12/31/2018

SINOPSIS Memories of the Alhambra Episode 10 PART 1

SINOPSIS Memories of the Alhambra Episode 10 BAGIAN 1


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: tvN
Supported by: OPPA SINOPSIS
Follow TABLOID SINOPSIS on: TWITTER

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Memories of the Alhambra Episode 9 Part 5
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Memories of the Alhambra Episode 10 Part 2

Dalam perjalanan menuju Granada, di kabin Jung Hoon berlatih menggunakan pistol. Dia lalu berkata bahwa level See Joo sangat tinggi. “Menurutmu dia bersembunyi karena Marco? Mustahil, kan?” tanyanya.


Jin Woo tidak menjawab, padahal itulah yang ia duga tentang kejadian yang menimpa See Joo. Jung Hoon juga penasaran kenapa See Joo memanggil mereka kesana dan bukan menunjukkan dirinya. “Kita akan tahu saat tiba,” kata Jin Woo.


Jung Hoon lalu mengajak tidur. Tapi pikiran Jin Woo masih menerawang.


Sesampainya di Granada, Jin Woo terjebak di toilet karena ada teroris menembakinya, Jin Woo mendapat telepon dari Jung Hoon yang meminta pertolongan karena dipanah dan rasanya sakit sungguhan.


Karena musuh terus datang, Jung Hoon memutuskan untuk melepaskan lensa kontaknya.


Tapi saat ia membuka matanya para musuh masih terlihat di sana. Ia terdesak.


“Tidak, Jung Hoon…” kata Jin Woo yang tidak bisa membuka pintu karena kereta sudah mulai berjalan meninggalkan stasiun. “Jung Hoon… Tidak, Jung Hoon…”


Jin Woo melihat Jung Hoon terjatuh oleng saat bertarung. Jin Woo putus asa.


Ia mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang, tapi tidak ada jawaban. “Angkat. Tolong angkat teleponmu, ayolah,” ujarnya panik.


Yang Joo menjawab teleponnya dan bertanya apakah Jin Woo sudah sampai. Jin Woo memintanya mencari Jung Hoon. “Apa, Direktur?” tanya Yang Joo tidak mengerti. Jin Woo memintanya mencari keberadaan Jung Hoon melalui game. “Dia tidak bersamamu?”


“Dia hilang,” kata Jin Woo. Yang Joo memintanya menunggu. “Kau menemukannya?”


“Tidak. Dia keluar,” kata Yang Joo saat melihat Jung Hoon baru saja log out dari akunnya 5 menit sebelumnya saat berada di Stasiun Granada. (Sepertinya saat ia membuka lensa kontaknya)


Jin Woo turun di stasiun berikutnya. 


Ia memberitahu petugas tentang temannya yang kemungkinan pingsan di sekitar peron dan meminta pihak stasiun mencarinya. “Dia warga Korea, usia pertengahan 30 tahun,” katanya menginfokan. 


Petugas memintanya menunggu karena ia bisa langsung menghubungi Stasiun Granada.


Batas waktu semakin sempit.


Beberapa petugas di Stasiun Granada tampak mencari-cari Jung Hoon.


Tidak lama kemudian, petugas memberitahu bahwa walaupun sudah dicari di semya area, tapi Jung Hoon tidak ditemukan. Ia meminta nomor kontak Jin Wo jika sewaktu-waktu mendapatkan informasi.


Jin Woo mencatat nomornya dan membeli tiket paling awal ke Stasiun Granada. Petugas bilang ada kereta yang akan berangkat 40 menit lagi. “Terlalu terlambat. Berapa lama jika naik mobil?” kata Jin Woo.


Petugas bilang kereta lebih cepat daripada mobil, jadi sebaiknya Jin Woo menunggu. Jin Woo hampir putus asa.


Ia lalu menunggu kedatangan kereta tujuan Granada dengan gelisah. Ia mengingat saat Jung Hoon ikut bermain game demi bisa membantu dirinya. Ia bahkan membuat Jung Hoon naik 2 level dengan cepat karena harus bisa menggunakan pistol.


Ia merasa bersalah. Ia lalu mencoba menghubungi ponsel Jung Hoon. Nomor itu tidak aktif, jadi Jin Woo meninggalkan pesan. “Jung Hoon…” Ia tidak sanggup melanjutkan kata-katanya. 


Ia lalu menyadari sesuatu dan menghubungi Yang Joo lagi. “Aku butuh bantuan,” kata Jin Woo.


Kereta datang dan Jin Woo naik ke dalamnya.


Narasi Jin Woo: “Begitulah kisah setahun terakhir hidupku. Kisah tentang hal mustahil dan ganjil yang terjadi padaku.”


“Mulai kini apakah orang tua kenapa aku memulai kisah ini?”


“Ini wasiatku. Sebuah wasiat untuk menjelaskan alasan di balik kematian jika saja aku atau kami ditemukan tewas di suatu tempat di Granada.”


Ia mendapat telepon dari Hee Joo, tapi ragu untuk menjawabnya.


Ia mengingat saat dulu ia mengatakan dengan penuh percaya diri bahwa Granada akan lebih terkenal dalam setahun kedepan untuk hal selain Alhambra.


Hee Joo: “Untuk apa?”
Jin Woo: “Sihir.”
Hee Joo: “Sihir?”


Jin Woo bilang Granada akan terkenal sebagai Kota Keajaiban. Orang-orang akan terpesona dengan sihirnya dan akan datang dan tinggal selama sebulan.


“Itu prediksiku kepada Hee Joo setahun lalu. Masa depan telah datang. Dan prediksiku…”


Jin Woo mengabaikan telepon dari Hee Joo. Ia lalu mendengar bahwa kereta akan segera sampai di Granada.


“Aku benar untuk sebagian hal. Dan aku salah untuk sebagian lain.”


Jin Woo berjalan dengan pincang dan sudah tidak memakai tongkat lagi sejak tiba di Granada.


Jin Woo pergi mengantri di toilet. Ia lalu mendaat informasi bahwa waktu misinya kurang dari 4 jam lagi. Petir dan awan gelap mendekat. Ia buru-buru masuk ke dalam toilet setelah penggunanya keluar.


Ia membuka misi rahasia yang tidak bisa dicoba ulang. ‘Ingin membuka misi rahasiamu?”


Jin Woo mengambil perkamen misi dan membukanya.


‘Misi: Selamatkan Master! Level: Di atas 90. Tingkat Kesulitan: Tertinggi. Rekomendasi Pemain: 4. Hadiah: ?’


‘Pergilah ke Alhambra. Tugasmu dimulai sekarang, cepat!’


Perkamen misi hancur secara otomatis.

Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: tvN
Supported by: OPPA SINOPSIS
Follow TABLOID SINOPSIS on: TWITTER

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Memories of the Alhambra Episode 9 Part 5
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Memories of the Alhambra Episode 10 Part 2

Comments


EmoticonEmoticon