12/30/2018

SINOPSIS Familiar Wife Episode 16 PART 2

SINOPSIS Familiar Wife Episode 16 BAGIAN 2


Penulis Sinopsis: Dahlia
All images credit and content copyright: tvN
Supported by: sinopsis-tamura.blogspot.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Familiar Wife Episode 16 Part 1
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Familiar Wife Episode 16 Part 3

Sehabis dari toilet, tak sengaja Bu Jang berpapasan dengan Pak Byun yg nampaknya mengalami masalah dengan perutnya, karena terlalu banyak minum alkohol..


“Periksakan ke dokter…” ujar Bu Jang, tapi kemudian Pak Byun malah membahwa hal yg lain, “Ayo kita tetap makan malam bersama walau kamu telah pindah ke Mapo. Ya?” pintanya

“Tergantung. Asalkan kamu mentraktirku…” sahut BU Jang, seraya tersenyum


Joo-hyuk pulang ke rumah dengan menggendong Woo-jin yg kondisinya telah mabuk berat. Ternyata dirumah mereka, ada Joo-eun yg bertugas menjawa anak-anak.. dengan balasan, minggu depan giliran Joo-hyuk dan Woo-jin yg menjaga putranya, sementara ia akan kencan dengan Sang-sik.


Masuk ke dalam kamar, Joo-hyuk langsung membaringkan Woo-jin di kasur dan ikut berbaring disebelahnya.. menatapnya mesra dan berkata: “Kamu cepat terlelap, Seo Woo Jin. Selamat, Woo Jin…”

Mendadak ponselnya Joo-hyuk berdering… dan sesaat kemudian, Joo-hyuk telah berada di rumah ibunya Woo-jin, membantu memperbaiki keran air yang bocor.


Ibu merasa agak bersalah, karena mengganggu tidurnya Joo-hyuk. Tetapi dengan tulus, Joo-hyuk berkata bahwa ini memanglah tugasnya..


“Terima kasih, Joo Hyuk…” ucap Ibu

“Ini bukan apa-apa…” sahut Joo-hyuk

“Tidak, aku serius. Terima kasih. Kamu jauh lebih baik daripada putriku sendiri. Aku bisa hidup tanpa Woo Jin, tapi aku tidak bisa hidup tanpamu lagi. Woo Jin juga tahu bahwa aku lebih menyukaimu. Jadi, terkadang anak nakal itu cemburu…” papar ibu

“Ya, dia sangat pencemburu. Dia pencemburu sekaligus keras kepala…” ucap Joo-hyuk sambi terkekeh, “Aku mengurus pakaian kotor pekan ini dan kaus kakinya selalu dibiarkan terbalik…” tambahnya

“Dia masih melakukan itu? Aku sudah mengomelinya. Dia tidak pernah menurut. Memalukan sekali…” ujar ibu


Berikutnya, Joo-hyuk berkumpul dengan dua sobatnya, setelah mendadak Sang-sik menelponnya. Disana.. tanpa perlu ditanya, Joo-hyuk faham bahwa mereka mengkhawatiran perasaannya, yg ditinggal naik jabatan oleh Woo-jin. Tetapi sambil tersenyum, Joo-hyuk menegaskan bahwa dirinya tak mereasa tersinggung atau terbebani sedikit pun dan kini kondisinya sangat baik.


Justru yg nampaknya sedang resah, adalah Joong-ho yg sedari tadi menunjukkan ekspresi murung dan tak berucap sepatah kata pun, hingga akhirnya ditanya oleh Sang-sik dan dia pun bercerita, bahwa dirinya bertengkat dengan sang istri.


“Kami melalui tujuh tahun yang rawan. Dia terlalu sering membentakku. Aku tahu dia kewalahan mengurus anak-anak. Tapi aku tidak bisa melewatkan makan malam kantor. Aku tidak tahan lagi. Aku melipat pakaian anak-anakku karena aku tahu dia marah.  Tiba-tiba dia menghela napas panjang dan melipatnya ulang. Seharusnya dia mengajariku cara melipat sejak awal. Dia pasti tidak sudi bicara denganku. Jadi, kupikir, "Baiklah, mungkin dia enggan bicara." Kali ini, dia membentakku karena membuang kaleng di tempat sampah untuk plastik. Padahal aku yang mengurus masalah sampah. Dia kesal dengan semua tentangku. Melihatku bernapas saja dia sudah kesal….” Jeasnya panjang lebar


Joo-hyuk mendengarnya dengan saksama, lalu memberikan komentar yg sangat bijak: “Kamu harus bisa melalui masa-masa rawan ini. Jika tidak, hubunganmu akan memburuk. Cobalah berempati kepadanya. Kapan kali terakhir kamu memanggil namanya? Ibu rumah tangga sering dipanggil "ibu" saja. Bayangkan betapa muaknya mereka. Nama mereka hilang dan mereka merasa hidup berakhir sebagai ibu. Mereka pasti ingin berdandan, bekerja, dan bercengkerama dengan teman seperti dahulu. Tapi itu tidak mudah. Wajar jika mereka depresi…”


“Bagaimana kamu memahami perasaan mereka?”

“Karena itu bisa dimaklumi. Pokoknya, cobalah berempati kepadanya. Maka perlakuan dia kepadamu juga akan berubah. Kenapa? Karena hubungan rumah tangga itu relatif…”

“Ya ampun. Kamu seperti pakar hubungan rumah tangga… Menyebalkan sekali. Tapi nasihatnya sangat meyakinkan…”

“Ini kiat praktis dariku. Puji dia sekali sehari. Pujilah istrimu sekali sehari. "Sepertinya beratmu turun." "Kamu seperti mahasiswi jika rambutmu terurai." "Kenapa lauk buatanmu lezat sekali?" "Apa yang harus lakukan dengan wanita secantik kamu?" Seperti itu….”

“Apa itu perlu?”

“Tentu saja….”


Esok harinya, saat di kantor.. pak Byun memberitahu Joo-hyuk bahwa akan diadakan pelatihan pegawai dan sore harinya ada tes yg sangat mempengaruhi promosi jabatannya. Maka dari itu dia meminta Joo-hyuk untuk melakukannya dengan sungguh-sungguh kali ini! Joo-hyuk optimis bisa melakukannya, apalagi Woo-jin sangat mendukungnya.


Ketika datang ke kantor, Pak Cha membawa satu dus yg isinya bebrapa tablet PC yg katanya merupakan pemberian dari kantor pusat. Joo-hyuk sangat antusias mellihatnya, sambil mengungkapkan bahwa miliknya sudah rusk.. sebenarnya ia ingin beli yg baru, namun sangat kebetulan dia mendapatkan secara gratis.

“Tablet PC hanya untuk jabatan manajer tim ke atas… Asisten manajer dan yang lainnya akan mendapat buku harian ini.” ungkap Pak Cha, yg tentunya membuat suasana jadi canggung


Penulis Sinopsis: Dahlia
All images credit and content copyright: tvN
Supported by: sinopsis-tamura.blogspot.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Familiar Wife Episode 16 Part 1
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Familiar Wife Episode 16 Part 3

Comments


EmoticonEmoticon