12/31/2018

SINOPSIS Memories of the Alhambra Episode 10 PART 3

SINOPSIS Memories of the Alhambra Episode 10 BAGIAN 3


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: tvN
Supported by: OPPA SINOPSIS
Follow TABLOID SINOPSIS on: TWITTER

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Memories of the Alhambra Episode 10 Part 2
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Memories of the Alhambra Episode 10 Part 4

‘Selamat Datang di Penjara Bawah Tanah Milik Kerajaan Nasrid. Senjata atau Benda yang Bukan dari Granada Tidak Bisa Digunakan.’


Semua senjata yang didapatkan di luar Granada, termasuk benda khusus dari Yang Joo diambil oleh sistem.


Jin Woo menyiapkan sebuah pedang.


Teralis besi di hadapan Jin Woo menghilang. Ia sudah diizinkan masuk karena sudah meninggalkan semua senjata dari luar Granada.


Setelah ia berjalan masuk, teralis besi itu muncul lagi dan itu berarti ia terkurung di dalam. Ia terlihat agak cemas. Hanya suara tetesan air dan langkah kakinya saja yang terdengar.


Ia mendapat peringatan bahwa ‘Musuh Terlihat’. Ia melihat ke belakang dan sesosok mayat hidup berada sangat dekat dengannya. Ia menebas Mayat Tahanan Aragon itu, tapi musuh masih bertahan.


Muncul mayat hidup lainnya dan Jin Woo berhasil dilukai. Jin Woo lalu menusuk punggungnya. MAyat lain datang dan berhasil mengenainya.


Hee Joo terbangun dari tidurnya karena mendengar suara ketukan pintu.


Tidak ada siapapun di luar pintu kamarnya. Ia akan kembali masuk ke kamar, tapi suata ketukan terdengar lagi.


Ia menuju pintu depan, tapi suara ketukan berasal dari samping.


“Siapa?” tanya Hee Joo. Tidak ada jawaban. “Siapa?” Ia berjalan menuju pintu dan membukanya.


“See Joo? See Joo..” kata Hee Joo takjub saat melihat adiknya.


“Noona…” sapa See Joo.


Hee Joo terbangun dari mimpinya.


- 8 Jam Sebelumnya –


Hee Joo membuka pintu samping dan tidak melihat siapapun di sana. Ia kecewa.


Hee Joo mengambil kartu nama Yang Joo yang Jin Woo tinggalkan untuk Hee Joo.


“Akan kukatakan pada karyawanku agar kau bisa melihat. Hubungi pria ini,” kata Jin Woo saat itu.


Yang Joo sedang makan ramen sambil berjalan ketika ponselnya bergetar. Ia mendapatkan telepon dari resepsionis bahwa ada tamu untuknya. “Tamu? Siapa? Jung Hee Joo? Aku tidak kenal… Ah, aku kenal! Ya, aku segera ke sana,” kata Yang Joo.


Yang Joo turun ke lantai dasar untuk menjemput Hee Joo. Ia memberikan salam lalu meminta Hee Joo mengikutinya. Ia bilang ia sudah dengar tentang Hee Joo dari Jin Woo. “Ayo, cepat!” kata Yang Joo sambil berlari. “Cepat. Cepat!”  Mereka bruu-buru masuk ke dalam lift.


Yang Joo bilang Jin Woo menghubunginya kemarin dan memberitahu kalau Hee Joo adalah kakak dari See Joo. Ia ingin mengeluarkan kartu nama dari dompetnya, tapi malah jatuh berhamburan. “Aku sudah menerima kartu namamu,” kata Hee Joo.


Yang Joo tetap memberikan kartu nama dan memperkenalkan dirinya. “Aaaahhh!” teriaknya sampai Hee Joo terkejut. Ia baru melihat wajah Hee Joo karena sebelumnya hanya menunduk saja.


“Wah.. Emma…” gumamnya gugup.


Yang Joo masuk lebih dulu ke ruangannya dan merapikan sampah-sampah yang berantakan.


Tidak lupa ia juga mematikan Emma.


Setelah itu, barulah ia mempersilakan Hee Joo masuk. Hee Joo bilang ia belum pernah masuk ke perusahaan IT dan merasa kantor Yang Joo tidak seperti kantor biasa.


Yang Joo: “Di mana kau tinggal?
Hee Joo: “Apa?”
Yang Joo: “Kau sudah menikah?”


Hee Joo bilang ia belum menikah. Yang Joo sangat senang mendengarnya. Hee Joo bingung.


“Kau cantik aslinya,” kata Yang Joo. Hee Joo bertanya apa Yang Joo mengenalnya. “Tidak, aku tidak kenal kau.” Yang Joo sadar ia sudah salah bicara.


Hee Joo lalu bilang bahwa Jin Woo menyuruhnya datang untuk menonton, tapi ia tidak begitu paham maksudnya. “Dia bilang harus selesaikan tugas yang dikirim adikku agar mengetahui keberadaannya,” kata Hee Joo. Yang Joo bilang itu tugas rahasia.


“Adikmu menaruh kunci dan menyembunyikannya,” kata Yang Joo. Hee Joo semakin tidak mengerti. “Hanya yang menciptakan game yang tahu cara membukanya. Kami sudah membeli lisensi, tapi tidak ada penjelasan soal ini, jadi masalahnya kami tidak tahu apa-apa.”


Yang Joo bilang karena sampai sekarang See Joo belum muncul, ia berusaha memblokir kodenya untuk mencegah tugas rahasia dimulai. Ia bilang pembaharuan di tiap level terus dilakukan, jadi peluncuran pun ditunda.


Yang Joo bilang misi yang diterima Jin Woo hanya bisa dibuka di Granada. Dan tidak ada satupun yang tahu apa isi misi itu. Ia sangat senang karena sudah lama menunggu hal semacam itu. “Jadi kupikir akan lebih menyenangkan jika kita menonton bersama,” kata Yang Joo.


Suasana menjadi canggung, tapi kemudian Hee Joo mengangguk pelan. Yang Joo masih saja gugup. Ia lalu mendapat telepon dari Jin Woo. Hee Joo sangat penasaran. “Pak Seo? Dia tidak bersamamu?” tanya Yang Joo bingung. “Tunggu sebentar. Akunnya City Hunter,kan?”


“Apa ada masalah?” tanya Hee Joo. Yang Joo tidak menjawab karena sibuk dengan komputernya.


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: tvN
Supported by: OPPA SINOPSIS
Follow TABLOID SINOPSIS on: TWITTER

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Memories of the Alhambra Episode 10 Part 2
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Memories of the Alhambra Episode 10 Part 4

Comments


EmoticonEmoticon