11/28/2018

SINOPSIS Your Honor Episode 20 PART 3

SINOPSIS Your Honor Episode 20 BAGIAN 3


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: SBS
Supported by: sinopsis-tamura.blogspot.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Your Honor Episode 20 Part 2
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Your Honor Episode 21 Part 1

Ho Sung tertawa dan bertanya berapa nominal yang Kang Ho tulis di cek kosongnya. “Entahlah. Aku hanya mendengar dia akan membawakan cek,” kata Sang Cheol. In Gyu bertanya kenapa mereka harus berkumpul di sana.


Min Gook menduga kalau Soo Ho ingin meluruskan segalanya dengan mereka semua, karena selama ini hubungan mereka canggung. Ho Sung khawatir Kang Ho akan menuliskan nominal konyol karena belum jera.


Sang Cheol bilang Kang Ho tahu aturan di dunia mereka, jadi ia mengira antara 1,5 sampai 2 juta dolar. Ho Sung bilang orang hina yang malang cenderung mirip pengemis dalam keadaan terdesak. In Gyu dan Min Gook tertawa, sedangkan Sang Cheol masih dengan ekspresi berpikir.


“Hei, kawan-kawan…!” sapa Kang Ho yang datang sambil membawa dua kantong kresek di tangannya. “Kalian sudah sarapan?” Ia menunjukkan kantong belanjaannya.


Kang Ho membagikan makanannya dan menikmatinya. “Kalian tidak makan?” tanyanya.  Satu per satu mereka meletakkan kembali makanan yang sejak tadi ada di tangan mereka dan hanya dilihat saja.


Min Gook bertanya ada apa dengan Kang Ho, karena mereka tidak pernah makan makanan seperti itu. Kang Ho bilang itu sangat lezat. Ho Sung memberi kode kepada Sang Cheol. “Kau membawa ceknya, bukan?” tanya Sang Cheol.


“Tentu saja,” kata Kang Ho lalu mengeluarkan ceknya. Ia akan memberikannya kepada Sang Cheol, tapi kemudian menariknya lagi. “Dia sungguh akan membayarkan jumlah yang kutuliskan?” In Gyu dan Min Gook tertawa. Sang Cheol mengiyakan.


Kang Ho mengulurkan cek itu, tapi menariknya lagi. “Kau akan memberikan uang tunai atau transfer?” tanya Kang Ho. Sang Cheol bilang ia akan memberikannya sesuai pilihan Kang Ho. “Astaga, aku tidak bisa memutuskan. Pengirim yang berkuasa.”


Ho Sung bertanya berapa nominal yang Kang Ho tulis. “Jangan kaget,” kata Kang Ho lalu mengulurkn cek itu pada Ho Sung. Mereka saling menarik cek itu, hingga akhirnya Kang Ho melepaskannya dan mempersilakan Ho Sung melihatnya.


Ho Sung membaca cek itu dan terkejut. Ia membuka kacamatanya dan mengucek matanya, karena tidak percaya dengan yang ia lihat. Kang Ho bilang ia sudah mengira kalau Ho Sung pasti terkejut. “Hei, Han Soo Ho!” teriak Ho Sung sambil memberikan cek itu pada Sang Cheol.


“Kau yakin hanya 23 dolar?” tanya Sang Cheol tak kalah terkejut. In Gyu mengambil cek itu dan melihatnya bersama Min Gook.


“Ya, tteokbokki, soondae dan berbagai gorengan harganya 23 dolar. Sebenarnya 25 dolar, tapi kuminta mereka memberikan diskon dua dolar demi dirimu. Jika tidak punya uang, transfer saja,” kata Kang Ho.


Ho Sung: “Kau bercanda, bukan?”
Kang Ho: “Aih… kau memberikan cek kosong kepada hakim. Itu candaanmu, bukan?”
Sang Cheol: “Hei, kau ini kenapa?! Kenapa kau berbuat begini?”


Kang Ho berubah menjadi sangat serius dan berkata, “Hanya karena… aku membenci kalian.” Ho Sung bertanya apa itu karena rasa keadilan. “Kalian tahu itu sangat ketinggalan zaman. AKu tidak tahu apa-apa soal keadilan.”


Kang Ho mulai menunjuk keempat pria itu satu per satu. “Kau… Kau… Kau… Dan kau.” Ia bahkan mendorong dahi Min Gook dengan jarinya. “Aku benci melihat kalian semua. Kalian sangat keji, hingga aku harus mengalahkan kalian.” Mereka semua termasuk Hae Na terperangah.


Kang Ho menghabiskan minumannya dan melemparkan gelasnya ke lantai hingga hampir mengenai In Gyu. “Aku mau di sini lebih lama lagi, tapi ada dengar pendapat dengan komite disipliner. Bersihkan bekas makanan ini untukku, ya? Aku permisi sekarang.”


Kang Ho berjalan melewati Hae Na dan bicara padanya, “Aku penggemarmu. Sampai jumpa di pengadilan… Lima tahun,” godanya sambil mengedipkan satu matanya.


Hae Na kebingungan.


“Minggir!” kata Kang Ho karena kaki Ho Sung agak menghalangi jalannya. Ia keluar dari ruangan itu dengan senyum puas, sedangkan mereka yang di dalam harus memikirkan strategi baru.


Semua staf tampak murung saat Kang Ho akan pergi ke pertemuan disipliner. Kang Ho bilang ia tidak akan dipenggal. Ia bilang ia akan kembali dengan kemenangan. Bok Soo bilang ia menunda semua sidang di siang hari. Kang Ho menyebut Bok Soo memang bisa diandalkan dan pamit pergi.


“Hakim Han..!” panggil So Eun. Kang Ho bertanya ada apa. “Dasi Anda.” Kang Ho bertanya ada apa dengan dasinya.


So Eun lalu merapikan dasi Kang Ho. “Anda menghadiri dengar pendapat karena gagal menjaga kehormatan. Anda harus tampak terhormat.”


“Aku akan kembali,” kata Kang Ho dan So Eun tersenyum. “Mau berjalan bersama ke ruang konferensi?” So Eun setuju. “Ayo.”


Bersama So Eun, Kang Ho melangkah penuh percaya diri.
Comments


EmoticonEmoticon