya secara terpisah. “Terserah! Tidak akan kubawa! Aku bukan tukang antar,” kata Kang Ho.


Ibu berpesan agar Kang Ho langsung memberikan makanan itu kepada Soo Ho dan menyimpannya di kulkas. Ia juga memastikan kalau Kang Ho hanya meminjam mobil itu dari Soo Ho, bukan mencurinya.


“Ibu tidak merasa bersalah berkata begitu kepadaku?” protes Kang Ho. Ibu mengulangi pertanyannya. “Mana mungkin aku mengambil mobil hakim? Aku akan dihukum. Masuklah! Panas.”


“Hati-hati menyetirnya,” kata ibu membuat Kang Ho terharu. “Jangan sampai membuat mobil kakakmu tergores.” Kang Ho kecewa lagi dan menjalankannya mobil.


So Eun mengerang kesakitan sambil memegang perutnya. Ia menjawab telepon dari Kang Ho dengan lemah.


Kang Ho yang sudah ada di depan apartemen, bertanya So Eun sedang ada di mana di hari liburnya. So Eun bilang ia ada di rumah. Kang Ho memberitahu kalau ibunya mengemaskan banyak makanan yang tidak bisa dihabiskannya sendirian. Ia bertanya apakah So Eun bisa tidur sebentar.


“Tidak.. Tidak perlu repot=repot…” kata So Eun lemah. Kang Ho bertanya apakah So Eun sedang sakit. “Tidak…” Tapi Kang Ho malah khawatir, karena So Eun tidak bicara lagi.


So Eun ingin mengambil air minum, tapi ia terlalu lemah. Suara bel pintu terdengar.


“So Eun! Kau di rumah?” panggil Kang Ho. “So Eun!” So Eun berusaha bangun dari tempat tidurnya. “So Eun! So Eun!”


So Eun akhirnya berhasil membuka pintu dan terduduk lemas. “Ada yang harus kulakukan untuk Anda?” tanyanya. Kang Ho bertanya apakah So Eun sudah ke dokter dan minum obat. “Aku tudak apa-apa.”


Tidak lama kemudian, So Eun sudah berada di ambulans menuju rumah sakit. Kang Ho sangat gelisah. Ia mengenggam tangan So Eun dan berkata, “Kita hampir sampai.  Bertahanlah.”


Dokter berkata So Eun terserang Maag dan akan baik-baik saja dalam beberapa jam setelah diberi obat. Kang Ho bertanya apa itu karena So Eun salah makan. “Mungkin saja. Atau mungkin dari obat yang dia minum. Mungkin juga karena kerja berlebih atau stres,” kata dokter.


Dokter juga mengingatkan bahwa sementara ini So Eun tidak boleh memakan makanan mentah dan harus menghabiskan obatnya, meskipun sudah merasa lebih baik.


Kang Ho bilang So Eun adalah hakim dan bertanya apa dokter tidak akan memeriksanya secara meluruh untuk mengetahui barangkali ada penyakit lainnya. “Suruh dia menghabiskan obatnya. Dan Anda tidak boleh berada di sini,” kata dokter.


Kang Ho: “Aku juga hakim. Aku dari Pengadilan Seoul…”
Dokter: “Mohon tunggu di luar.”


Kang Ho merapatkan selimut So Eun dengan hati-hati. “Beberapa jam,” gumamnya sambil menatap labu infus So Eun.


Ponsel So Eun yang tertinggal di rumah berdering.


Sang Cheol marah karena So Eun tidak menjawab telepon darinya. Ia memukul-mukulkan tangannya ke atas meja. Ia lalu membanting ponselnya.


Beberapa jam kemudian, So Eun sadar dan tersenyum melihat Kang Ho ada di hadapannya. Ia memejamkan matanya lagi.


Ia kemudian membuka matanya dengan sangat terkejut. “Hakim Han!” katanya sambil bangun. Kang Ho melarangnya bangun. “AKu tidak apa-apa.”


Kang Ho lalu mengecek suhu tubuh So Eun dengan menyentuh keningnya.


“Tidak apa-apa. Aku bisa berdiri,” kata So Eun sambil melepaskan tangan Kang Ho dari keningnya. Kang Ho menyuruhnya tunggu sebentar, karena ia akan memanggilkan perawat untuk mengecek keadaan So Eun.


Dalam perjalanan pulang, So Eun berjanji akan mengganti biaya pengobatannya tadi. Kang Ho bertanya apakah So Eun salah makan. So Eun merasa itu bukan karena makanan. “Ada obat yang biasa kau minum?” tanya Kang Ho.


“Tidak. Aku tidak minum obat belakangan ini,” kata So Eun. Kang Ho menyimpulkan itu berarti So Eun stres karena ia memberinya banyak pekerjaan. “Bukan karena beban kerja.”


Kang Ho bilang So Eun tidak perlu mengganti biaya pengobatan, karena So Eun sakit karena dirinya. So Eun bilang ia sakit bukan karena Kang Ho. “Jika bukan karena makanan atau obat, penyebabnya pasti stres dan beban kerja yang berat,” kata Kang Ho.


“Sesuatu yang buruk terjadi, tapi bukan tentang pekerjaan. Aku tidak tahu akan sesakit ini,” kata So Eun. Kang Ho bilang ia tidak tahu bagaimana cara menghibur So Eun. Ia bilang kejadian ini membuatnya menyadari bahwa ia tidak tahu apa-apa tentang So Eun.


Kang Ho: “Aku hanya tahu, orang tuamu pindah ke Filipina.”
So Eun: “Singapura.”
Kang Ho: “Benar. Singapura. Letaknya di bawah Filipina.”


So Eun tertawa karena menyangka Kang Ho hanya sedang bergurau. Ia berkata, “Singapura di bawah Malaysia. Jangan begitu. Saat tertawa, perutku masih sakit.”


“Aku tidak berusaha melucu,” kata Kang Ho jujur. Ia menyuruh So Eun tidur dan akan membangunkannya, jika sudah sampai nanti.


So Eun bertanya apakah saat di rumah sakit, Kang Ho terus saja berdiri karena di sana tidak ada kasur atau kursi untuk wali pasien. “Aku harus pergi mengambil mobil sambil menunggumu. Aku sibuk. Aku tidak berdiri lama,” kata Kang  Ho yang tidak ingin So Eun merasa bersalah. So Eun meminta maaf, karena menganggu waktu istirahat Kang Ho. 
Comments


EmoticonEmoticon